Remedial dan Cara Pelaksanaannya

Remedial dan Cara Pelaksanaannya, www.gurnulis.id
Cara melaksanakan remedial bagi siswa
Halo Sahabat Gurnulis. Pada penghujung tahun ini tentunya kita memiliki kesibukan yang sama, bukan? Kita disibukkan oleh Penilaian Akhir Semester gajil. Ya, semester ganjil di Sekolah Dasar atau Madrasah Ibtidaiyyah memiliki masa akhir pada bulan Desember. Penilaian Akhir Semester atau yang biasa disebut PAS ini merupakan serangkaian tes tertulis yang digunakan untuk mengukur ketercapaian kompetensi dasar pengetahuan yang telah dipelajari oleh siswa selama enam bulan terakhir.
 
Hasil PAS maupun hasil ulangan-ulangan siswa yang lain dapat ditindaklanjuti untuk program remedial dan pengayaan. Untuk dapat ditindaklanjuti, hasil ulangan tersebut harus dianalisis terlebih dahulu. Apakah sahabat pendidik sudah sepenuhnya paham dengan cara menganalisis hasil ulangan ini? Ada baiknya sahabat membaca artikel yang sudah penulis terbitkan dengan judul "Cara Menganalisis Hasil Ulangan Siswa" terlebih dahulu. Pada artikel tersebut penulis telah memaparkan salah satu tahapan yang harus dilakukan oleh pendidik sebelum siswa diajak untuk melakukan remedial.
 
Oke sahabat pendidik, sebelum masuk ke bahasan tata cara melakukan remedial, apa terbayang dalam benak sahabat dari kata tersebut? Perbaikan pembelajarankah? Pengulangan pembelajarankah? Ya, dugaan-dugaan tersebut ada benarnya. Yuk disimak pembahasan penulis.

Hakikat Remedial

Remedial merupakan program pembelajaran bagi peserta didik yang belum mencapai Kompetensi Dasar muatan pembelajaran. Program remedial memfasilitasi siswa untuk mengoptimalkan pencapaian hasil belajarnya.

Remedial dilaksanakan dengan metode yang sesuai dengan sifat, jenis, dan latar belakang permasalahan pembelajaran yang dialami oleh siswa. Setelah siswa mengikuti program remedial, siswa melakukan penilaian kembali untuk mengetahui ketercapaian KD.

Remedial dapat dilaksanakan dengan alternatif-alternatif berikut.
  1. Pemberian bimbingan secara individu. Hal ini dilakukan apabila ada beberapa anak yang mengalami kesulitan yang berbeda-beda, sehingga memerlukan bimbingan secara individual. Bimbingan yang diberikan disesuaikan dengan tingkat kesulitan yang dialami oleh peserta didik.
  2. Pemberian bimbingan secara kelompok. Hal ini dilakukan apabila dalam pembelajaran klasikal ada beberapa peserta didik yang mengalami kesulitan sama.
  3. Pemberian pembelajaran ulang dengan metode dan media yang berbeda. Pembelajaran ulang dilakukan apabila semua peserta didik mengalami kesulitan. Pembelajaran ulang dilakukan dengan cara penyederhanaan materi, variasi cara penyajian, penyederhanaan tes/ pertanyaan.
  4. Pemanfaatan tutor sebaya, yaitu peserta didik dibantu oleh teman sekelas  yang telah mencapai KKM, baik secara individu maupun kelompok.

Pembelajaran  remedial  diberikan  segera  setelah  siswa diketahui belum mencapai KKM berdasarkan hasil PH, PTS, atau PAS.  Pembelajaran remedial pada dasarnya difokuskan pada KD yang belum tuntas dan dapat diberikan berulang-ulang sampai mencapai KKM dengan waktu hingga batas akhir semester.

Bagaimana dengan prinsip-prinsip program remedial? Pembelajaran remedial memiliki prinsip-prinsip berikut.
  1. Adaptif. Pembelajaran remedial hendaknya memungkinkan peserta didik untuk belajar sesuai dengan daya tangkap, kesempatan, dan gaya belajar masing-masing.
  2. Interaktif. Pembelajaran remedial hendaknya melibatkan keaktifan pendidik untuk secara intensif berinteraksi dengan peserta didik dan selalu memberikan monitoring dan pengawasan agar mengetahui kemajuan belajar peserta didik.
  3. Berbagai metode pembelajaran dan penilaian. Pembelajaran remedial perlu menggunakan berbagai metode pembelajaran dan metode penilaian yang sesuai dengan karakteristik peserta didik.
  4. Pemberian umpan balik sesegera mungkin. Umpan balik berupa informasi yang diberikan kepada peserta didik mengenai kemajuan belajarnya perlu diberikan sesegera mungkin agar dapat menghindari kesalahan belajar yang  berlarut-larut dan mendeteksi sedini mungkin kesulitan belajar.
  5. Berkesinambungan. Pembelajaran remedial dilakukan berkesinambungan dengan proses pembelajaran dan pendidik harus selalu menyediakan program remedial  sesuai dengan kebutuhan.

Cara Melaksanakan Remedial

Remedial dilaksanakan dengan langkah-langkah berikut.
  1. Mengidentifikasi permasalahan permbelajaran. Pengidentifikasian ini dilakukan dengan cara menganalisis hasil ulangan, baik Penilaian Harian (PH) maupun Penilaian Tengah Semester (PTS). Sahabat pendidik dapat membacanya pada tautan ini.
  2. Menyusun rencana remedial berdasarkan permasalahan pada pembelajaran poin satu di atas.
  3. Melaksanakan program remedial.
  4. Melaksanakan penilaian atas pembelajaran remedial yang dilakukan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa.
  5. Menetapkan nilai yang diperoleh siswa.

Pada poin terakhir langkah-langkah pelaksanaan remedial di atas tertulis "menetapkan nilai yang diperoleh siswa". Ilustrasi dari poin tersebut adalah sebagai berikut.

Pada Penilaian Tengah Semester muatan pelajaran Matematika, Bagus dan Cahyo mendapat nilai berikut.
Remedial dan Cara Pelaksanaannya, www.gurnulis.id

KKM muatan pelajaran tersebut adalah 70. Karena nilai Bagus maupun nilai Cahyo berada di bawah KKM, maka Bagus dan Cahyo harus mengikuti pembelajaran remedial. Setelah remedial, nilai Bagus dan Cahyo adalah sebagai berikut.

Remedial dan Cara Pelaksanaannya, www.gurnulis.id

Setelah didapatkan hasil remedial, dilakukan penetapan nilai yang diperoleh siswa (sebagaimana pada poin kelima cara pelaksanaan remedial di atas). Alternatif-alternatif penetapan nilainya adalah sebagai berikut.
 

1. Menggunakan nilai batas KKM.

Ini artinya, meskipun seteleh remedial nilai Bagus dan nilai Cahyo adalah 93 dan 85, nilai yang ditetapkan untuk keduanya adalah nilai batas KKM yaitu 70. Nilai bagus ditetapkan 70 dan nilai Cahyo ditetapkan 70.

Kelebihan  dari alternatif ini adalah penilaian terlihat adil bagi siswa lain yang nilainya berada di atas KKM. Meski siswa yang mengikuti pembelajaran remedial nilainya di atas KKM, siswa yang telah tuntas KKM tidak perlu khawatir nilainya tersaingi oleh siswa yang mengikuti remedial.

Kekurangan dari alternatif ini adalah dianggap kurang adil oleh Bagus, karena nilai bagus lebih tinggi daripada nilai Cahyo saat remedial. Meski nilai Bagus adalah 93 dan nilai Cahyo adalah 85, pada akhirnya nilai keduanya ditetapkan sama, yaitu 70 sesuai dengan KKM.

Bagaimana cara mengantisipasi dan meminimalisasi timbulnya rasa ketidakadilan antarpeserta remedial ini? Caranya adalah dengan membuat kesepakatan mekanisme pengambilan nilai yang seperti ini sejak awal pembelajaran.

2. Menggunakan nilai rerata dari nilai perolehan awal dan nilai tes setelah remedial.

Ini artinya baik nilai Bagus maupun nilai Cahyo direratakan antara nilai awalnya dengan nilai setelah remedial. Nilai akhir Bagus ditetapkan dari penghitungan berikut.
Remedial dan Cara Pelaksanaannya, www.gurnulis.id
 
Nilai Cahyo didapatkan dari penghitungan berikut.
Remedial dan Cara Pelaksanaannya, www.gurnulis.id

Kelebihan dari alternatif ini adalah memunculkan keadilan bagi siswa yang mengikuti remedial. Nilai akhir yang ditetapkan bagi Bagus maupun Cahyo  merupakan nilai hasil perjuangan mereka sendiri untuk mencapai KKM.

Kekurangan dari alternatif ini adalah berpotensi merugikan nilai siswa yang tidak ikut remedial. Anggap saja Dani yang mendapatkan nilai PTS 70,5. Dani tidak perlu mengikuti remedial karena sudah tuntas KKM. Namun ternyata setelah Bagus dan Cahyo mengikuti remedial dan ditetapkan nilai akhirnya, nilai Dani menjadi lebih kecil daripada nilai Bagus dan nilai Cahyo.

Bagaimana cara mengantisipasi kekurangan ini? Caranya adalah dengan memberikan kesempatan kepada peserta didik yang tidak remedial untuk mengikuti program pengayaan. Penentuan nilai bagi siswa yang tidak remedial adalah dengan menggunakan rerata dari nilai awalnya dan nilai pengayaannya. Cara ini dirasa cukup adil.

3. Menggunakan nilai capaian akhir setelah remedial.

Ini artinya, karena nilai Bagus dan nilai Cahyo setelah remedial adalah 93 dan 85, maka nilai dari keduanya ditetapkan 93 dan 85. Nilai Bagus ditetapkan 93 dan nilai Cahyo ditetapkan 85.

Kelebihan dari alternatif ini ada 2, yaitu:
  • meningkatkan motivasi siswa selama mengikuti pembelajaran remedial karena peserta didik mempunyai kesempatan untuk memperoleh nilai yang maksimal;
  • ketentuan tersebut sesuai dengan prinsip belajar tuntas (mastery learning).

Kelemahan dari alternatif ini adalah berpotensi merugikan nilai siswa yang tidak ikut remedial. Ilutrasinya mirip dengan bahasan pada alternatif dua yang telah terpapar di atas. Seandainya Dani mendapat nilai 70,5 dan tidak ikut remedial, nilainya akan kalah dengan nilai Bagus dan Cahyo yang ikut remedial.

Bagaimana cara mengantisipasi kelemahan ini?
Mirip dengan paparan pada alternatif dua, siswa yang tidak remedial diikutkan dalam program pengayaan. Bedanya adalah nilai akhir siswa yang tidak remedial ditetapkan dari nilai capaian pada program pengayaan.

Pertanyaan yang Biasa Muncul Seputar Remedial

Sahabat pendidik, biasanya muncul satu pertanyaan dalam pembelajaran remedial ini. Pertanyaan tersebut adalah sebagai berikut.
 
Siswa saya yang nilainya di bawah KKM sudah saya ajak untuk mengikuti remedial. Setelah remedial, ternyata nilainya masih saja di bawah KKM. Saya berinisiatif untuk meremedialnya kembali. Setelah remedial kedua ternyata hasilnya sama. Begitu juga setelah remedial ketiga dan seterusnya. Apa yang mestinya saya lakukan?
 
Sebenarnya mudah untuk menemukan solusi dari pertanyaan seperti ini, sahabat pendidik. Kita kembalikan pada paparan hakikat remedial di atas. Remedial dapat dilakukan dengan 4 alternatif, yaitu
  1. melakukan bimbingan belajar secara individu;
  2. memberikan bimbingan secara berkelompok;
  3. memberikan pembelajaran ulang dengan metode dan media yang berbeda;
  4. memanfaatkan tutor sebaya.

Apabila kita menemukan kendala pada salah satu alternatif, kita dapat menggunakan alternatif yang lain. Apakah ada kemungkinan kesemua alternatif itu tidak efektif? Ada, tapi menurut penulis sangat kecil sekali. Cukup berfokus pada salah satu alternatif dan melaksanakannya sesuai dengan prinsip-prinsip program remedial, maka pertanyaan di atas akan terjawab.

Kita fokuskan pada poin ketiga dan keempat. Jika dengan metode konvensional tidak efektif untuk meremedial, kita gunakan metode yang lebih sederhana. Sederhanakan materinya, namun tetap pada lingkup KD yang sama. Gunakan tutor teman sebaya. Minta temannya untuk mengajari. Apabila dengan bantuan teman juga tidak efektif, tugaskan sebagai tugas di rumah dan minta bantuan orang tua atau siapa saja yang dinilai membuat sang anak nyaman untuk belajar. Setelah itu, guru tinggal mengoreksi hasil belajarnya. Sampai di sini biasanya nilai remedial sudah mencapai KKM.

Sampai di sini juga biasanya akan menyulut pertanyaan yang lain lagi.
 
Kalau remedialnya dibawa ke rumah sudah pasti hasil belajarnya di atas KKM dong. 'Kan di rumah bisa didiktekan jawaban oleh orang tuanya. Apakah nilainya ini objektif?
 
Sahabat pendidik, kita sebagai pendidik tentunya menyadari perbedaan individu pada siswa. Tidak semua siswa memiliki daya tangkap yang sama terhadap materi pembelajaran. Efeknya beberapa siswa seringkali terkendala pada pencapaian KD tertentu. Bagaimana sikap kita terhadap fenomena ini? Mau tidak mau kita harus memaklumi siswa yang memiliki keterbatasan kemampuan pada KD tertentu tersebut. Lantas, apa dasar kita memberikan nilai? Kita hendaknya memandang upaya sang anak yang berjuang dengan sekuat tenaganya untuk mencapai KKM melalui program remedial. Proses perjuangan mereka untuk mencapai KKM inilah yang kita pertimbangkan.
 

Kesimpulan

Remedial merupakan upaya untuk mewujudkan belajar tuntas. Dengan adanya program remedial ini, pencapaian Kompetensi Dasar diharapkan dapat berjalan dengan baik. Meski penetapan nilai akhir siswa setelah remedial memiliki kelebihan dan kekurangan, tugas kita sebagai pendidik adalah menerapkan solusinya.

Bagaimana sahabat pendidik, apakah artikel tentang remedial dan cara pelaksanaannya ini cukup menginspirasi? Sahabat pendidik boleh menuliskan tanggapannya pada kolom komentar.

Salam literasi guru ndeso.
Munasifatut Thoifah Guru yang selalu ingin berbagi inspirasi.

4 Komentar untuk "Remedial dan Cara Pelaksanaannya"

  1. Untung diingat kan bu cara melaksanakan remidial,semoga selalu memberikan tulisan2 yg bermanfaat untuk kita khususnya guru yg belum mengertiπŸ™
    Terimakasih bu, dengan membaca artikel ini,
    saya insya Allah lebih bisa memahami,πŸ™πŸ™
    Sehat dan sukses selalu bu, semoga selalu memberi inspirasi buat semua,πŸ‘ŒπŸ˜

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin... Terima kasih atas doa-doanya ya, Bapak/ Ibu.
      Semoga tulisan ini bermanfaat. πŸ™πŸ™

      Hapus

Iklan atas artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah artikel