Level Kognitif pada Penyusunan Soal Ulangan

Level Kognitif pada Penyusunan Soal Ulangan - www.gurnulis.id
Level kognitif level 1, level 2, dan level 3 pada penyusunan soal ulangan jenjang SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA serta SMK
Assalamualaikum, halo sahabat Gurnulis. Sebelumnya penulis telah mengupas tata cara penyusunan kisi-kisi soal ulangan dan tata cara penyusunan kartu soal ulangan ya. Apakah kedua artikel tersebut mudah dipahami oleh sahabat pendidik? Semoga sahabat pendidik tidak terkendala dalam memahaminya ya. Pada tulisan kali ini penulis masih hendak berbagi tentang penulisan soal yang terkait dengan keduanya. Penulis hendak mengupas level kognitif pada penyusunan soal ulangan.
 
Masih terasa asingkah sahabat pendidik dengan istilah level kognitif ini? Pernahkah terdengar istilah tingkat kesukaran soal? Ya, level kognitif ada kaitannya dengan tingkat kesukaran soal. Penulis mulai dari pengertiannya ya.
 

Pengertian Level Kognitif

Level kognitif mencerminkan dimensi proses kognitif aspek pengetahuan yang diukur dari sebuah soal. Dimensi proses kognitif aspek pengetahuan menurut Bloom yang disempurnakan oleh Anderson dan Krathwohl  pada tahun 2001 sebagai berikut.
  1. Mengingat atau C1, yang merupakan proses kognitif dalam mengemukakan kembali apa yang sudah dipelajari dari guru, buku, sumber lainnya sebagaimana aslinya, tanpa melakukan perubahan.
  2. Memahami atau C2, yang merupakan proses kognitif yang ditandai dengan sudah adanya proses pengolahan dari bentuk aslinya tetapi arti dari kata, istilah, tulisan, grafik, tabel, gambar foto tidak berubah.
  3. Menerapkan atau C3, yang merupakan proses kognitif dalam menggunakan informasi, konsep, prosedur, prinsip, hukum, teori yang sudah dipelajari untuk sesuatu yang baru/belum dipelajari.
  4. Menganalisis atau C4, yang merupakan proses kognitif dalam menggunakan keterampilan yang telah dipelajarinya terhadap suatu informasi yang belum diketahuinya dalam mengelompokkan informasi, menentukan keterhubungan antara satu kelompok/informasi dengan kelompok/ informasi lainnya, antara fakta dengan konsep, antara argumentasi dengan kesimpulan, benang merah pemikiran antara satu karya dengan karya lainnya.
  5. Mengevaluasi atau C5, yang merupakan proses kognitif dalam menentukan nilai suatu benda atau informasi berdasarkan suatu kriteria.
  6. Mengkreasi ataun C6, yang merupakan proses kognitif dalam membuat sesuatu yang baru dari apa yang sudah ada sehingga hasil tersebut merupakan satu kesatuan utuh dan berbeda dari komponen yang digunakan untuk membentuknya.
 
Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut.
Level Kognitif pada Penyusunan Soal Ulangan - www.gurnulis.id
 

Level Kognitif yang Dipakai dalam Penyusunan Soal Ulangan

Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) yang kini berubah nama menjadi Pusat Asesmen Pembelajaran (Pusmenjar) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengelompokkan level kognitif ke dalam 3 level yaitu level pengetahuan dan pemahaman (level 1) mengukur proses berpikir C1 dan C2, level aplikasi (level 2) mengukur proses berpikir C3, dan level penalaran (level 3) mengukur proses berpikir C4, C5, dan C6. Penjelasannya adalah sebagai berikut.
 

Level Pengetahuan dan Pemahaman (Level 1)

Peserta didik pada level pengetahuan dan pemahaman ini dituntut untuk memiliki kemampuan standar minimum dalam menguasai pelajaran. Berikut adalah rincian kemampuannya.
  • Memperlihatkan ingatan dan pemahaman dasar terhadap materi  pelajaran dan dapat membuat generalisasi yang sederhana.
  • Memperlihatkan tingkatan dasar dalam pemecahan masalah  dalam pelajaran, paling tidak dengan satu cara.
  • Memperlihatkan pemahaman dasar terhadap grafik-grafik,  tabel-tabel, dan materi visual lainnya.
  • Mengkomunikasikan fakta-fakta dasar dengan menggunakan  terminologi yang sederhana.
 

Level Aplikasi (Level 2)

Peserta didik pada level aplikasi ini dituntut untuk memiliki kemampuan aplikatif. Berikut adalah rincian kemampuannya.
  • Memperlihatkan pengetahuan dan pemahaman terhadap materi  pelajaran dan dapat mengaplikasikan gagasan-gagasan dan konsep-konsep dalam konteks tertentu.
  • Menginterpretasi dan menganalisis informasi dan data.
  • Memecahkan masalah-masalah rutin dalam pelajaran.
  • Menginterpretasi grafik-grafik, tabel-tabel, dan materi visual  lainnya.
  • Mengomunikasikan dengan jelas dan terorganisasi penggunaan terminologi.
 

Level Penalaran (Level 3)

Peserta didik pada level penalaran ini dituntut untuk memiliki kemampuan penalaran dan logika. Berikut adalah rincian kemampuannya.
  • Memperlihatkan pengetahuan dan pemahaman yang luas  terhadap materi pelajaran dan dapat menerapkan gagasan-gagasan  dan konsep-konsep dalam situasi yang familiar,  maupun dengan cara yang berbeda.
  • Menganalisis, mensintesis, dan mengevaluasi gagasan-gagasan dan informasi yang faktual.
  • Menjelaskan hubungan konseptual dan informasi yang faktual.
  • Menginterpretasi dan menjelaskan gagasan-gagasan yang kompleks dalam pelajaran.
  • Mengekspresikan gagasan-gagasan nyata dan akurat dengan  menggunakan terminologi yang benar.
  • Memecahkan masalah dengan berbagai cara dan melibatkan  banyak variabel.
  • Mendemonstrasikan pemikiran-pemikiran yang original 
 
Lebih jelasnya dapat disimak pada tabel berikut.
Level Kognitif pada Penyusunan Soal Ulangan - www.gurnulis.id

Level Kognitif, Dimensi Proses Kognitif, dan Contoh Kata Kerja Operasional dalam Penyusunan Soal Ulangan

Bagaimana kata kerja operasional yang sesuai dengan level kognitif yang ditetapkan oleh Pusmenjar Kemendikbud dan dimensi proses kognitif yang ditetapkan oleh Bloom (yang disempurnakan oleh Anderson dan Krathwohl). Berikut adalah penjelasannya.

Kata Kerja Operasional pada Level Pengetahuan dan Pemahaman (Level 1)

Level pengetahuan dan pemahaman mencakup dimensi proses kognitif mengingat (C1) dan memahami (C2).

Dimensi mengingat (C1) merupakan dimensi peserta didik dalam mengambil pengetahuan dari memori jangka panjang, yang terdiri dari:
  1. mengenali (mengidentifikasi) dan 
  2. mengingat kembali. 
Kata kerja operasional pada dimensi mengingat ini terdiri dari:
  1. mengidentifikasi,
  2. menentukan (menyebutkan, menunjukkan)
  3. mendaftar,
  4. mendefinisikan, dan
  5. melabel.
Dimensi memahami (C2) merupakan dimensi peserta didik dalam mengonstruksi makna dari materi pembelajaran, termasuk apa yang diucapkan, ditulis, dan digambar oleh guru, yang terdiri dari:
  1. menafsirkan (mengklarifikasi, menerjemahkan),
  2. mencontohkan (mengilustrasikan),
  3. mengklasifikasikan,
  4. merangkum,
  5. menyimpulkan (inferensi),
  6. membandingkan  (mengontraskan), dan
  7. menjelaskan.
Kata kerja operasional pada dimensi memahami ini terdiri dari:
  1. menafsirkan (data)
  2. menerjemahkan,
  3. mengklarifikasi,
  4. memarafrasekan,
  5. mengilustrasikan,
  6. mengelompokkan,
  7. mengklasifikasi,
  8. merangkum,
  9. meringkas,
  10. menyimpulkan (data, karangan, dll)
  11. menyarikan (merangkum),
  12. mengekstrapolasi,
  13. memprediksi (data/konteks sederhana),
  14. membandingkan,
  15. mengontraskan,
  16. menjelaskan,
  17. mendeskripsikan, dan
  18. menentukan (kesimpulan, penjelasan, ringkasan, dll).

Kata Kerja Operasional pada Level Aplikasi (Level 2)

Level aplikasi mencakup dimensi proses kognitif mengaplikasikan (C3).

Dimensi mengaplikasikan (C3) merupakan dimensi peserta didik dalam menerapkan atau menggunakan suatu prosedur dalam keadaan tertentu, yang terdiri dari:
  1. mengeksekusi (melaksanakan) dan
  2. mengimplementasikan (menggunakan).
Kata kerja operasional pada dimensi mengaplikasikan ini terdiri dari:
  1. menggunakan,
  2. menerapkan,
  3. mengubah,
  4. menentukan (hasil perhitungan, dll), dan
  5. menghitung.

Kata Kerja Operasional pada Level Penalaran (Level 3)

Level penalaran mencakup dimensi proses kognitif menganalisis (C4), mengevaluasi (C5), dan mengkreasi (C6).

Dimensi menganalisis (C4) merupakan dimensi peserta didik dalam memecah-mecah materi menjadi bagian-bagian penyusunnya dan menentukan hubungan-hubungan antar bagian itu  serta hubungan antara  bagian-bagian tersebut  dengan keseluruhan struktur  atau tujuan, yang terdiri dari:
  1. membedakan (memilah, memfokuskan),
  2. mengorganisasi,
  3. mengatributasi, dan
  4. menentukan sudut  pandang.
Kata kerja operasional pada dimensi menganalisis ini terdiri dari:
  1. menganalisis,
  2. membedakan,
  3. memilah,
  4. menghubungkan,
  5. menemukan koherensi,
  6. menentukan,
  7. menyelidiki (sudut  pandang) rediksi (fenomena kompleks), dan
  8. memfokuskan (inti permasalahan).
Dimensi mengevaluasi (C5) merupakan dimensi peserta didik dalam mengambil keputusan berdasarkan kriteria dan/atau standar, yang terdiri dari:
  1. memeriksa (menguji, mendeteksi) dan
  2. mengkritik (menilai).
Kata kerja operasional pada dimensi mengevaluasi ini terdiri dari:
  1. menilai,
  2. mengkritik,
  3. mendeteksi,
  4. memeriksa (kesesuaian), dan
  5. menentukan (kelebihan dan kekurangan).
Dimensi mengkreasi (C6) merupakan dimensi peserta didik dalam memadukan bagian-bagian untuk membentuk sesuatu yang baru dan koheren atau membuat suatu ide/saran/gagasan yang orisinal, yang terdiri dari:
  1. merumuskan,
  2. merencanakan, dan
  3. memproduksi (mengonstruksi).
Kata kerja operasional pada dimensi mengkreasi ini terdiri dari:
  1. merencanakan,
  2. merevisi,
  3. mengembangkan,
  4. membangun,
  5. memodifikasi,m
  6. mendesain,
  7. menentukan (saran),
  8. merumuskan (hipotesis),
  9. merancang, dan
  10. mengkreasi (ide, gagasan baru dan orisinal).

Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut.
Level Kognitif pada Penyusunan Soal Ulangan - www.gurnulis.id

Contoh Penerapan Level Kognitif pada Kisi-kisi Soal Ulangan

Penentuan level kognitif adalah suatu keharusan dalam proses penyusunan kisi-kisi soal ulangan. Pada matriks kisi-kisi soal ulangan, terdapat bagian tersendiri yang digunakan untuk menentukan level kognitif soal. Berikut adalah contohnya. Fokuskan pada bagian yang diberi warna merah!
Level Kognitif pada Penyusunan Soal Ulangan - www.gurnulis.id
 
Pada mata pelajaran Matematika kelas 6 Sekolah Dasar, penulis dihadapkan dengan kompetensi dasar "menjelaskan dan melakukan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian yang melibatkan bilangan bulat negatif". Kompetensi dasar tersebut hendak penulis susun soal uraiannya. Karena bunyi kompetensi dasarnya ditandai dengan kata "menjelaskan" maka penulis putuskan level kognitif soal ini adalah level 1, yaitu level pengetahuan dan pemahaman. Dari hasil penentuan level inilah akhirnya penulis bisa merumuskan indikator soal, hingga indikator soalnya berbunyi "peserta didik dapat menentukan hasil operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat negatif".

Demikianlah bahasan mengenai level kognitif pada penyusunan soal ulangan. Mudah dipahami bukan, sahabat pendidik? Penulis mengupas level kognitif ini berdasarkan Panduan Penilaian Tes Tertulis yang diterbitkan oleh Pusat Penilaian Pendidikan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai berikut.
Level Kognitif pada Penyusunan Soal Ulangan - www.gurnulis.id

Yuk, mari kita bersama-sama mewujudkan penyusunan soal ulangan yang berkualitas. Salam literasi guru ndeso.
Munasifatut Thoifah Guru yang selalu ingin berbagi inspirasi.

Belum ada Komentar untuk "Level Kognitif pada Penyusunan Soal Ulangan"

Posting Komentar

Iklan atas artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah artikel