Origami Cootie Catcher, Media untuk Mengajak Siswa Bercerita

Origami Cootie Catcher, Media untuk Mengajak Siswa Bercerita, gurnulis.id
Origami cootie catcher, media yang asyik untuk mengajak siswa bercerita
"Bu, yuk kita main ngomong-ngomongan. Kami ingin bercerita melalui ngomong-ngomongan, Bu. Tapi kami masih malu untuk tampil di depan kelas," pinta beberapa siswa. Penulis terhenyak dan bertanya balik, "Memangnya kalian ingin main ngomong-ngomongan yang seperti apa?" Jawaban mereka unik, "Ya seperti itu, Bu. Nganu gitu lho, yang pake boneka-bonekaan di tangan kayak Si Unyil, Meilani, Pak Ogah, dan lain-lain yang di tivi-tivi. Mulutnya kan gerak-gerak, jadi asyik kayaknya, Bu."

Itulah sepenggal percakapan beberapa tahun silam yang terkenang di benak penulis. Para siswa merasa antusias untuk bercerita, sahabat pendidik! Penulis merasa bahagia sebentar sembari mengembangkan lubang hidung besar-besar. "Hmm... ternyata imajinatif juga ya anak-anakku ini," gumam penulis. Setelah bahagia bergumam penulis justru merasa pusing, pusing memikirkan media apa yang bagus untuk mereka. Bayangkan saja, bagaimana rasanya mencari ide pembuatan boneka yang mulutnya bisa digerak-gerakkan. Setelah bercarian ke sana-sini akhirnya penulis menemukan media yang pas. Pada tulisan kali ini penulis akan berbagi pengalaman tersebut kepada sahabat pendidik, dan penulis yakin sahabat pendidik pasti ingin mencobanya. Oh, ya kalau belum membaca tentang cara mudah menalarkan perbandingan pada matematika, sahabat pendidik boleh membacanya dulu ya. Saya sudah berbagi sedikit inovasi di sana lho.

Siswa Sekolah Dasar dan Permainan

Para siswa yang kala itu kelasnya penulis ampu sedang dihadapkan dengan Kompetensi Dasar yang menuntut keterampilan bercerita. Anak-anak merasa senang dengan materi tersebut. Saking senangnya, mereka mengajukan usul sebagaimana yang telah penulis ceritakan di atas. Apakah penulis merasa keberatan untuk mewujudkan usulan tersebut? Tentu saja tidak. Ini justru peluang pembelajaran yang sangat bagus.
 
Anak-anak yang  berada pada usia Sekolah Dasar adalah anak-anak yang mendapat hak untuk bermain. Penulis mengutip tulisan Ki Hadjar Dewantara, 
"Untuk mendidik batinnya, anak-anak perlu didekatkan dengan cara-cara yang sesuai dengan dunia mereka, yaitu melalui permainan."
Kutipan inilah yang mengilhami penulis untuk menyusun media pembelajaran bercerita yang  melibatkan permainan. Penulis pikir ini tentunya akan lebih seru bagi anak-anak.

Media Origami Cootie Catcher

Penulis membuat media pembelajaran origami cootie catcher pada waktu itu. Cootie catcher merupakan origami yang familier di kalangan anak-anak. Di tempat penulis mengabdikan diri, origami ini sering dinamakan "mulut-mulutan". Sebuah nama yang lucu, tapi memang demikian adanya. Penampakan dari cootie catcher ini adalah sebagai berikut.
Origami Cootie Catcher, Media untuk Mengajak Siswa Bercerita, gurnulis.id
 
Bagaimana sahabat pendidik, tentunya tidak aneh bukan dengan bentuk cootie catcher tersebut? Bentuk ini sangat akrab dengan kehidupan siswa.
 
Sebenarnya tidak ada yang baru dengan bentuk origami ini, hanya saja ada penambahan mata, warna, dan telinga yang membuatnya terlihat menarik. Penulis kala itu meminta bantuan suami tercinta, Mr. Bondan, untuk membuatkan desainnya melalui serangkaian proses di perangkat lunak Adobe Photoshop.
 
Sebelumnya, penulis meramban di dunia maya dan menemukan desain-desain cootie catcher dalam bentuk hewan yang tentunya sangat bagus. Namun masalahnya, setiap kali hendak penulis unduh, file-file tersebut merupakan file yang dijual. Pembayarannya pun terkesan ribet, karena menggunakan mata uang Dollar Amerika melalui paypal. Setelah dibantu oleh suami, taraaa... penulis akhirnya mendapatkan pola-pola cootie catcher yang menarik. Kalau sahabat pendidik ingin mendapatkan pola desainnya, penulis memberikan secara GRATIS pada blog ini. Mr. Bondan dengan senang hati mengizinkan file-nya untuk diunduh para sahabat pendidik. Tenang saja, sudah penulis rayu beliaunya supaya mau berbagi. Berikut salah satu contoh pola desainnya.
Origami Cootie Catcher, Media untuk Mengajak Siswa Bercerita, gurnulis.id

Berikut desain-desain cootie catcher yang dapat dibentuk dari pola desain tersebut. Sahabat pendidik boleh mendapatkannya di blog ini.
Origami Cootie Catcher, Media untuk Mengajak Siswa Bercerita, gurnulis.id
 
Cantik-cantik, bukan? Kesemuanya itu adalah foto asli. Penulis dan Mr. Bondan yang menjepretnya. Untuk mengunduh pola desainnya, sahabat pendidik dapat meng-klik tautan-tautan berikut. Semuanya berekstensi PDF, sehingga mudah untuk di-print.
 

Cara Membuat Origami Cootie Catcher

Sudahkah sahabat pendidik mengunduh file pola desain cootie catcher-nya? Kalau sudah file tersebut boleh di-print. Setelah di-print, ikuti langkah-langkah penulis berikut untuk membuatnya. Penulis sebenarnya merasa yakin kalau para sahabat pendidik mampu membuat sendiri tanpa panduan, namun supaya lebih ingat, penulis pandu sahabat pendidik dalam beberapa langkah.

1. Gunting terlebih dahulu bagian-bagian cootie catcher-nya.
Origami Cootie Catcher, Media untuk Mengajak Siswa Bercerita, gurnulis.id

2. Letakkan bagian yang berpola di bawah dan yang polos di atas, kemudian lipat mengikuti gambar berikut.
Origami Cootie Catcher, Media untuk Mengajak Siswa Bercerita, gurnulis.id
 
3. Balikkan kertas, lipat mengikuti gambar berikut.
Origami Cootie Catcher, Media untuk Mengajak Siswa Bercerita, gurnulis.id

4. Pegang kedua ujung kertas, tangkupkan seperti pada gambar berikut.

Origami Cootie Catcher, Media untuk Mengajak Siswa Bercerita, gurnulis.id

5. Cootie catcher lucu siap digunakan.
Origami Cootie Catcher, Media untuk Mengajak Siswa Bercerita, gurnulis.id
 

Mudah dan indah bukan? Bentuknya pun lucu. Para siswa pasti suka jika diajak untuk menggunakan media pembelajaran ini.
 

Aplikasi Cootie Catcher dalam Pembelajaran

Kelucuan cootie catcher ini pernah penulis gunakan sebagai media bagi para siswa untuk bercerita. Ini siswanya lho yang bercerita, bukannya mendengarkan gurunya bercerita. Penulis cetak banyak-banyak dan penulis bagikan pola desainnya kepada para siswa. Setelah itu, para siswa diminta untuk membuat sendiri origami cootie cather-nya.
 
Setelah origami cootie catcher selesai dibuat, siswa diminta untuk menceritakan kembali teks fabel yang telah dibacanya dalam beberapa percakapan sederhana. Siswa saling berpasangan, kemudian berusaha mereka menyusun dialog sederhana dalam bahasa mereka sendiri. Hasilnya, taraaa... mereka menjadi lebih percaya diri, merasa asyik selama pembelajaran berlangsung.
 
Bagaimana sahabat pendidik, apakah terinspirasi untuk menggunakan media pembelajaran ini? Ayo tuliskan pada kolom komentar di bawah ini. Sekali lagi, media pembelajaran ini GRATIS untuk dimiliki. Sampai ketemu di postingan penulis selanjutnya ya.
 
Salam literasi guru ndeso.
Munasifatut Thoifah Guru yang selalu ingin berbagi inspirasi.

23 Komentar untuk "Origami Cootie Catcher, Media untuk Mengajak Siswa Bercerita"

  1. Ahhhhh... seru banget sih Bu...
    Terimakasih banyak ilmunya Bu
    Gak sabar ingin cepat cepat saya print, dan mendongeng bersama karakter-karakter lucu itu....
    Anak anak saya pasti suka

    Terimakasih ya Bu...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama Pak. Semoga bermanfaat ya Pak🙏😊

      Hapus
  2. Blognya sangat produktif, lanjutkan bu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berawal dari njenengan juga ini Pak. Terima kasih Pak. Mohon bimbingannya terus🤗

      Hapus
  3. Cocok utk ank kelas rendah ini
    .apalg kls 1..keren bu..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Bu. Ini dapat idenya juga waktu mengajar di kelas 1 Bu.

      Semoga bermanfaat Ibu🤗

      Hapus
  4. Wow ... Keren tu cooti catcher menarik bngt. . ternyata ada unduhannya juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya.. bisa juga buat melatih balita berbicara Pak🤗

      Hapus
  5. Luar biasa...terus berkarya utk membangun negeri dan mencerdaskan generasi penerus dan mjdi inspirasi guru terutama yg ada di Musi Rawas...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Semoga bisa selalu membawa manfaat nggih Pak😊

      Hapus
  6. Inspiratif banget bu..buat anak dirumah bisa..buat anak disekolah jg bisa. Terimakasih ibu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Ibu. Karakternya yang lucu dapat menarik minat anak. Semoga bermanfaat🤗

      Hapus
  7. sungguh sesuatu yg luar biasa....sangat bermanfaat....
    lanjutkan ibu....ide2 yg lain....
    mohon ijin share dg guru2 saya.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggih Bapak, monggo. Semoga bermanfaat ya Pak🙏

      Hapus
  8. wah keren bu mungkin tidak hanya klas bawah , bisa untuk dongeng itu membentuk karakter anak lanjutkan bu bagi idenya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggih Bu. Mari diaplikasikan ke anak-anak Bu🤗

      Hapus
  9. Mantap bunda, lanjutkan.👍💪

    BalasHapus
  10. Mantap bunda, lanjutkan.👍💪

    BalasHapus

Iklan atas artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah artikel