Campuran serta Kadar Zat

Campuran dan Kadar Zat - www.gurnulis.id
Bahasan mengenai campuran yang terdiri dari larutan, suspensi, dan koloid dan kadar zat yang terdiri dari persen massa, persen volume, persen berat per volume, dan bagian persejuta.
Halo Sahabat Gurnulis, masih tetap setia menyimak materi-materi pembelajaran yang telah penulis sajikan, bukan? Sebelumnya penulis telah membahas tentang wujud benda serta sifatnya dan perubahan fisika serta perubahan kimia ya. Nah, pada kesempatan kali ini penulis ingin mengajak Sahabat Gurnulis untuk berliterasi mengenai campuran dan kadar zat. Kita tentu tidak merasa asing dengan minuman teh, kopi, maupun sirup ya. Bahasan ini ada kaitannya dengan minuman-minuman tersebut. Yuk, sama-sama kita simak.
 

Pengertian Campuran

Campuran adalah materi yang disusun oleh dua atau lebih zat dengan perbandingan tidak tetap. Campuran masih memiliki sifat zat pembentuknya dan dapat dipisahkan menjadi zat pembentuknya dengan cara fisika.
 
Dalam keseharian, kita jumpai contoh-contoh campura ini. Air teh, air kopi, sirup, air dan pasir, tinta, makanan, minuman, LPG, udara dan air adalah contoh-contoh campuran. Dikatakan campuran karena komponen-komponen yang bercampur mudah dipisahkan dan sifat masing-masing komponen dalam campuran tetap.
 

Jenis-jenis Campuran

Partikel-partikel dalam campuran tidak saling bereaksi dan tidak saling berikatan. Berdasarkan sifat-sifat nya, jika dua unsur bergabung tidak selamanya membentuk senyawa kadang-kadang hanya bercampur saja. Sifat dan jenis campuran dapat dilihat pada gambar berikut.
Campuran dan Kadar Zat - www.gurnulis.id
 
Dari tabel di atas didapatkan informasi-informasi berikut.
  1. Campuran air dengan gula bersifat larut, bening, tidak mengendap, dan filtratnya bening.
  2. Campuran air dengan garam bersifat larut, bening, tidak mengendap, dan filtratnya bening.
  3. Campuran air dengan susu bersifat larut, keruh, tidak mengendap, dan filtratnya keruh.
  4. Campuran air dengan tepung terigu bersifat tidak larut, keruh, mengendap, dan filtratnya keruh.
  5. Campuran air dengan santan bersifat larut, keruh, tidak mengendap, dan filtratnya keruh.
  6. Campuran air dengan pasir bersifat tidak larut, keruh, mengendap, dan filtratnya bening.
  7. Campuran air dengan teh bersifat larut, bening, tidak mengendap, dan filtratnya bening.
  8. Campuran air dengan kopi bersifat tidak larut, bening, mengendap, dan filtratnya bening.
Berdasarkan sifat-sifat zat yang dicampurkan, maka campuran dapat dibedakan menjadi campuran homogen dan campuran heterogen.
 
Campuran homogen disebut juga larutan, yaitu campuran yang serba sama dan mempunyai sifat  tidak dapat dibedakan dengan melihat langsung.
 
Sedangkan campuran heterogen yaitu campuran yang serba tidak sama dan mempunyai sifat dapat dibedakan  dengan cara  melihat langsung. Campuran heterogen ada yang berupa suspensi dan koloid.

Larutan

Larutan adalah campuran homogen yang memiliki sifat-sifat:
  1. bening;
  2. stabil;
  3. tidak mengendap;
  4. filtratnya bening;
  5. larut.
Contoh larutan adalah:
  • campuran gula dengan air;
  • campuran garam dengan air;
  • campuran teh dengan air.
 

Koloid

Koloid adalah campuran heterogen yang memiliki sifat-sifat:
  1. keruh;
  2. tidak mengendap;
  3. filtratnya keruh;
  4. larut.
Contoh koloid adalah:
  • campuran air dengan susu;
  • campuran air dengan santan;

Suspensi

Suspensi adalah campuran heterogen yang memiliki sifat-sifat:
  1. keruh;
  2. mengendap;
  3. filtratnya bening;
  4. tidak larut.
Contoh suspensi adalah:
  • campuran air dengan kopi;
  • campuran air dengan pasir.

Untuk mempermudah pemahaman mengenai campuran ini, dapat digunakan skema berikut.
Campuran dan Kadar Zat - www.gurnulis.id

Kadar Zat dalam Campuran

Kadar zat dalam campuran dapat dinyatakan dalam bentuk persen massa, persen volume, persen berat per volume, dan bagian persejuta (bpj) atau part per million (ppm).

Dalam  kemasan asam cuka tersebut tertulis  15 % apa artinya 15 % ? Untuk  mengetahuinya mari kita pelajari  uraian materi berikut.

Persen Masa (% w/w)

Persen massa adalah nilai yang menyatakan jumlah massa komponen dalam campuran. Misalnya larutan garam 5 % w/w, memiliki arti dalam setiap 100 gram campuran mengandung 5 gram garam.
 
Rumusnya adalah sebagai berikut.
Massa zat = % w/w  x  massa campuran.
Keterangan w = massa.
 

Persen Volume ( % v/v )

Persen volume adalah jumlah volume komponen dalam campuran. Misalnya sebotol cuka dapur 5% v/v, Ini artinya dalam 100 mL campuran terdapat 5 mL asam cuka.
 
Rumusnya adalah sebagai berikut.
Massa zat = % v/v  x  volume campuran.
Keterangan v = volume.
 

Persen Berat Per Volume ( % w/v )

Persen berat per volume adalah massa zat dalam campuran sebagai persentase volume keseluruhan campuran. Misalnya tertulis campuran gula 5 % w/v. Ini artinya dalam setiap 100 mL campuran terdapat 5 gram gula.
 
Rumusnya adalah sebagai berikut.
Massa zat = % w/v x  volume campuran.
Keterangan w = massa dan v = volume.
 

Bagian Persejuta (BPJ) atau Part Per Million (PPM)

Bagian per sejuta adalah jumlah bagian komponen dalam sejuta bagian campuran. Penulisan ini dipakai pada kadar zat yang sangat kecil. Misalnya kadar Iodium dalam garam adalah 50 ppm. Hal ini berarti dalam 1 kilogram garam  terdapat 50 gram Iodium.

Rumusnya adalah sebagai berikut.
Massa zat = kadar zat dalam ppm x massa campuran / 1.000.000.
Keterangan ppm = part per million atau bagian per sejuata (bpj).

Percobaan Membedakan Campuran Homogen dengan Campuran Heterogen

Campuran dapat dibedakan menjadi campuran homogen dan campuran heterogen. Campuran heterogen ada yang berupa suspensi dan koloid sedangkan campuran homogen disebut larutan. Campuran homogen mempunyai sifat  tidak dapat dibedakan dengan melihat langsung. Campuran heterogen mempunyai sifat, dapat dibedakan atau dapat dipisahkan  dengan cara pemisahan campuran. Tujuan dari percobaan ini adalah untuk membedakan campuran homogen dari campuran heterogen.

Alat yang perlu dipersiapkan adalah sebagai berkut.
  • Gelas kimia.
  • Batang pengaduk atau gelas.
Bahan yang perlu dipersiapkan adalah sebagai berikut.
  • Air.
  • Garam dapur.
  • Tepung.
  • Alkohol.
  • Minyak goreng.
Cara melakukan percobaannya adalah sebagai berikut.
  1. Mempersiapkan bahan-bahan sesuai kebutuhan.
  2. Melakukan pengamatan terhadap penampilan dari campuran-campuran: air dan garam dapur; air dan minyak goreng; air, minyak goreng, dan deterjen; air dan alkohol; air dan tepung.
  3. Menentukan jenis campuran, apakah termasuk larutan, koloid, ataukah suspensi.
Setelah melakukan langkah-langkah di atas, menjawab pertanyaan berikut.
  1. Campuran mana yang memberikan penampilan jernih dan tidak nampak batas diantara kedua cairan tersebut?
  2. Campuran apa yang menunjukkan adanya batas di antara kedua cairan?
  3. Campuran mana yang termasuk kedalam jenis koloid, suspensi, ataupun larutan?
Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah kesimpulan dari percobaan ini.

Demikianlah bahasan mengenai campuran dan kadar zat. Bagaimana Sahabat Gurnulis, mudah dipahami bukan? Semoga materi pembelajaran ini bermafaat ya.

Salam literasi guru ndeso.
Munasifatut Thoifah Guru yang selalu ingin berbagi inspirasi.

Belum ada Komentar untuk "Campuran serta Kadar Zat"

Posting Komentar

Iklan atas artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah artikel