Iklan Header

Teori Belajar Dienes dalam Matematika SD

Teori Belajar Dienes dalam Matematika SD - www.gurnulis.id
Bahasan mengenai teori belajar Bruner yang terdiri dari tahap bermain bebas, permainan, penelaahan kesamaan sifat, representasi, simbolisasi, dan formalisasi.
Halo Sahabat Gurnulis, salam pembelajaran. Kalau sebelumnya penulis telah berbagi teori belajar Bruner, pada artikel ini penulis masih hendak berbagai teori belajar juga. Kali ini penulis hendak mengupas teori belajar Dienes. Apakah nama Dienes cukup familier bagi bagi sahabat pendidik? Yak, bagi pendidik di Sekolah Dasar tentu nama ini tidaklah asing.
 
Mengapa sahabat pendidik penulis ajak untuk mengulas teori belajar? Tujuannya adalah untuk memantapkan rencana dan pelaksanaan pembelajaran yang kita lakukan di sekolah. Perlu diketahui, penyusunan kurikulum pembelajaran Matematika pun beracuan pada teori belajar para ahli. Salah satunya adalah Dienes. Siapakah Dienes? Berikut penjelasannya.

Sosok Dienes

Dienes yang terkenal dengan teori belajarnya memiliki nama lengkap Zoltan Pal Dienes. Dienes adalah guru Matematika di Hongaria, Inggris, dan Perancis.
Teori Belajar Dienes dalam Matematika SD - www.gurnulis.id

Ia mengembangkan sistem pembelajaran Matematika dan mengupayakan kemudahan dan kemenarikan pembelajarannya. Dasar teori belajar Dienes adalah teori belajar Piaget.
 
Menurut teori belajar Dienes, Matematika merupakan pelajaran struktur, klasifikasi struktur, relasi-relasi dalam struktur, dan pengklasifikasian relasi-relasi antara struktur. Dienes percaya kalau setiap konsep Matematika akan dapat dipahami dengan baik oleh peserta didik jika disajikan dalam bentuk konkret dan beragam.
 
Hasil pengamatan dan pengalaman Dienes menyatakan bahwa anak-anak menyukai Matematika hanya pada permulaan mereka berkenalan saja. Permulaan pengenalan ini terutama pada bagian yang sederhana. Meski banyak anak-anak yang akhirnya menyukai tingkat lanjut, banyak pula anak-anak yang tidak memahami atau mendapatkan konsep yang keliru. Anak-anak yang terkendala akan memandang Matematika sebagai ilmu yang rumit dan memperdaya.

Istilah konsep dalam struktur Matematika yang digunakan oleh Dienes lebih luas daripada istilah konsep yang digunakan oleh Gagne. Teori belajar Gagne mengatakan bahwa konsep adalah ide abstrak yang memungkinkan kita mengelompokkan benda-benda ke dalam contoh dan bukan contoh, misalnya segitiga dan bukan segitiga, bilangan asli dan bukan bilangan asli, dan seterusnya. Sedangkan teori belajar Dienes menyatakan bahwa struktur Matematika itu meliputi konsep murni, konsep notasi, dan konsep terapan.
 

Proses Belajar dalam Teori Dienes

Dengan prinsip penyajian beragamnya, kesiapan peserta didik untuk mempelajari konsep-konsep Matematika dapat dipercepat. Menurut teori belajar Dienes, agar peserta didik dapat memahami konsep-konsep Matematika dengan mudah, mereka harus diajak untuk belajar secara berurutan mulai dari konsep murni, konsep notasi, dan berakhir pada konsep terapan.

Konsep murni Matematika adalah ide-ide Matematika mengenai pengelompokan bilangan dan penentuan relasi antarbilangan. Misalnya enam, 8, XII, dan IIII merupakan konsep bilangan genap yang disajikan dengan konsep yang berbeda.

Konsep notasi Matematika adalah sifat-sifat bilangan sebagai akibat langsung dari cara bilangan tersebut disajikan. Misalnya 249 yang berarti 2 ratusan ditambah 4 puluhan ditambah 9 satuan merupakan akibat dari notasi posisi yang menentukan besarnya bilangan.

Konsep terapan Matematika adalah penggunaan konsep murni dan konsep notasi untuk memecahkan masalah Matematika. Panjang, luas, dan volume merupakan konsep terapan Matematika yang diajarkan setelah peserta didik mempelajari konsep murni dan konsep notasi.

Dienes menyatakan bahwa konsep-konsep Matematika di atas akan lebih berhasil dipelajari oleh peserta didik apabila dilakukan dalam tahapan-tahapan tertentu. Menurut teori belajar Dienes, terdapat enam tahapan belajar secara berurutan, yaitu tahap bermain bebas (free play), tahap permainan (games), tahap penelaahan kesamaan sifat (searching for communities), tahap representasi (representation), tahap simbolisasi (symbolizaton), dan tahap formalisasi (formalitation). Berikut penjelasannya.

Tahap Bermain Bebas (Free Play) dalam Teori Belajar Dienes

Menurut teori belajar Dienes, tahap bermain bebas ini adalah tahap di mana anak-anak bermain bebas menggunakan benda-benda Matematika konkret tanpa diarahkan. Peserta didik mempelajari konsep Matematika dengan cara mengutak-atik atau memanipulasikan benda-benda konkret. Guru hanya bertugas menyediakan benda-benda benda-benda konkretnya.
 
Pada tahap ini guru tidak dituntut untuk membelajarkan Matematika secara terstruktur dan terarah seperti biasanya. Meskipun tidak terstruktur, tahap ini tetap penting bagi peserta didik untuk mempelajari konsep Matematika. Di sinilah peserta didik pertama kali berinteraksi dengan lingkungan belajar yang berisi benda konkret yang terkonsep.
 

Tahap Permainan (Games) dalam Teori Belajar Dienes

Menurut teori belajar Dienes, tahap permainan ini adalah tahap di mana anak-anak mulai mengamati pola keteraturan yang ada dalam konsep. Peserta didik mulai memperhatikan aturan-aturan yang ada pada konsep tertentu yang berbeda dengan konsep-konsep yang lain.

Melalui permainan, peserta didik dapat diajak untuk mengenal dan memikirkan struktur-struktur Matematika. Berbagai permainan dengan konsep yang berbeda akan menolong peserta didik untuk berpikir yang logis dan matematis dalam mempelajari konsep tersebut. Misalnya, bermain berjejer membentuk garis lurus, berjejer membentuk garis lingkaran, melangkah maju-mundur untuk membelajarkan konsep bilangan positif-negatif, mengumpulkan bangun-bangun segitiga dan sekumpulan bangun geometri lain, dan sebagainya.

Tahap Penelaahan Kesamaan Sifat (Searching for Communities) dalam Teori Belajar Dienes

Menurut teori belajar Dienes, tahap penelaahan kesamaan sifat ini adalah tahap di mana peserta didik mulai diarahkan pada penemuan sifat-sifat kesamaan dari permainan yang sedang diikuti. Pada pelatihan pencarian kesamaan sifat ini, guru perlu mengarahkan peserta didik untuk mentranslasi kesamaan struktur dan bentuk ke permainan lain.

Pada tahap penelaahan kesamaan sifat ini, peserta didik mulai belajar membuat abstraksi tentang pola, keteraturan, dan sifat-sifat bersama yang dimiliki oleh model. Misalnya, dari berbagai benda segitiga, segitiga dari kawat, segitiga dari karet pada papan berpaku dengan berbagai ukuran dan berbagai bentuk (sembarang, tumpul, lancip, siku-siku, samakaki, samasisi), perserta didik diarahkan untuk membuat abstraksi dari konsep segitiga. Peserta didik diarahkan untuk menemukan konsep bahwa segitiga itu memiliki tiga sisi lurus dengan tiga titik sudut. Dari pengalaman mengenai konsep ini, peserta didik dapat membedakan segitiga dan bukan segitiga.

Contoh lainnya adalah pembelajaran tentang konsep bilangan genap. Peserta didik diajak untuk mencoba membagi bilangan-bilangan yang tersaji dengan 2 (dua).  Jika bersisa 0 (nol) atau dengan kata lain habis dibagi 2 (dua), maka bilangan tersebut termasuk bilangan genap
 

Tahap Representasi (Representation) dalam Teori Belajar Dienes

Menurut teori belajar Dienes, tahap representasi ini adalah tahap di mana peserta didik mulai belajar membuat representasi atau pernyataan mengenai sifat-sifat kesamaan suatu konsep Matematika yang diperoleh pada tahap penelaahan kesamaan sifat di atas. Representasi dapat berbentuk diagram, gambar, ataupun verbal (berbentuk kata-kata atau ucapan). 

Dalam menyajikan konsep segitiga di atas, peserta didik dapat merepresentasikan dalam bentuk gambar segitiga atau kata-kata "segitiga itu sisi lurusnya ada tiga buah dan titik sudutnya ada tiga". Bilangan genap di atas dapat direpresentasikan dengan kata-kata "bilangan yang kalau dibagi 2 (dua) sisanya adalah 0 (nol).
 

Tahap Simbolis (Symbolization) dalam Teori Belajar Dienes

Menurut teori belajar Dienes, tahap simbolis ini adalah tahap di mana peserta didik perlu menciptakan simbol matematika atau rumusan verbal yang cocok untuk menyatakan konsep telah direpresentasikan pada tahap sebelumya. Contohnya simbol dari segitiga adalah ▲ dan simbol dari bilangan genap adalah 2n dengan n adalah bilangan bulat.

Tahap Formalisasi (Formalitation) dalam Teori Belajar Dienes

Menurut teori belajar Dienes, tahap formalisasi ini adalah tahap di mana peserta didik belajar mengorganisasikan konsep-konsep secara formal sampai pada pemahaman aksioma, sifat, aturan, dan dalil sehingga menjadi struktur dari sistem yang tengah dibahas. Pada tahap ini peserta didik tidak hanya sekedar mampu merumuskan teorema serta membuktikannya secara deduktif, tetapi juga harus sampai pada sistem yang berlaku dari pemahaman konsep-konsep yang terlibat satu sama lain.

Contoh tahap formalisasi pada bilangan bulat adalah sebagai berikut. Bilangan bulat dengan operasi penjumlahan beserta sifatnya, seperti tertutup, pengelompokan, adanya unsur satuan atau identitas, dan memiliki unsur lawan atau invest, dapat membentuk sistem Matematika. Tahap formalisasi ini di luar jangkauan peserta didik usia Sekolah Dasar.

Dari uraian mengenai teori belajar Dienes di atas, dapat ditarik kesimpulan-kesimpulan berikut.
  • Pada proses pembelajaran Matematika, guru harus memperhatikan tahapan peserta didik dalam belajar, yaitu tahapan bermain bebas (free play), tahapan permainan (games), tahapan penelaahan kesamaan sifat (searching for communities), tahapan representasi (representation), tahapan simbolisasi (symbolizaton), dan tahapan formalisasi (formalitation)
  • Pembelajaran Matematika hendaknya dilakukan dengan menggunakan alat peraga atau model yang beragam sesuai dengan konsep yang akan ditanamkan, salah satunya adalah dengan bermain (mengingat dunia anak adalah bermain).
 
Demikian bahasan mengenai teori belajar Dienes dalam Matematika SD. Semoga menginspirasi.
 
Salam literasi guru ndeso.
Munasifatut Thoifah Guru yang selalu ingin berbagi inspirasi.

Belum ada Komentar untuk "Teori Belajar Dienes dalam Matematika SD"

Posting Komentar

Iklan atas artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah artikel