Menyusun Modul Ajar Kurikulum Merdeka

Menyusun Modul Ajar Kurikulum Merdeka - www.gurnulis.id
Bahasan mengenai penyusunan Modul Ajar pada Kurikulum Merdeka.
 
Halo sahabat Gurnulis. Sahabat tengah disibukkan oleh penyusunan modul ajar Kurikulum Merdeka-kah? Nah, pada kesempatan yang baik ini pun penulis hendak mengupas penyusunannya. Ayo kita berliterasi.

Rencana Pembelajaran pada Kurikulum Merdeka

Fungsi dari disisusunnya rencana pembelajaran adalah untuk memandu guru melaksanakan pembelajaran sehari-hari dalam rangka mencapai suatu tujuan pembelajaran. Dengan demikian, rencana pembelajaran disusun berdasarkan alur tujuan pembelajaran yang digunakan pendidik sehingga bentuknya lebih rinci dibandingkan alur tujuan pembelajaran.
 
Perlu sahabat Gurnulis garisbawahi bahwa alur tujuan pembelajaran tidak ditetapkan oleh pemerintah. Bisa saja pendidik yang satu dapat menggunakan alur tujuan pembelajaran yang berbeda dengan pendidik lainnya meskipun mengajar peserta didik dalam fase yang sama.
 
Akibat dari tidak ditetapkannya Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) tersebut mengakibatkan rencana pembelajaran yang dibuat masingmasing pendidik pun berbeda-beda,  terlebih lagi karena rencana pembelajaran ini  dirancang dengan memperhatikan berbagai faktor lainnya, termasuk faktor peserta didik yang berbeda, lingkungan sekolah, ketersediaan sarana dan prasarana pembelajaran, dan lain-lain.

Jenis-jenis Rencana Pembelajaran pada Kurikulum Merdeka

Setiap pendidik harus memiliki rencana pembelajaran untuk membantunya mengarahkan proses pembelajaran mencapai Capaian Pembelajaran. Pada Kurikulum Merdeka, rencana pembelajaran pada  ini dapat berupa 2 (dua) jenis, yaitu:
  1. rencana pelaksanaan pembelajaran atau yang dikenal sebagai RPP;
  2. modul ajar
Apabila pendidik menggunakan modul ajar, ia tidak perlu membuat RPP karena komponen-komponen dalam modul ajar  meliputi komponen-komponen dalam RPP atau lebih lengkap daripada RPP.
 

Perbedaan RPP dengan Modul Ajar pada Kurikulum Merdeka

RPP atau Rencana Pelaksanaan Pembelajar berbeda dengan Modul Ajar, meski fungsi keduanya adalah sama dan pendidik boleh memilih salah satunya. Perbedaanya terletak pada komponen minimum dari keduanya. Berikut adalah tabel perbedaanya.
Menyusun Modul Ajar Kurikulum Merdeka - www.gurnulis.id
Komponen minimum pada RPP meliputi hal-hal berikut.
  • Tujuan pembelajaran (salah satu dari tujuan dalam alur tujuan pembelajaran).
  • Langkah-langkah atau kegiatan pembelajaran. Biasanya untuk satu atau lebih pertemuan.
  • Asesmen pembelajaran: Rencana asesmen untuk di awal pembelajaran dan rencana asesmen di akhir pembelajaran untuk mengecek ketercapaian tujuan pembelajaran.
Komponen minimum pada Modul Ajar meliputi hal-hal berikut.
  • Tujuan pembelajaran (salah satu dari tujuan dalam alur tujuan pembelajaran).
  • Langkah-langkah atau kegiatan pembelajaran. Biasanya untuk satu tujuan pembelajaran yang dicapai dalam satu atau lebih pertemuan.
  • Rencana asesmen untuk di awal pembelajaran beserta instrumen dan cara penilaiannya.
  • Rencana asesmen di akhir pembelajaran untuk mengecek ketercapaian tujuan pembelajaran beserta instrumen dan cara penilaiannya.
  • Media pembelajaran yang digunakan, termasuk, misalnya bahan bacaan yang digunakan, lembar kegiatan, video, atau tautan situs web yang perlu dipelajari peserta didik.
Dari keduanya, terlihat bahwa komponen minimum dari sebuah rencana pelaksanaan pembelajaran itu lebih sederhana dan berfokus mendokumentasikan rencana. Sementara dalam modul ajar, perencanaan dilengkapi dengan media yang digunakan, termasuk juga instrumen asesmennya. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa dari segi komponen, modul ajar lebih lengkap daripada rencana pelaksanaan pembelajaran. Dari sini, pendidik yang menggunakan modul ajar untuk mencapai satu atau lebih tujuan pembelajaran tidak perlu lagi mengembangkan rencana pelaksanaan pembelajaran.
 
Pemerintah telah menyediakan contoh-contoh rencana pelaksanaan pembelajaran dan modul ajar. Pendidik pada satuan pendidikan dapat menggunakan dan/ atau menyesuaikan contoh-contoh tersebut dengan kebutuhan peserta didik. Untuk pendidik yang merancang rencana pelaksanaan pembelajarannya sendiri, maka komponenkomponen dalam tabel di atas harus termuat dan  dapat ditambahkan dengan komponen lainnya  sesuai dengan kebutuhan pendidik, peserta  didik, dan kebijakan satuan pendidikan. 

Cara Menyusun Modul Ajar pada Kurikulum Merdeka

Modul ajar pada Kurikulum Merdeka sekurang-kurangnya yang berisikan tujuan, langkah, media pembelajaran, asesmen, serta informasi dan referensi belajar lainnya yang dapat membantu pendidik dalam melaksanakan pembelajaran. Satu modul ajar biasanya berisi rancangan pembelajaran untuk satu tujuan pembelajaran berdasarkan alur tujuan pembelajaran yang telah disusun. 

Modul ajar dalam Kurikulum Merdeka ditujukan untuk membantu pendidik mengajar secara lebih fleksibel dan kontekstual, tidak selalu menggunakan buku teks pelajaran. Modul ajar dapat menjadi pilihan lain atau alternatif strategi pembelajaran.
 
Sebelum merancang modul ajar, pendidik perlu mempertimbangkan hal-hal berikut.
  • Untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran tertentu, apakah merujuk pada buku teks saja sudah cukup atau perlu menggunakan modul ajar?
  • Jika membutuhkan modul ajar, apakah dapat menggunakan modul ajar yang telah disediakan, memodifikasi modul ajar yang  disediakan, atau perlu membuat modul ajar  baru?
Sahabat Gurnulis, apabila seletah mempertimbangkan kedua hal tersebut  sahabat menyimpulkan bahwa modul ajar tidak dibutuhkan atau modul ajar yang disediakan dapat digunakan dengan penyesuaian-penyesuaian tertentu, maka ia tidak perlu merancang modul ajar yang baru. Komponen minimum modul ajar telah disampaikan pada awal artikel, namun bila diperlukan, pendidik juga dapat menambah komponen, misalnya dengan menyusun modul ajar dengan struktur sebagai berikut.
Menyusun Modul Ajar Kurikulum Merdeka - www.gurnulis.id
Komponen Informasi Umum, terdiri dari
  • identitas penulis modul;
  • kompetensi awal;
  • Profil pelajar Pancasila;
  • sarana dan prasarana;
  • target peserta didik;
  • model pembelajaran yang digunakan.
Komponen Inti, terdiri dari
  • tujuan pembelajaran
  • asesmen;
  • pemahaman bermakna;
  • pertanyaan pemantik;
  • kegiatan pembelajaran;
  • refleksi peserta didik dan pendidik.
Lampiran, terdiri dari
  • lembar kerja peserta didik;
  • pengayaan dan remedial;
  • bahan bacaan pendidik dan peserta didik;
  • glosarium;
  • daftar pustaka.
 

Pertanyaan Reflektif untuk Menyusun Modul Ajar pada Kurikulum Merdeka

Pertanyaan-pertanyaan reflektif berikut ini dapat digunakan pendidik dalam proses perancangan modul ajar.
  1. Bagaimana agar perhatian peserta didik senantiasa fokus dan mereka terus bersemangat sepanjang kegiatan pembelajaran?
  2. Bagaimana saya sebagai pendidik akan membantu setiap individu peserta didik memahami pembelajaran?
  3. Bagaimana saya akan mendorong peserta didik untuk melakukan refleksi, mempelajari lagi, memperbaiki, dan berpikir ulang tentang konsep atau materi pelajaran yang telah mereka pelajari? 
  4. Bagaimana peserta didik dapat menunjukkan pemahaman mereka dan melakukan evaluasi diri yang berarti setelah mempelajari materi ini?
  5. Bagaimana saya akan menyesuaikan langkah dan/atau materi pelajaran berdasarkan keunikan dan kebutuhan masing-masing peserta didik?
  6. Bagaimana saya akan mengelola pengalaman belajar yang mendorong peserta didik untuk menjadi pelajar yang aktif dan mandiri? 
 

Hal Penting dalam Penyusunan Modul Ajar pada Kurikulum Merdeka

Dalam rangka penyusunan modul ajar, pendidik memiliki keleluasaan untuk memilih dan memodifikasi contoh-contoh modul ajar yang tersedia atau mengembangkan modul ajar sendiri, sesuai dengan konteks, kebutuhan, dan karakteristik peserta didik. 

Karakteristik Modul Ajar Kurikulum Merdeka pada Berbagai Jenjang

Setiap jenjang pendidikan memiliki karakteristik modul ajarnya sendiri. Berikut penulis paparkan satu per satu.

Karakteristik Modul Ajar Kurikulum Merdeka pada Jenjang PAUD

Rencana pembelajaran atau modul ajar pada PAUD merupakan dokumen yang setidaknya memuat komponen tujuan pembelajaran, langkah-langkah kegiatan, serta asesmen yang dibutuhkan dalam satu unit atau topik berdasarkan alur tujuan pembelajaran atau pada rentang waktu yang telah ditentukan. 

Karakteristik Modul Ajar Kurikulum Merdeka pada Jenjang Pendidikan Khusus

Pada jenjang Pendidikan Khusus (Diksus), pengembangan modul ajar selain sesuai dengan struktur dan komponen di atas, juga sesuai dengan kebutuhan peserta didik berdasarkan hasil asesmen diagnostik sehingga pengembangan modul ajar dimungkinkan dapat terjadi lintas fase dan elemen.

Karakteristik Modul Ajar Kurikulum Merdeka pada Jenjang Pendidikan Kesetaraan

Pada jenjang Pendidikan Kesetaraan, penyusunan langkah-langkah pembelajaran memperhatikan bentuk pembelajaran, yakni tatap muka, tutorial, mandiri ataupun kombinasi secara proporsional dari ketiganya. Pada modul ajar ini, komponen jam pelajaran mengacu pada pemetaan SKK pada tiap  mata pelajaran yang dilakukan oleh satuan pendidikan. Satu SKK adalah satu satuan kompetensi yang dicapai melalui pembelajaran 1 (satu) jam tatap muka atau 2 (dua) jam tutorial atau 3 (tiga) jam mandiri, atau kombinasi secara proporsional dari ketiganya. Satu jam tatap muka yang dimaksud adalah satu jam pembelajaran, yaitu sama dengan 35 (tiga puluh lima) menit untuk Program Paket A, 40 (empat puluh) menit untuk Program Paket B, dan 45 (empat puluh lima) menit untuk Program Paket C.

Karakteristik Modul Ajar Kurikulum Merdeka pada Jenjang SMK

Pada jenjang SMK, mata pelajaran kejuruan, khususnya mata pelajaran konsentrasi keahlian, modul ajar dilengkapi dengan bahan ajar atau lembar kerja atau latihan-latihan sesuai dengan konsentrasi atau keahlian yang akan dipelajari oleh peserta didik. Modul ajar dapat disusun berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dan/ atau disusun bersama mitra dunia kerja. 

Referensi

Bahasan mengenai penyusunan modul ajar Kurikulum Merdeka ini diambil dari panduan pembelajaran dan asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah yang diterbitkan oleh Kemendibudristek. File-nya dapat sahabat Gurnulis unduh pada tautan berikut.
 

Penutup

Demikianlah bahasan mengenai cara menyusun modul ajar Kurikulum Merdeka ya, sahabat Gurnulis. Salam satu pembelajaran. Salam literasi guru ndeso.
Munasifatut Thoifah Guru yang selalu ingin berbagi inspirasi.

Belum ada Komentar untuk "Menyusun Modul Ajar Kurikulum Merdeka"

Posting Komentar

Iklan atas artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah artikel