Kaidah Penulisan Soal Pilihan Ganda

Kaidah Penulisan Soal Pilihan Ganda - www.gurnulis.id
Tata cara penulisan soal pilihan ganda yang benar untuk jenjang SD/MI, SMP/MTs, maupun SMA/MA serta SMK
Halo sahabat pendidik yang budiman. Masih setia memantau tulisan-tulisan dari gurnulis, bukan? Semoga tidak jemu ya untuk terus membaca tulisan pada blog ini. Melalui tulisan kali ini, penulis akan mengajak sahabat pendidik untuk mengingat dan memperdalam kembali kaidah penulisan soal pilihan ganda. Kaidah ini pada dasarnya adalah sama untuk semua jenjang pendidikan, baik untuk jenjang SD/MI, SMP/MTs, maupun SMA/MA serta SMK. Oh ya, sebelumnya penulis telah membahas tata cara penyusunun kisi-kisi soal. Sebelum masuk ke kaidah penulisan soal ini, ada baiknya sahabat pendidik pahami terlebih dahulu seluk-beluk kisi-kisinya ya.
 
Sahabat pendidik, kita ketahui bersama bahwa penilaian hasil belajar peserta didik merupakan kegiatan pengumpulan dan pengolahan informasi hasil belajar peserta didik untuk mengetahui perkembangan pembelajaran dan menyimpulkan hasil pencapaian pembelajaran peserta didik. Penilaian hasil belajar peserta didik dapat dilakukan oleh pemerintah, satuan pendidikan, dan pendidik. Penilaian hasil belajar oleh pemerintah biasanya dilakukan dalam bentuk tes terstandar baik dalam penyiapan bahan tes, pelaksanaan tes, maupun analisis dan pemanfaatan hasil tes. Penilaian hasil belajar oleh pemerintah umumnya mengukur ketercapaian hasil belajar aspek pengetahuan dan menggunakan bentuk soal yang secara teknis mudah untuk dilakukan penskoran misalnya bentuk soal pilihan ganda.
 
Soal bentuk pilihan ganda merupakan soal yang jawabannya harus dipilih dari beberapa kemungkinan jawaban yang telah disediakan. Setiap soal pilihan ganda terdiri atas pokok soal (stem) dan pilihan jawaban (option). Pilihan jawaban terdiri atas kunci jawaban dan pengecoh (distractor). Kunci jawaban adalah jawaban yang benar sedangkan pengecoh merupakan jawaban yang tidak benar.
 
Soal pilihan ganda memiliki keunggulan dibandingkan dengan bentuk soal lainnya. Apa saja keunggulan  soal dalam bentuk pilihan ganda? Berikut beberapa keunggulan dari soal bentuk pilihan ganda.
  1. Mengukur berbagai jenjang kognitif.
  2. Penskorannya mudah, cepat, objektif, dan dapat mencakup ruang lingkup bahan atau materi atau pokok bahasan yang luas.
  3. Bentuk ini sangat tepat untuk ujian yang pesertanya sangat banyak atau yang sifatnya massal.
 
Di balik keunggulan tersebut, soal bentuk pilihan ganda ternyata memiliki keterbatasan-keterbatasan. Keterbatasan tersebut diantaranya:
  1. memerlukan waktu yang relatif lama untuk menulis soalnya;
  2. sulit membuat pengecoh yang homogen dan berfungsi;
  3. terdapat peluang untuk menebak kunci jawaban.
 
Sahabat pendidik, setelah mengupas tentang keunggulan dan keterbatasan menggunakan soal bentuk pilihan ganda dalam penilaian, yuk sekarang kita kaji lebih dalam tentang kaidah penulisan soal pilihan ganda. Kaidah yang perlu diperhatikan dalam penulisan soal pilihan ganda adalah materi, konstruksi, dan bahasa. Penjelasan lengkapnya sebagai berikut.


A. Kaidah dari Segi Materi Soal

Dari segi materi, terdapat tiga hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan soal bentuk pilihan ganda. Penjelasannya adalah sebagai berikut.

1) Soal Harus Sesuai dengan Indikator

Soal harus dalam sesuai dengan indikator. Soal tidak boleh keluar dari indikator. Penulis contohkan soal yang tidak sesuai dengan indikator dan soal yang sesuai dengan indikator agar sahabat pendidik dapat memahaminya.
 
Disajikan indikator soal sebagai berikut.
Disajikan sebuah gambar lingkaran yang di dalamnya terdapat sebuah persegi  dengan titik sudut berada di keliling lingkaran, peserta didik dapat menentukan cara menghitung luas lingkaran jika diketahui panjang sisi persegi tersebut.
Contoh soal yang TIDAK sesuai indikator:
Perhatikan gambar berikut!
Kaidah Penulisan Soal Pilihan Ganda - www.gurnulis.id
Diketahui persegi ABCD dengan  panjang sisi AB = 14 cm. Luas daerah lingkaran yang diarsir adalah ….
A. 112 cm²
B. 108 cm²
C. 88 cm²
D. 74 cm² 

Kunci: A
 
Contoh soal yang sesuai indikator:
Perhatikan gambar berikut!
Kaidah Penulisan Soal Pilihan Ganda - www.gurnulis.id

Diketahui persegi ABCD dengan panjang sisi AB = 14 cm. Cara menghitung luas lingkaran berdasarkan gambar adalah ….
A. setengah panjang AC dipangkat dua, lalu dikali bilangan π
B. akar dua dari panjang AC dibagi dua, lalu dikali bilangan π
C. panjang AB kali panjang BC  dibagi dua, lalu dikali bilangan π
D. panjang AB kali panjang BC dipangkat dua, lalu dikali bilangan π

Kunci: C

2) Pilihan Jawaban Harus Homogen dan Logis dari Segi Materi

Pilhan jawaban atau opsi atau option dari soal pilihan ganda harus berada dalam lingkup yang sama. Jika berbeda artinya tidak homogen. Untuk lebih memahaminya perhatikan contoh berikut. Fokuskan perhatian pada opsi A sampai dengan D!

Contoh soal yang pilihan jawabannya TIDAK homogen dan TIDAK logis dari segi materi:
Wakil dari Indonesia yang turut menandatangani Deklarasi Bangkok pada tahun 1967 adalah ....
A.  Ali Alatas
B.  Mohamad Hatta
C.  Adam Malik
D.  Menteri Dalam Negeri

Kunci: C

Penjelasan: 
Pilihan jawaban D pada contoh soal di atas tidak homogen dari segi materi. Mengapa tidak homogen? Jawabannya adalah karena opsi D tidak menyebutkan nama tokohnya, demikian pula pilihan jawaban A kurang logis karena peristiwa ini terjadi pada tahun 1967.
 
Contoh soal yang pilihan jawabannya homogen dan logis dari segi materi:
Wakil dari Indonesia yang turut menandatangani Deklarasi Bangkok pada tahun 1967 adalah ....
A.  Mohammad Hatta
B.  Soekarno
C.  Adam Malik
D.  Ali Sastroamidjojo 
 
Kunci: C

3) Soal Harus Mempunyai Satu Jawaban yang Benar atau yang Paling Benar

Soal pilihan ganda diharuskan hanya mempunyai satu jawaban yang benar atau yang paling benar, tidak boleh lebih. Untuk lebih memahaminya, perhatikan contoh berikut.
 
Contoh soal yang mempunyai lebih dari satu jawaban yang benar:
Contoh peristiwa konveksi dalam kehidupan sehari-hari adalah ....
A. panas matahari yang sampai ke bumi
B. terjadinya angin darat dan angin laut
C. air yang dimasak di dalam panci lama kelamaan mendidih
D. pangkal besi yang terasa panas ketika ujungnya dibakar 
 
Kunci: B dan C

Keterangan: 
Jawaban yang sesuai dengan pertanyaan tersebut ada dua pilihan jawaban, yakni B dan C.

Contoh soal yang mempunyai satu jawaban yang benar:
Contoh peristiwa konveksi dalam kehidupan sehari-hari adalah ....
A. panas matahari yang sampai ke bumi
B. terjadinya angin darat dan angin laut
C. panci yang menjadi panas akibat adanya api dari kompor
D. pangkal besi yang terasa panas ketika ujungnya dibakar

Kunci: B
 
 

B. Kaidah dari Segi Konstruksi Soal

Tentunya sahabat pendidik bertanya-tanya ya tentang apa itu konstruksi? Konstruksi adalah format yang dalam penulisan soal. Hal-hal yang mesti kita perhatikan dalam penulisan soal bentuk pilihan ganda dari segi konsrtuksi adalah sebagai berikut.

1) Pokok Soal Harus Dirumuskan Secara Jelas dan Tegas

Pokok soal tidak boleh berbelit-belit, mudah dicerna, dan jelas. Untuk lebih memahaminya, sahabat pendidik perhatikan contoh berikut.

Contoh soal yang pokok soalnya TIDAK dirumuskan secara tegas dan jelas:
Persilangan antara tanaman ercis berbiji bulat (Bb) dengan tanaman ercis berbiji kerut (bb) menghasilkan tanaman ercis berbiji bulat. Apabila F1 disilangkan dengan sesamanya, akan diperoleh perbandingan genotip seperti tampak pada diagram berikut.
Kaidah Penulisan Soal Pilihan Ganda - www.gurnulis.id
Jika seluruh tanaman F2 berjumlah 12 pohon, akan diperoleh tanaman ercis berbiji bulat sebanyak ....
A. 100%
B. 75%
C. 50%
D. 25%

Kunci: A

Penjelasan: 
Perumusan permasalahan dalam stimulus soal tidak jelas karena hasil persilangan antara genotip Bb dengan bb akan menghasilkan filial bergenotip Bb (bulat) dan bb (kerut), tidak ditemukan F2 bergenotip BB. Pokok soal menjadi tidak jelas karena pada pilihan jawaban tidak disajikan jumlah tanaman akan tetapi persentase.

Contoh soal yang pokok soalnya dirumuskan secara tegas dan jelas:
Persilangan antara tanaman ercis berbiji bulat (BB) dengan tanaman ercis berbiji kerut (bb) menghasilkan tanaman ercis berbiji bulat. Apabila F1 disilangkan dengan sesamanya,  akan diperoleh perbandingan genotip seperti tampak pada diagram berikut:
Kaidah Penulisan Soal Pilihan Ganda - www.gurnulis.id
Jika seluruh tanaman F2 berjumlah 12 pohon, akan diperoleh tanaman ercis berbiji bulat sebanyak ...
A. 9 pohon
B. 6 pohon
C. 3 pohon
D. 1 pohon

Kunci: A
 

2) Rumusan Pokok Soal dan Pilihan Jawaban Harus Merupakan Pernyataan yang Diperlukan Saja

Terkadang seringkali kita menulis soal dalam bahasa yang yang terlalu panjang, namun tidak efektif. Hal demikian harus dihindari. Untuk lebih memahaminya, perhatikan contoh berikut!
 
Contoh soal yang rumusannya TIDAK efektif:
Bacalah paragraf berikut!
Saat ini berbagai fasilitas jalan dibangun di kota Jakarta. Meskipun demikian, kepadatan dan kemacetan lalu lintas sulit untuk dihindari. Kepadatan lalu lintas sangat besar terjadi pada pagi hari pada saat warga kota akan memulai aktivitasnya, dan pada sore atau petang hari pada saat mereka akan pulang. […]

Banyak orang belum mampu memilih kalimat  yang tepat untuk melengkapi paragraf rumpang. Kalimat yang tepat untuk melengkapi paragraf  tersebut  adalah ...
A. Hal yang perlu diperhatikan lebih lanjut adalah keterkaitan sistem transportasi yang terpadu dengan struktur kota.
B. Upaya yang dilakukan selama ini adalah pelebaran jalan dan pembuatan jalan layang.
C. Keadaan ini akan menimbulkan pemikiran dibangunnya sistem transportasi massa di kota Jakarta yang memadai.
D. Kabarnya akan dibangun sistem transportasi massa di kota Jakarta yang  terintegrasi.
E. Sebelum ada ledakan penduduk perkotaan dan pemilikan kendaraan pribadi, kota masih terasa nyaman.
 
Kunci: C

Penjelasan: 
Rumusan  pokok soal  tersebut berlebihan karena ada bagian yang tidak diperlukan. Hal ini akan menyita sebagian waktu yang disediakan dalam mengerjakan soal.

Contoh soal yang rumusannya efektif:
Bacalah paragraf berikut!
Saat ini berbagai fasilitas jalan dibangun di kota Jakarta. Meskipun demikian, kepadatan dan kemacetan lalu lintas sulit untuk dihindari. Kepadatan lalu lintas sangat besar terjadi pada pagi hari pada saat warga kota akan memulai aktivitasnya, dan pada sore atau petang hari pada saat mereka akan pulang. […]
 
Kalimat yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah ...
A. Hal yang perlu diperhatikan lebih lanjut adalah keterkaitan sistem transportasi yang terpadu dengan struktur kota.
B. Upaya yang dilakukan selama ini adalah pelebaran jalan dan pembuatan jalan layang.
C. Keadaan ini akan menimbulkan pemikiran dibangunnya sistem transportasi massal di kota Jakarta yang memadai.
D. Kabarnya akan dibangun sistem transportasi massal di kota Jakarta yang terintegrasi.
E. Sebelum ada ledakan penduduk perkotaan dan pemilikan kendaraan pribadi, kota Jakarta masih terasa nyaman.

Kunci: C
 

3) Pokok Soal Tidak Memberi Petunjuk ke Arah Jawaban yang Benar

Para pendidik seringkali salah dalam menyusun soal pilihan ganda. Alih-alih ingin soalnya sempurna dengan stimulus yang panjang, yang ada justru stimulus tersebut memberi petunjuk ke arah jawaban yang benar. Untuk memahaminya, sahabat pendidik perhatikan contoh berikut.

Contoh soal yang pokok soalnya memberi petunjuk ke arah jawaban yang benar:
Kemiskinan dan ketimpangan ekonomi merupakan salah satu persoalan sosial di daerah perkotaan. Banyak data menunjukkan ketimpangan ekonomi mengalami lonjakan yang tajam disebabkan pertumbuhan ekonomi yang tidak simetris. Pada kelompok yang memiliki akses kondisi ini tetap menghasilkan keuntungan dan menumpuk kekayaan, sementara kelompok yang belum tersentuh pembangunan ekonomi secara merata tidak mempunyai kemampuan untuk merubah keadaan. Dampak dari permasalahan tersebut yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin terjebak dalam lingkaran kemiskinan.

Salah satu faktor penyebab ketimpangan sosial di perkotaan adalah ….
A. persebaran penduduk yang cukup merata
B. pembangunan pendidikan di berbagai wilayah
C. pembangunan ekonomi tidak merata antarwilayah
D. tingkat kesehatan masyarakat semakin membaik
E. tersedianya sumber daya manusia di perkotaan

Kunci: C
 
Penjelasan:
Pada kalimat di awal paragraf sudah jelas menunjukkan ke arah jawaban.

Contoh soal yang pokok soalnya tidak memberi petunjuk ke arah jawaban yang benar:
Terjadinya penangkapan terhadap WNI di suatu negara karena dugaan pelanggaran ijin tinggal telah membuat pihak Kementerian Luar Negeri melakukan langkah-langkah diplomatik melalui Kedutaan Besar RI di negara tersebut. Peran perwakilan diplomatik dalam menangani peristiwa tersebut adalah ....
A. memberikan advokasi tanpa diminta terhadap WNI
B. memberikan ijin tinggal tambahan terhadap WNI
C. memberikan bantuan untuk perpanjangan paspor WNI
D. memberikan bantuan hukum pada WNI di luar negeri
E. membantu proses deportasi untuk kembali ke Indonesia

Kunci: C
 

4) Pokok Soal Tidak Mengandung Pernyataan yang Bersifat Negatif Ganda

Soal yang dirumuskan dengan pernyataan yang bersifat negatif ganda akan membingunkan peserta didik. Soal dengan tipe ini harus dihindari. Berikut contohnya.

Contoh soal yang pokok soalnya mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda:
Berikut ini bukan merupakan sifat dari larutan asam, kecuali ....
A. mengubah warna lakmus merah menjadi biru
B. sulit bersenyawa dengan logam
C. memiliki pH kurang dari 7
D. tidak dapat menghantarkan arus listrik
 
Kunci: C

Penjelasan:
Pokok soal di atas menggunakan pernyataan yang bersifat negatif ganda, yaitu menggunakan kata bukan dan kecuali sehingga menyulitkan peserta didik memahami pokok soal.

Contoh soal yang pokok soalnya tidak mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda:
Berikut ini yang merupakan sifat dari larutan asam adalah ....
A. mengubah warna lakmus merah menjadi biru
B. sulit bersenyawa dengan logam
C. memiliki pH kurang dari 7
D. tidak dapat menghantarkan arus listrik

Kunci: C
 

5) Panjang Rumusan Pilihan Jawaban Harus Relatif Sama

Pilihan jawaban atau opsi atau option harus relatif sama pajangnya. Jika ada salah satu opsi jawaban pada soal pilihan ganda yang lebih panjang dan mencolok dari yang lainnya, akan memiliki potensi yang besar menjadi jawaban dari peserta didik. Beberapa peserta didik terkadang memiliki pedoman "jawaban yang benar ada pada pilihan yang kalimatnya paling pajang". Berikut penjelasannya.

Contoh soal yang panjang rumusan pilihan jawabannya tidak sama panjang:
Terjadinya penangkapan terhadap WNI di suatu negara karena dugaan pelanggaran ijin tinggal telah membuat pihak Kementerian Luar Negeri melakukan langkah-langkah diplomatik melalui Kedutaan Besar RI di negara tersebut. Peran perwakilan diplomatik dalam menangani peristiwa tersebut adalah ....
A. memberikan advokasi tanpa diminta terhadap WNI
B. memberikan izin tinggal tambahan terhadap WNI
C. memberikan bantuan untuk perpanjangan paspor WNI
D. memberikan bantuan hukum bagi kepentingan warga negara di negara penerima agar izin tinggal WNI tersebut diperpanjang
E. melakukan proses deportasi untuk kembali ke Indonesia

Kunci: D

Penjelasan:
Pilihan jawaban D terlalu panjang, ada kecenderungan pilihan jawaban yang panjang memberikan informasi yang lengkap dan merupakan kunci jawaban.

Contoh soal yang panjang rumusan pilihan jawabannya relatif sama panjang:
Terjadinya penangkapan terhadap WNI di suatu negara karena dugaan pelanggaran ijin tinggal telah membuat pihak Kementerian Luar Negeri melakukan langkah-langkah diplomatik melalui Kedutaan Besar RI di negara tersebut. Peran perwakilan diplomatik dalam menangani peristiwa tersebut adalah ....
A. memberikan advokasi tanpa diminta terhadap WNI
B. memberikan izin tinggal tambahan terhadap WNI
C. memberikan bantuan untuk perpanjangan paspor WNI
D. memberikan bantuan hukum pada WNI di luar negeri
E. membantu proses deportasi untuk kembali ke Indonesia

Kunci: D
 

6) Pilihan Jawaban Tidak Mengandung Pernyataan, “Semua Pilihan Jawaban di atas Salah”, atau “Semua Pilihan Jawaban di atas Benar”

Para pendidik yang kehabisan ide untuk menentukan opsi dari soal pilihan ganda, biasanya akan melengkapi opsi terakhir dengan kalimat yang berbunyi "semua pilihan jawaban di atas salah" ataupun "semua jawaban di atas benar". Ini tidaklah tepat. Berikut penjelasannya melalui contoh.
 
Contoh soal yang pilihan jawabannya mengandung pernyataan, “semua pilihan jawaban di atas salah”, atau “semua pilihan jawaban di atas benar”:
Indonesia melakukan kerja sama internasional tidak hanya dalam bentuk kegiatan ekspor impor tapi juga menyangkut ketenagakerjaan dengan mengirimkan tenaga kerja Indonesia (TKI) ke negara lain. Pengiriman TKI ini sering menimbulkan masalah antara lain banyaknya tenaga kerja yang tidak siap pakai.
Cara mengatasi masalah tersebut adalah melalui ....
A. memberikan pelatihan keterampilan bidang yang dikerjakan
B. menyeleksi tenaga kerja yang akan dikirim ke luar negeri
C. pembekalan bahasa yang baik dan tutur kata yang sopan
D. semua jawaban di atas benar
E. semua jawaban di atas salah

Kunci: D

Penjelasan:
Pada soal tersebut pilihan jawaban berkurang dua dan hanya tiga pilihan jawaban yang dipertimbangkan. Jika pada pilihan jawaban E semua jawaban di atas salah, merupakan kunci jawaban, tidak akan diperoleh informasi yang menunjukkan pemahaman peserta didik tentang jawaban yang benar. Demikian juga, sebaliknya jika pilihan jawaban D. semua jawaban diatas benar, maka peserta didik tidak dapat dibedakan siswa yang kompeten dan dan yang tidak kompeten.

Contoh soal yang pilihan jawabannya tidak mengandung pernyataan, “semua pilihan jawaban di atas salah”, atau “semua pilihan jawaban di atas benar”:
Indonesia melakukan kerja sama internasional tidak hanya dalam bentuk kegiatan ekspor impor tapi juga menyangkut ketenagakerjaan dengan mengirimkan tenaga kerja Indonesia (TKI) ke negara lain. Pengiriman TKI ini sering menimbulkan masalah antara lain banyaknya tenaga kerja yang tidak siap pakai.
Cara mengatasi masalah tersebut adalah melalui ....
A. meninjau kembali kebijakan pengiriman tenaga kerja ke luar negeri
B. menyeleksi tenaga kerja yang akan dikirim ke luar negeri
C. melanjutkan pengiriman tenaga kerja ke luar negeri tanpa syarat
D. meningkatkan kuantitas tenaga kerja yang akan dikirim ke luar negeri
E. tenaga kerja wanita diperbolehkan bekerja di luar negeri

Kunci: B
 

7) Pilihan Jawaban yang Berbentuk Angka atau Waktu Harus Disusun Berdasarkan Urutan Besar Kecilnya Nilai Angka Tersebut atau Kronologinya

Apabila soal pilihan ganda yang disusun mengandung pilihan jawaban yang berupa angka ataupun waktu, pilihan jawaban tersebut harus tersusun berdasarkan urutan atau kronologinya. Ini bertujuan untuk memudahkan peserta didik dalam mengidentifikasi jawaban dari soal tersebut.
 
Contoh soal yang pilihan jawabannya TIDAK berurutan berdasarkan besar kecilnya nilai angka:
Hasil dari 4³ adalah ....
A. 7
B. 64
C. 12
D. 81

Kunci: B

Penjelasan:
Pilihan jawaban di atas tidak berurutan dari besar ke kecil atau sebaliknya sehingga akan menyita waktu peserta didik. Pilihan jawaban berupa angka harus berurutan untukmempermudah peserta didik memilih pilihan jawaban.

Contoh soal yang pilihan jawabannya berurutan berdasarkan besar kecilnya nilai angka:
Hasil dari 4³ adalah ....
A. 7
B. 12
C. 64
D. 81

Kunci: C
 

8) Stimulus yang Berupa Gambar, Grafik, Tabel, Diagram, dan Sejenisnya yang Terdapat pada Soal Harus Jelas, Berfungsi, dan Konstektual

Semua stimulus soal, baik berupa gambar, grafik, tabel, diagram, dan sebagainya harus jelas, berfungsi, dan kontekstual. Jangan sampai stimulus sudah dihadirkan dalam soal, namun tidak jelas, tidak berfungsi, dan tidak kontekstual. Berikut contohnya.
 
Contoh soal yang stimulusnya TIDAK berfungsi:
Perhatikan gambar berikut!
Kaidah Penulisan Soal Pilihan Ganda - www.gurnulis.id
Karakteristik lapisan troposfer adalah ....
A. terjadi penurunan suhu 0,6 °C  setiap ketinggian bertambah 100 m
B. kenaikan suhu dari -100 °C sampai ribuan derajat celcius
C. suhu udara bertambah tinggi seiring dengan naiknya ketinggian tempat
D. penurunan suhu yang terjadi sebesar 0,4 °C setiap kenaikan 100 m

Kunci: A

Penjelasan:
Soal masih dapat dijawab tanpa melihat gambar karena pada pokok soal sudah jelas hal yang ditanyakan. Pada soal tersebut gambar tidak berfungsi.

Contoh soal yang stimulusnya berfungsi:
Perhatikan gambar berikut!
Kaidah Penulisan Soal Pilihan Ganda - www.gurnulis.id

Karakteristik lapisan 1 seperti pada gambar adalah ....
A. terjadi penurunan suhu 0,6 °C  setiap ketinggian bertambah 100 m
B. kenaikan suhu dari -100 °C sampai ribuan derajat celcius
C. suhu udara bertambah tinggi seiring dengan naiknya ketinggian tempat
D. penurunan suhu yang terjadi sebesar 0,4 °C setiap kenaikan 100 m

Kunci: A
 

9) Butir Soal Tidak Boleh Bergantung pada Jawaban Soal Sebelumnya

Setiap soal harus berdiri sendiri. Tidak boleh bergantung pada jawaban soal sebelumnya. Penjelasannya adalah sebagai berikut.
 
Contoh soal yang butir soalnya bergantung pada jawaban soal sebelumnya:
15. Jika kolam ikan pada soal nomor 14 diisi air dengan debit 30 liter/menit, waktu yang diperlukan hingga kolam terisi penuh air adalah ....
A.  60 menit
B.  200 menit
C.  600 menit
D.  2.000 menit 

Kunci: C
 
Penjelasan:
Soal di atas dapat merugikan peserta didik. Peserta didik yang tidak dapat menjawab dengan benar pada soal nomor 14  pasti akan menjawab salah pada soal nomor 15. Oleh karena itu, soal nomor 15 harus diperbaiki sehingga menjadi soal yang berdiri sendiri.
 
Contoh soal yang butir soalnya tidak bergantung pada jawaban soal sebelumnya:
15. Sebuah kolam ikan dengan volume 18.000 liter diisi air dengan debit 30 liter/menit. Waktu yang diperlukan hingga kolam terisi penuh air adalah ....
A.  60 menit
B.  200 menit
C.  600 menit
D.  2.000 menit

Kunci: C
 
Catatan
Beberapa pendidik mungkin membawa permasalahan ini pada pedoman penggunaan stimulus. Mereka beranggapan bahwa kaidah ini berlaku juga pada stimulus. Satu soal dianggap harus memiliki satu stimulus dan tidak boleh ada stimulus yang dipakai secara bersamaan untuk beberapa soal.

Pendapat yang demikian tidak tepat. Satu stimulus BOLEH dipakai untuk beberapa soal. Stimulus yang dipakai secara bersamaan TIDAK menjadikan suatu soal bergantung dengan soal sebelumya, jadi penggunaan stimulus secara bersamaan tidak menyalahi kaidah penulisan soal.


C. Kaidah dari Segi Bahasa Soal

Kaidah yang perlu dicermati dalam penulisan soal pilihan ganda dari aspek bahasa adalah sebagai berikut.

1) Setiap Soal Harus Menggunakan Bahasa yang Sesuai dengan Kaidah Bahasa Indonesia

Soal harus dirumuskan dalam Bahasa Indonesia yang baik dan Benar. Berikut penjelasannya.
 
Contoh soal yang TIDAK sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia:
Apabila mau memperkecil gaya gesek dapat dengan cara ....
A. memperkasar permukaan benda
B. memberi gerigi pada salah satu permukaan benda
C. memasang bantalan kayu pada salah satu permukaan
D. memperhalus permukaan benda

Kunci: D
 
Penjelasan:
Kalimat pada pokok soal belum sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia karena tidak ada subjek dan predikatnya kurang jelas. Pokok soal merupakan anak kalimat, induk kalimat tidak jelas.

Contoh soal yang sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia:
Upaya untuk memperkecil gaya gesek dapat dilakukan dengan cara ....
A. memperkasar permukaan benda
B. memberi gerigi pada salah satu permukaan benda
C. memasang bantalan kayu pada salah satu permukaan
D. memperhalus permukaan benda

Kunci: D
 

2) Setiap Soal Harus Menggunakan Bahasa yang Komunikatif dengan Bahasa yang Mudah Dipahami oleh Peserta Didik

Soal dengan istilah-istilah yang tidak dipahami oleh peserta didik harus dihindari. Berikut penjelasannya.
 
Contoh soal yang TIDAK komunikatif:
Limbah industri B3 yang masuk ke aliran sungai akan mencemari perairan tersebut sehingga mengganggu kehidupan biota di ekosistem tersebut.
Usaha yang dapat dilakukan untuk mengatasi pencemaran tersebut adalah ….
A. menutup aliran air limbah industri yang menuju sungai
B. menutup izin berdirinya pabrik yang berada dekat sungai
C. mengolah air limbah secara efektif sebelum di buang ke sungai
D. membiarkan tanaman air berkembang biak untuk membantu pengolahan limbah

Kunci: C

Penjelasan:
Soal di atas kurang baik karena menggunakan istilah atau kata yang tidak komunikatif yaitu B3, sehingga kemungkinan peserta didik sulit menebak makna dari B3, walaupun peserta didik masih dapat menjawab soal dengan cara menduga arti kata dari B3 tersebut.
 
Contoh soal yang komunikatif:
Limbah industri yang termasuk kategori bahan berbahaya dan beracun apabila masuk ke aliran sungai akan mencemari perairan tersebut sehingga dapat mengancam kelestarian biota di ekosistem tersebut.
Usaha yang dapat dilakukan untuk mengatasi pencemaran tersebut adalah ….
A. menutup aliran air limbah dari buangan industri yang menuju sungai
B. menutup izin berdirinya pabrik yang berada dekat sungai
C. mengolah air limbah secara efektif sebelum dibuang ke sungai
D. membiarkan tanaman air berkembang biak untuk membantu pengolahan limbah

Kunci: C
 

3) Tidak Menggunakan Bahasa yang Berlaku Setempat, Terutama Jika Soal Akan Digunakan untuk Daerah Lain atau Nasional

Penggunaan kosakata yang berlaku setempat harus dihindari dalam penulisan soal. Hal ini ditujukan untuk mengantisipasi kebingungan peserta didik dalam mengidentifikasi maksud soal.

Contoh soal yang menggunakan bahasa yang berlaku setempat:
Kegiatan nyambat sering dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Kegiatan tersebut merupakan cerminan dari nilai Pancasila, yaitu sila ....
A. Ketuhanan yang Maha Esa
B. Kemanusiaan yang adil dan beradab
C. Persatuan Indonesia
D. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Kunci: D

Penjelasan:
Kata nyambat berasal dari bahasa Jawa yang berarti gotong royong. Oleh karena itu, sebaiknya jangan menggunakan kata yang berlaku setempat karena akan mengakibatkan soal tersebut bias.

Contoh soal yang menggunakan bahasa yang berlaku nasional:
Kegiatan gotong royong sering dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Kegiatan tersebut merupakan cerminan dari nilai Pancasila, yaitu sila ....
A. Ketuhanan yang Maha Esa
B. Kemanusiaan yang adil dan beradab
C. Persatuan Indonesia
D. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia 
 
Kunci: D

4) Pilihan Jawaban Tidak Mengulang Kata atau Frasa yang Bukan Merupakan Satu Kesatuan Pengertian, Kata atau Frasa yang Sama yang Bukan Satu Pengertian Diletakkan pada Pokok Soal

Pilihan jawaban yang disajikan pada soal pilihan ganda tidak boleh mengulang-ulang kata atau frasa. Kata atau frasa yang termaksud di sini adalah kata atau frasa yang bukan satu pengertian. Penjelasannya adalah sebagai berikut.
 
Contoh soal yang pilihan jawabannya mengulang kata atau frase:
Perhatikan gambar berikut!
Kaidah Penulisan Soal Pilihan Ganda - www.gurnulis.id
Jika saklar S1 pada rangkaian gambar tersebut ditutup, yang terjadi adalah ....
A. lampu tetap menyala pada L1 dan L2
B. lampu tetap menyala pada L2 dan L3
C. lampu tetap menyala pada L1 dan L3
D. lampu tetap menyala pada L2 dan L4

Kunci: A

Penjelasan:
Pada pilihan jawaban terdapat pengulangan frasa. Sebaiknya frasa tersebut dimasukkan ke dalam pokok soal agar peserta didik tidak membaca berulang-ulang sehingga menyita waktu.

Contoh soal yang pilihan jawabannya tidak mengulang kata atau frase:
Perhatikan gambar berikut!
Kaidah Penulisan Soal Pilihan Ganda - www.gurnulis.id
Jika saklar S1 pada rangkaian tersebut ditutup, lampu yang tetap menyala adalah ....
A. L1 dan L2
B. L2 dan L3
C. L1 dan L3
D. L2 dan L4

Kunci: A
 
Catatan
Kaidah ini hanya berlaku untuk kata atau frasa yang bukan satu pengertian. Jika bertemu dengan kata atau frasa yang satu pengertian, maka pilihan jawabannya harus diulang-ulang, kalau tidak justru akan merusak makna. Contoh kata yang satu pengertian adalah "matahari". Contoh frasa yang satu pengertian adalah "lima meter", meter adalah bagian yang tidak perpisahkan dari lima pada konteks ini. Lebih lanjut dibahas pada aturan tambahan penulisan soal berikut.


Aturan Tambahan Penulisan Soal Pilihan Ganda

Ada empat aturan tambahan yang harus diindahkan dalam menulis soal pilihan ganda. Aturan tersebut adalah sebagai berikut.
 

1. Pokok Soal yang Berupa Pertanyaan, maka pilihan jawabannya dalam bentuk kalimat yang diawali huruf besar dan diakhiri tanda titik. Anatara tanda tanya dan kata sebelumnya tidak diberi spasi.

Contoh soal:
Manakah di antara hubungan dua makhluk hidup berikut yang merupan simbiosis parasitisme?
A. Kupu-kupu mengisap madu bunga mawar.
B. Tanaman anggrek hidup di batang pohon mangga.
C. Benalu hidup menempel di batang pohon rambutan.
D. Burung jalak memakan kutu di punggung kerbau.
 
Kunci: C

Diketahui sebuah persegi panjang mempunyai ukuran panjang 12 cm dan lebar 6 cm. Berapakah luas persegi panjang tersebut?
A. 72 cm².
B. 48 cm².
C. 36 cm².
D. 18 cm².

Kunci: A

 

2. Pokok soal yang berupa pernyataan dan pilihan jawaban merupakan lanjutan dari kalimat pokok soal, maka pilihan jawaban diawali dengan huruf kecil tanpa titik. Pokok soal diakhiri dengan empat titik. Sebelum titik empat diberi satu spasi.

Contoh soal:
Hubungan antara dua makhluk hidup yang merupakan simbiosis parasitisme adalah ....
A. kupu-kupu mengisap madu bunga mawar
B. tanaman anggrek hidup di batang pohon mangga
C. benalu menempel di batang pohon rambutan
D. burung jalak memakan kutu-kutu di punggung kerbau
 
Kunci: C

3. Pokok soal yang berupa pernyataan ettapi pilihan jawabannya berupa kalimat, maka pokok soal diikuti tiga titik dan pilihan jawabannya berupa kalimat utuh yang diawali huruf besar dan diakhiri titik.

Contoh soal:
Peribahasa dari pernyataan "Hanya orang bodoh sajalah yang terlalu banyak cakap" adalah ...
A. Tong kosong nyaring bunyinya.
B. Tukang tidak membuang kayu.
C. Tinggal kulit pembalut tulang.
D. Tepuk sebelah tangan tidak bunyi.

Kunci: A

4. Pilihan jawaban yang berupa angka harus diikuti dengan satuannya.

Contoh soal:
Sebuah kolam ikan berbentuk balok memiliki panjang 20 m, lebar 17,5 m, dan dalamnya 1,5 m. Volume kolam ikan tersebut adalah ....
A. 170 m³
B. 175 m³
C. 510 m³
D. 525 m³

Kunci: D


Selain kaidah-kaidah yang telah terpapar di atas, ada beberapa hal lagi yang kita perhatikan dalam membuat soal bentuk pilihan ganda. Hal-hal yang dimaksud adalah sebagai berikut.
  1. Gambar, kalimat atau slogan tidak mengandung unsur iklan promosi produk komersial (iklan) atau instansi (nama sekolah, nama wilayah).
  2. Tidak menggunakan nama tokoh yang masih hidup dalam soal karena dapat diinterpretasikan mempromosikan tokoh tersebut.
  3. Ilustrasi soal tidak mengandung unsur SARA, kekerasan, pornografi, politik, ataupun konten yang dapat menimbulkan dampak negatif.
  4. Gambar, teks atau kutipan sebaiknya dituliskan sumber asalnya.
  5. Tata letak gambar diusahakan konsisten.
  6. Soal pilihan ganda bisa dalam bentuk pertanyaan atau pernyataan, namun tidak boleh menggunakan kalimat perintah.
 
Setelah mengetahui kaidah-kaidah ini, bagaimana tanggapan sahabat pendidik? Ternyata cukup banyak juga ya aturan-aturan dalam menulis soal pilihan ganda. Meski demikian, banyak atau sedikitnya aturan bukanlah kendala bagi kita untuk terus menyajikan soal pilihan ganda yang baik. Ya, rasanya akan ada kepuasan tersendiri apabila kita telah berhasil menerapkannya dalam proses penyusunan perangkat penilaian. Mari sama-sama berkarya.
 
Penulis menyusun artikel ini berdasarkan Panduan Penilaian Tes Tertulis yang diterbitkan oleh Pusat Penilaian Pendidikan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai berikut.
Kaidah Penulisan Soal Pilihan Ganda - www.gurnulis.id
 
Salam litersi guru ndeso.
Munasifatut Thoifah Guru yang selalu ingin berbagi inspirasi.

6 Komentar untuk "Kaidah Penulisan Soal Pilihan Ganda"

  1. Luar biasa Pak D... siip ide menulisnya...

    BalasHapus
  2. Informatif sekali
    Terimakasih Bu

    BalasHapus
  3. Terimakasih info nya buk 🙏🏻 kebetulan saya ada tugas membuat soal hehe ...

    BalasHapus

Iklan atas artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah artikel