Cara Menganalisis Hasil Ulangan Siswa

Cara Menganalisis Hasil Ulangan Siswa, www.gurnulis.id
Panduan analisis hasil ulangan siswa untuk melihat ketuntasan individu, daya serap soal, dan lain-lain
Assalamualaikum... Halo sahabat Gurnulis! Sekarang sudah memasuki bulan Desember ya. Coba tebak, kesibukan apa yang biasanya menjadi hajatan bersama pada bulan ini? Ya, penulis sudah bisa menjawab isi pikiran sahabat pendidik. Pada bulan ini, kita pasti disibukkan dengan Penilaian Akhir Semester atau PAS. Bentuk PAS adalah tes. PAS biasa ditempuh dengan ulangan atau ujian tertulis.
 
Ulangan atau ujian, baik itu dalam bentuk harian, tengah semester, maupun akhir semester digunakan untuk hal-hal berikut.
  1. Sebagai pengukur ketercapaian kompetensi siswa secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran.
  2. Sebagai pemantau kemajuan belajar siswa.
  3. Sebagai dasar untuk melakukan perbaikan pembelajaran.
  4. Sebagai penentu keberhasilan belajar siswa.
Untuk dapat menggunakan hasil ulangan atau ujian, pendidik harus menganalisisnya terlebih dahulu. Analisis hasil ulangan oleh pendidik memilik arti kegiatan menganalisis hasil penilaian ulangan harian menggunakan acuan kriteria yang telah ditetapkan yaitu Kriteria Ketuntasan Minimal atau KKM.
 
Bagaimana pemahaman kita terhadap analisis hasil ulangan ini, sahabat pendidik? Beberapa dari kita bisa saja melaksanakan ulangan tanpa melakukan analisis. Beberapa lagi bisa saja telah melakukan analisis, namun tidak memahami hakikat dari analisis itu sendiri. Yuk, simak penjabaran penulis mengenai analisis hasil ulangan atau ujian siswa ini.
 

Mengapa Harus Menganalisis Hasil Ulangan?

Mengapa harus menganalisis hasil ulangan? Apakah sahabat pendidik mengetahui jawabannya? Penulis berikan contoh kasus sebagai berikut.
 
Bu Ifah merasa terkejut dengan hasil ulangan siswanya. Bagaimana tidak, siswanya sangat banyak yang nilainya di bawah KKM. Menurut Bu Ifah sendiri soal-soal ulangan yang ia susun tidak begitu susah. Beliau memikirkan apa yang harus beliau lakukan. Beliau bertanya-tanya. Bolehkah beliau melanjutkan ke kompetensi pembelajaran berikutnya? Soal-soal yang mana yang harus beliau ajarkan ulang kepada siswa?
 
Solusi apa yang tepat untuk Bu Ifah? Ya, sahabat pendidik pasti langsung menyarankan untuk menganalisis hasil ulangan tersebut.
 
Analisis hasil ulangan digunakan untuk hal-hal berikut.
  1. Untuk memetakan nama-nama siswa yang tuntas dan yang belum tuntas individu dalam belajar.
  2. Untuk menentukan keputusan, apakah pembelajaran boleh dilanjutkan ke Kompetensi Dasar selanjutnya ataukah harus mengulang kembali pembelajarannya.
  3. Dasar untuk melakukan upaya perbaikan pembelajaran.

Kaidah dalam Menganalisis Hasil Ulangan Siswa

Berdasarkan kegunaan analisis hasil ulangan siswa yang telah terpapar di atas, kaidah dalam menganalisisnya adalah sebagai berikut.
 

Kaidah Ketuntasan Individu Siswa

Siswa dikatakan tuntas individu apabila  nilai Kompetensi Dasarnya sama atau lebih besar dari Kriteria Ketuntasan Minimal. Jika nilai ulangan siswa sudah sama atau lebih besar dari KKM, maka siswa diintepretasikan telah menguasai kompetensi dari pembelajaran yang telah ia lakukan.

Apabila siswa mendapatkan nilai ulangan di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), maka siswa dianggap belum mampu menguasai kompetensi dari pembelajaran yang telah mereka lakukan. Mereka wajib memperbaikinya dalam pembelajaran remedial.
 

Kaidah Keberlanjutan Pembelajaran

Keberlanjutan pembelajaran mengacu kepada daya serap setiap butir soalnya. Pembelajaran dikatakan berhasil apabila 50% atau lebih siswanya telah mampu menjawab dengan benar pada butir-butir soal yang disoroti. Apabila 50% atau lebih siswanya telah mampu menjawab butir soal tersebut dengan benar, maka pembelajaran boleh dilanjutkan ke Kompetensi Dasar pembelajaran selanjutnya.

Bagaimana jika persentase daya serap soal belum mencapai 50% secara klasikal? Jika persentasenya belum mencapai 50%, maka pembelajaran harus diulang. Materi pembelajaran apa yang harus diulang? Yang harus diulang adalah materi pembelajaran pada soal tersebut.

Apakah sahabat pendidik masih bingung dalam memahami kaidah-kaidah di atas? Kalau masih bingung, sahabat pendidik dapat memahami contoh format dan contoh analaisis  dari penulis berikut.

Contoh Format Analsis Hasil Ulangan Siswa

Format analisis hasil ulangan siswa contohnya adalah sebagai berikut.
Cara Menganalisis Hasil Ulangan Siswa, www.gurnulis.id
 
Analisis hasil ulangan siswa berfokus pada bagian persentase ketercapaian, ketuntasan individu, persentase daya serap per soal, keberlanjutan pembelajaran, dan persentase ketuntasan individu.

Persentase ketercapaian didapatkan dari rumus berikut.
Cara Menganalisis Hasil Ulangan Siswa, www.gurnulis.id

Pesentase ketercapaian didapatkan dari hasil bagi jumlah bobot soal yang diperoleh dengan jumlah bobot soal maksimal dikalikan seratus persen.

Ketuntasan individu diisi dengan kata "tuntas" atau "belum tuntas". Jika angka pada persentase (angka di depan tanda "%") ketercapaian sama dengan atau lebih besar dari KKM, maka siswa dianggap tuntas. Jika angka pada persentase ketercapaian lebih kecil dari KKM, maka siswa dianggap belum tuntas.

Persentase daya serap per butir soal didapatkan dari rumus berikut.
Cara Menganalisis Hasil Ulangan Siswa, www.gurnulis.id

Persentase daya serap per butir soal didapatkan dari hasil bagi jumlah skor yang dari semua siswa pada salah satu butir soal dengan jumlah skor maksimal dari semua siswa pada salah satu butir soal dikalikan seratus persen.

Keberlanjutan pembelajaran diisi dengan kata "lanjut" atau "ulangi". Jika angka pada persentase daya serap per soal adalah sama dengan atau lebih besar dari 50%, maka boleh diisi dengan kata "lanjut". Hal ini berarti pembelajaran boleh dilanjutkan pada KD selanjutnya. Jika angka pada persentase daya serap lebih kecil dari 50%, maka diisi dengan kata "ulangi". Hal ini berarti pembelajaran harus diulangi  secara klasikal, baik oleh siswa yang remedial maupun oleh siswa yang tidak remedial. Pengulangan dilakukan pada KD dan materi yang terdapat pada butir soal tersebut.

Ketuntasan individu dalam persen didapatkan dari rumus berikut.
Cara Menganalisis Hasil Ulangan Siswa, www.gurnulis.id

Ketuntasan individu dalam persen didapatkan dari hasil bagi jumlah siswa yang tuntas individu dengan jumlah siswa satu kelas dikalikan seratus persen.

Contoh Analisis Hasil Ulangan Siswa

Sekarang sahabat pendidik penulis ajak untuk masuk ke pembahasan contoh analisis. Contoh keadaannya adalah sebagai berikut.

Pada suatu ulangan yang diikuti oleh 15 orang siswa dengan soal berjumlah 10 butir dan semuanya pilihan ganda, didapatkan hasil sebagai berikut.
Cara Menganalisis Hasil Ulangan Siswa, www.gurnulis.id
 
Kalau sahabat pendidik ingin memperjelas tampilan gambar tersebur, sahabat dapat menggunakan fitur zoom pada peramban yang digunakan atau zoom dengan jari jika sahabat menggunakan ponsel pintar.

Fokuskan perhatian pada barisan bobot soal.
Cara Menganalisis Hasil Ulangan Siswa, www.gurnulis.id


Perhatikan barisan angka 1 yang berwarna biru! Mengapa semuanya berisi angka 1? Karena bobot maksimum butir soal pada pilihan ganda adalah 1. Siswa diberikan angka 1 jika jawabannya benar dan diberikan angka  0 jika jawabannya salah.

Fokuskan perhatian lagi pada kolom "% Ketercapaian" dan kolom "Ketuntasan". Kita lihat  data nilai dari Nama siswa-1. Persentase ketercapaian siswa-1 adalah 60% dan status ketuntasan belajarnya adalah belum tuntas.
Cara Menganalisis Hasil Ulangan Siswa, www.gurnulis.id

Angka 60% didapatkan dari hasil bagi jumlah bobot soal yang diperoleh dengan jumlah bobot soal maksimal dikalikan seratus persen. Dari data tersebut diketahui bahwa jumlah bobot soal yang diperoleh Nama Siswa-1 adalah 6.  Jumlah bobot soal maksimalnya adalah 10 (didapatkan dari 10 x 1). Penghitungannya adalah sebagai berikut.
Cara Menganalisis Hasil Ulangan Siswa, www.gurnulis.id

Karena persentase ketuntasan Nama Siswa-1 adalah 60% dan KKM dari muatan pembelajarannya adalah 70, maka status ketuntasan dari Nama Siswa-1 adalah belum tuntas. Siswa tersebut wajib mengikuti remedial.

Kita beralih ke bagian persentase daya serap dari masing-masing butir soal.

Cara Menganalisis Hasil Ulangan Siswa, www.gurnulis.id
 
Fokuskan pada soal nomor 1 dan soal nomor 2! Persentase daya serap soal nomor 1 adalah 87% dan persentase daya serap soal nomor 2 adalah 40%. Penghitungannya sebagai berikut.

Persentase daya serap soal nomor 1.
Cara Menganalisis Hasil Ulangan Siswa, www.gurnulis.id
 
Persentase daya serap soal nomor 2.
Cara Menganalisis Hasil Ulangan Siswa, www.gurnulis.id

Masih berfokus pada soal nomor 1 dan soal nomor 2.
Cara Menganalisis Hasil Ulangan Siswa, www.gurnulis.id

Persentase daya serap pada soal nomor 1 adalah lebih besar dari 50%, karenanya pembelajaran boleh dilanjutkan pada kompetensi dasar selanjutnya. Persentase daya serap pada soal nomor 2 adalah lebih kecil dari 50%, karenanya pembelajaran pada Kompetensi Dasar dan indikator tersebut harus diulang secara klasikal kepada semua siswa. Aturan ini berlaku pula pada soal-soal nomor selanjutnya.

Mengapa soal dengan daya serap di bawah 50% harus diulangkan pembelajarannya? Karena sebagian besar siswa dinilai tidak mampu menjawab butir soal tersebut. Ketidakmampuan ini terjadi karena belum tercapainya indikator keberhasilan pada pembelajaran terkait dengan soal tersebut.

Jika daya serap pada suatu butir soal berada di bawah 50%, siapa yang harus diajak mengulang pembelajarannya? Semua siswa yang harus diajak mengulang, baik yang remedial (belum tuntas individu) maupun yang tidak remedial (sudah tuntas individu). Mengapa siswa yang sudah tuntas harus mengulang juga? Berikut alasan logisnya.
  • Meskipun secara global siswa tersebut mendapatkan nilai di atas KKM, bukan berarti siswa tersebut lulus menjawab benar pada butir soal yang berdaya serap rendah.
  • Andainya nilai yang didapat oleh siswa adalah 100 (nilai maksimum), sementara daya serap secara klasikal pada suatu butir soal itu di bawah 50%, ia masih tetap dapat membantu teman-temannya dalam memahami materi sebagai tutor sebaya.

Bagaimana sahabat pendidik, sudah terbukakah cakrawala penganalisisan hasil ulangan siswa? Oh ya, ada lagi bagian yang belum penulis bahas. Berikut bagiannya.
Cara Menganalisis Hasil Ulangan Siswa, www.gurnulis.id
 
Perhatikan bahwa persentase ketuntasan belajar adalah 33,33%. Penghitungannya adalah sebagai berikut.
Cara Menganalisis Hasil Ulangan Siswa, www.gurnulis.id
 
Apa guna persentase tersebut? Sebelum menjawabnya, apakah sahabat pendidik ingat dengan Penelitian Tindakan Kelas (PTK)?  Ya, persentase ini dapat dijadikan sebagai indikator keberhasilan pembelajaran yang nantinya dapat digunakan sebagai dasar bagi pelaksanaan PTK. Bahasan mengenai PTK nanti akan penulis ulas pada artikel lain ya, sahabat. Tapi dari sini akhirnya sahabat pendidik sadar bukan, apa gunanya analisis hasil ulangan siswa ini?

Sahabat penulis dapat mengunduh format analisis hasil ulangan siswa pada tautan di bawah ini.

FORMAT ANALISIS HASIL ULANGAN SISWA

Pada buku panduan penilaian Kurikulum 2013 revisi tahun 2018 sebenarnya telah disajikan juga contoh format analisis hasil ulangan siswa. Perlu digarisbawahi bahwa format tersebut adalah contoh. Tampilannya adalah sebagai berikut.
Cara Menganalisis Hasil Ulangan Siswa, www.gurnulis.id

Karena analisisnya dirasa hanya sampai pada penentuan nilai dan ketuntasan individu, penulis lebih memilih format seperti yang telah dipaparkan pada artikel ini. Sahabat sendiri boleh memilih format mana yang hendak dipakai.

Bagaimana sahabat pendidik, sudah semakin mantapkah pemahaman pedagogiknya? Ayo lanjutkan dedikasi kita sebagai pendidik.

Salam literasi guru ndeso.
Munasifatut Thoifah Guru yang selalu ingin berbagi inspirasi.

18 Komentar untuk "Cara Menganalisis Hasil Ulangan Siswa"

  1. Wah hebat analisanya, luar biasa keren.

    BalasHapus
  2. Keren tulisannya,,, terimakasih penjelasannya sangat bermanfaat

    BalasHapus
  3. Terimakasih..ulasannya tentang analisis ulangannya..., lengkap. Kereeen

    BalasHapus
  4. Mantaap tulisannya... Analisis memang perlu bagi seorang guru👍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Ibu. Dengan analisis kita bisa merefleksi pembeljaran dan melakukan perbaikan🤗

      Hapus
  5. Mantap...sangat sangat membantu sekali, terima kasih sahabatku🥰

    BalasHapus
  6. Maturnuwun ilmune, Dek 🤩👍🏼🙏🏻

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sami-sami... Semoga bermanfaat nggih mbak 🙏🏻.

      Hapus

Iklan atas artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah artikel