Seru Belajar Kebiasaan Baru, Bikin Guru Terus Berpacu

Seru Belajar Kebiasaan Baru, Bikin Guru Terus Berpacu, gurnulis.id.

 

Setiap anak mempunyai hak untuk mendapatkan pelayanan Pendidikan yang sama pada situasi apapun. Meningkatnya angka kasus Covid-19 mengharuskan anak-anak tinggal di rumah untuk belajar di masa pandemi demi kesehatan mereka. Metode belajar di masa pandemi tersebut terus berlanjut di era new normal atau kebiasaan baru. Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang dipimpin langsung oleh Bapak Nadiem Makarim atau Mas Menteri sapaan akrabnya telah mengambil langkah strategis agar dalam situasi pandemi Covid-19 hingga memasuki tatanan hidup baru (new normal), hak peserta didik untuk mendapatkan layanan pendidikan tetap terpenuhi dengan menerbitkan Surat Edaran Nomor 15 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar dari Rumah (BDR).

Metode pembelajaran jarak jauh atau Belajar dari Rumah (BDR) masa pandemi Covid-19 di tahun pelajaran 2020/2021 bisa dilakukan dengan tiga cara yaitu (1) pembelajaran dalam jaringan (daring) atau online, (2) pembelajaran luar jaringan (luring) atau offline, dan (3) kombinasi (mengombinasikan antara pembelajaran daring dan luring.  Pembelajaran daring bisa berjalan dengan baik hanya pada wilayah yang ketersediaan jaringan internet memadai.

Apa sebenarnya yang terjadi? Banyak orangtua, siswa dan guru yang kelimpungan. Banyak masalah yang menghadang di depan mata. Jangan bandingkan keadaan suatu tempat dengan tempat lainnya. Misalnya, keadaan kota yang hampir semuanya modern, tidak dapat kita bandingkan dengan keadaan di pelosok-pelosok yang kondisinya tentu jauh berbeda, demikian sebaliknya. Oleh karena itu, guru sebagai pengemban pokok pelaksana pembelajaran di sekolah mesti mampu menganalisis situasi dan kondisi sehingga memperoleh gambaran metode pembelajaran yang akan dipakai selama masa pandemi.

Beradaptasi Secara Bertahap

Terkait dengan segala tantangan penyelenggaraan Belajar Dari Rumah (BDR) yang merupakan pengalaman pertama bagi semua pihak. Banyak cerita suka, duka, inspiratif, kreatif dan inovatif yang terjadi saat kegiatan belajar dari rumah. Ada guru yang mengunjungi rumah siswanya, ada guru yang belum pernah belajar daring harus melakukan kewajiban dengan daring, ada siswa yang tidak punya gadget seperti hp apalagi laptop. Ada juga alat namun dibawa orang tua bekerja, sehingga anak harus menunggu orangtua pulang, dan banyak cerita lainnya. 

Seru Belajar Kebiasaan Baru, Bikin Guru Terus Berpacu, gurnulis.id.
 

Perubahan sistem belajar tentu mau tidak mau menuntut guru memutar otak agar pembelajaran yang dilakukan bisa berjalan dengan baik dan mengena pada semua anak didiknya. Seorang guru dituntut untuk menyukseskan pembelajaran, yang salah satunya adalah meningkatkan kemampuan menggunakan teknologi terutama dalam kegiatan pembelajaran. Peningkatan penggunaan teknologi bisa dilakukan dengan belajar secara daring maupun melalui diklat baik yang dilakukan oleh instansi pendidikan di daerah-daerah maupun oleh organisasi-organisasi pendidikan tertentu. Akhirnya, perubahan secara bertahap mulai terlihat secara nyata di dunia pendidikan walaupun masih dalam jumlah yang cukup besar.  

Contoh sederhana dimulainya penggunaan teknologi yang mulai perlahan digunakan di dunia pendidikan selama pandemi ini, diantaranya:


Pemanfaatan platfrom kelas digital, sepeti whattsapp grup, google kelas, kelas pintar, dan lain sebagainya.

Contoh pemafaatan aplikasi Google Kelas untuk membuat kelas digital
 
Pemanfaatan google formulir untuk mendata kehadiran peserta didik selama Belajar Dari Rumah (BDR)


Contoh penggunaan google formulir untuk pengisian daftar hadir peserta didik

Pelaksanan Penilaian Harian atau latihan melalui aplikasi-aplikasi, seperti Quizizz, google formulir, kahoot, dan lain-lain.

Pengenalan sumber-sumber belajar digital, seperti Rumah Belajar milik Kemendikbud, dan aplikasi-aplikasi lain yang menarik dan bisa menambah wawasan peserta didik,seperti aplikasi Earth untuk menjelajah dunia, Stellarium untuk melihat langit dari layar handphone, dan lain-lain.

Era Milenial

Saat ini para guru sedang menghadapi peserta didik yang disebut sebagai "generasi milenial". Dimana pembelajar yang disebut sebagai generasi milenial ini sudah hidup berdampingan dengan teknologi sejak kecil. Mereka dapat mengakses berbagai informasi yang mereka butuhkan dengan cepat dan mudah, baik untuk kepentingan pendidikannya maupun kepentingan hidup kesehariannya. Luar biasa sekali bukan? Ternyata tanpa kita sadari dunia pendidikan Indonesia sedang bergeliat luar biasa, seluruh komponen pendidikan terutama guru harus berpacu agar tetap melakukan kewajiban belajar mengajar dengan para siswanya. Peran digital learning sangat luar biasa dalam hal ini.

Dampak pandemi covid-19 ini memang sangat luar biasa. Tapi kita harus selalu ingat bahwasanya di setiap kejadian selalu ada hikmah yang bisa diambil. Keadaan ini secara tidak langsung memaksa kita untuk mengadopsi teknologi lebih cepat. Banyak guru dengan berbagai kesulitan dengan susah payah belajar teknologi karena unsur terpaksa ini dan belajar sesuatu yang baru dengan alasan apapun.

Peran Guru Tak Tergantikan

Poin pentingnya di sini adalah hal yang positif dalam melakukan pembelajaran dengan menggunakan teknologi tidak bisa berhenti ketika corona berhenti. Hal yang positif ini hendaknya bisa berlangsung terus. Kalau nanti sudah bisa tatap muka, teknologi membantu meningkatkan kualitas pembelajaran. Teknologi akan menjadi pelengkap dan menambah sumber daya pembelajaran, menambah alat untuk bisa belajar lebih efektif.

Selain itu, hal penting lain yang harus kita ingat dalam melaksanakan pembelajaran kita tidak boleh melupakan pendidikan karakter, pembiasaan baik, praktek, keterampilan, yang mungkin tidak akan ditemukan saat pembelajaran jarak jauh. Kehadiran guru secara fisik dan kontak dengan siswa, lanjut dia, harus tetap ada untuk pembinaan karakter, kedisiplinan. Ada kebiasaan-kebiasaan baik yang tidak bisa dipisahkan dari kehadiran guru. Maka dari itu, semua harus berjalan seimbang, seiring, dan sehaluan.

Semangat berjuang para insan cendikia, pembangun pondasi peradapan!

Munasifatut Thoifah Guru yang selalu ingin berbagi inspirasi.

20 Komentar untuk "Seru Belajar Kebiasaan Baru, Bikin Guru Terus Berpacu"

  1. Super sekali. Sebagai orang tua, kami mempunyai banyak pilihan cara belajar. Adanya blog Bu Guru ini membantu kami para orang tua untuk memndidik putra-putri kami. Semoga para guru selalu diberi kesehatan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Teknologi informasi memang hendaknya dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya secara bijak. Semoga semua pihak bisa menyambut tantangan baru di era milenial ini.

      Hapus
  2. Balasan
    1. Kerennya jadi mencair dong udah dikasih Esss😁

      Hapus
  3. Mantap bu ifa... Mohon ijin untuk dijadikan referensi.. πŸ™πŸ™πŸ™

    BalasHapus
  4. Aamiin. Matursuwun Pak.

    Bu Diska, kata-kataku masih belepotan mbak, bantu revisi yaa...

    BalasHapus
  5. Kog pintermen to mb Njenengan ki...
    Mengkolaborasikan situasi, kondisi dan keadaan dengan pembelajaran yang up-to-date...
    Salut dah pokoke, pingin juga punya kemampuan seperti njenengan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Monggo sareng2 belajar Pak NasπŸ’ͺ😊

      Hapus
  6. Konten keren dan menambah wawasan guru dan ortu wali murid, desain tak diragukan lagi ...pokoke mantep. Salam literasi ... Ditunggu karya berikutnya

    BalasHapus
  7. Keren bunda,,,

    BalasHapus
  8. Luar biasa rangkaian katanya..seperti dah ngair gitu lo...
    Aku belum bergerak

    BalasHapus
  9. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  10. Top marotop pokok e bunda cantik, bs jd infirasi bg kita lho sbg seorang pendidik yg saat ini dituntut hrs bs memberi motivasi bg anak dan wali di masa Covid ,sbg pencerahan.
    Ditunggu cerita selanjutnya ya bunda.
    Keren, salam Super "Jendela Pendidik"πŸ‘πŸ‘πŸ’ͺπŸ’ͺ

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Bunda. Semoga kita sama-sama bersemangat memperbaiki diri. Salam literasi!

      Hapus

Iklan atas artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah artikel