Kring-kring Pinter, Cara Jitu Wujudkan Siswa Cerdas Berkarakter di Tengah Pandemi yang Sedang Santer

SDN 2 Ngestiboga 1 Kecamatan Jayaloka Kabupaten Musi Rawas, www.gurnulis.id
Pengalaman Pembelajaran Semasa Pandemi Covid-19 oleh Munasifatut Thoifah, Guru SDN 2 Ngestiboga 1.
Pandemi Covid-19 yang melanda penghujung tahun 2019 dan mulai menaik secara signifikan pada awal tahun 2020 telah melumpuhkan berbagai aspek kehidupan. Berawal dari permasalahan kesehatan, merambat ke permasalahan ekonomi, politik, sosial, hingga pendidikan. Protokol-protokol pencegahan penyebaran virus Korona yang digalakkan oleh pihak-pihak terkait memaksa berbagai aspek kehidupan untuk melaksanakan aktivitasnya berdasarkan kebiasaan normal baru. Aspek pendidikan merupakan salah satu aspek yang terdampak besar oleh pandemi ini. Pembelajaran konvensional yang semula diselenggarakan secara bebas, akhirnya harus menyesuaikan diri dengan protokol kesehatan yang berlaku.
 
Pembelajaran merupakan proses pentransferan ilmu dari pendidik kepada peserta didik agar peserta didik memiliki perubahan yang lebih baik atas sikap, pengetahuan, dan keterampilannya. Tidak terkecuali dalam masa pandemi, pembelajaran harus tetap berlangsung. Jika pendidikan adalah sebuah bangunan, maka pembelajaran adalah sokogurunya.
 
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan selaku pemikul tanggung jawab atas aspek pendidikan di Indonesia telah berjibaku setiap waktunya menyusun panduan pembelajaran dalam menghadapi pandemi ini. Pendekatan pembelajaran yang ditawarkan adalah pembelajaran jarak jauh. Pendekatan ini terdiri dari pembelajaran dalam jaringan atau daring, pembelajaran luar jaringan atau luring, dan pembelajaran kombinasi daring-luring. Pelaksanaan dari pendekatan-pendekatan tersebut disesuaikan dengan kondisi sekolah masing-masing berdasarkan ketersediaan fasilitas belajar siswa.
 
Sekolah Dasar Negeri 2 Ngestiboga 1 tempat penulis mengabdikan diri merupakan salah satu dari 50 Sekolah Dasar yang mendapat kesempatan untuk melaksanakan pembelajaran secara tatap muka pada semester ganjil tahun ajaran 2020-2021. Bupati Musi Rawas melalui Surat Edaran nomor 420/0040/DISDIK/2020 tahun 2020 telah memberikan izin pembelajaran tatap muka kepada sekolah-sekolah yang ditunjuk. Ini merupakan tantangan besar bagi para pendidik untuk merancang pembelajaran yang efektif dan patuh protokol kesehatan. Penulis merupakan salah satu guru yang merasa tertantang untuk itu. Pada akhirnya penulis menyusun strategi pembelajaran Kring-kring Pinter. Strategi ini didukung penuh oleh kepala sekolah.
HGN 2020, www.gurnulis.id
Gambar Logo Hari Guru Nasional 2020

Tanggal 25 November merupakan tanggal yang penting bagi guru. Pada tanggal inilah diperingati Hari Guru Nasional atau HGN. Hari ini, tepat pada HGN tahun 2020, penulis ingin berbagi pengalaman pembelajaran semasa pandemi. Berikut penulis uraikan pengalamannya.

Strategi Pembelajaran Kring-kring Pinter

Pembelajaran Kring-kring Pinter merupakan akronim dari “Pembelajaran Kreatif Daring Kombinasi Luring Pintar Berkarakter”. Strategi ini merupakan strategi pembelajaran inovatif buah karya penulis. Penulis ingin mewujudkan peserta didik yang cerdas dan berkarakter meski berada dalam terpaan badai pandemi Covid-19. 
 
Kring-kring memiliki filosofi pembelajaran daring. Bunyi “kring” yang identik dengan bunyi nada dering ponsel pintar diasumsikan sebagai pembelajaran yang melibatkan perangkat daring. Pinter memiliki filosofi pembelajaran luring. Kata “pinter” merupakan kata yang sangat familier di kelas untuk menguatkan siswa selama pembelajaran berlangsung.
 
Selama belajar di masa pandemi, penulis tidak menginginkan siswa yang diampu hanya cakap dalam aspek pengetahuan saja. Penulis berpegang pada rambu-rambu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia bahwa belajar di masa pandemi harus mencakup pencapaian kompetensi esensial dan kecakapan hidup. Kompetensi esensial ini meliputi kompetensi dasar yang dirasa penting di masa pandemi. Kecakapan hidup meliputi keterampilan untuk bekal bertahan hidup semasa pandemi. Di samping itu penulis merasa berkewajiban untuk tetap membentuk karakter siswa dengan berkolaborasi bersama orang tuanya.
 
Pembelajaran Kring-kring Pinter yang penulis susun memiliki alur belajar sebagai berikut.
  1. Pada bulan pertama, siswa diajak untuk belajar secara berselang-seling dengan mengindahkan protokol kesehatan. Hari Senin – Rabu – Jumat digunakan sebagai pembelajaran luring secara tatap muka dan hari Selasa – Kamis – Sabtu digunakan sebagai pembelajaran daring. Pembelajaran luring berisikan kegiatan pembahasan materi ajar dengan tutorial dari guru secara tatap  muka. Pembelajaran daring berisikan kegiatan pembelajaran materi ajar secara mandiri, pembinaan karakter dengan melibatkan orang tua siswa, dan pengembangan keterampilan yang berhubungan dengan kecakapan hidup.
  2. Pada bulan kedua hingga akhir semester siswa diajak untuk belajar secara tatap muka enam hari dalam satu minggu dengan durasi belajar maksimum tiga jam per harinya. Siswa tidak lupa diwajibkan untuk mematuhi protokol kesehatan. Di samping belajar secara luring, siswa juga diajak untuk belajar secara daring dalam enam hari belajar efektif tersebut. Pada pagi harinya siswa belajar secara luring dan pada siang hingga sore harinya siswa belajar secara daring. Siswa diajak untk belajar dalam kombinasi daring-luring dengan fokus pencapaian kompetensi dasar esensial, pembinaan karakter, dan pengembangan keterampilan. yang berhubungan dengan kecakapan hidup. Pada pembelajaran daring, pendidik terus berkoordinasi dengan orang tua siswa.

Pelaksanaan Pembelajaran Kring-kring Pinter

Pembelajaran pada masa pandemi dengan strategi Kring-kring Pinter penulis uraikan sebagai berikut.

Pelaksanaan pada Bulan Pertama

Pembelajaran Kring-kring Pinter tahap ini penulis laksanakan pada awal tahun ajaran 2020-2021, yaitu bulan Juli tahun 2020. Sebagaimana yang telah penulis utarakan pada alur belajar Kring-kring Pinter, pola pembelajaran tahap ini terdiri dari pembelajaran luring dan daring secara berselang-seling.
 
Pembelajaran luring penulis lakukan setiap hari Senin – Rabu – Jumat. Penulis menggunakan kode “pinter” untuk pembelajaran ini. Pembelajaran ini penulis tempuh dengan pendekatan saintifik dan model Cooperative Learning. Dalam durasi waktu 3 jam, penulis mengajak siswa untuk mengamati, bertanya jawab, mengumpulkan data, dan berdiskusi secara klasikal (karena diwajibkan menjaga jarak) tentang materi pembelajaran. Selama fase mengamati, siswa  difasilitasi dengan media proyektor. Sebelum dan selama pembelajaran berlangsung siswa diwajibkan mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak.

Pembelajaran daring penulis lakukan setiap hari Selasa – Kamis – Sabtu. Penulis memberikan kode “kring-kring” untuk pembelajaran ini. Pembelajaran ini penulis tempuh sebagai lanjutan dari pendekatan saintifik yang terpenggal pada moda luring. Pada pembelajaran daring, penulis memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempresentasikan hasil belajarnya yang sempat terpenggal pada pembelajaran luring.

Praktik terbaik dari pembelajaran ini adalah ketika siswa diajak untuk mempelajari muatan pelajaran IPA tentang alat pencernaan manusia dengan kompetensi dasar “menjelaskan organ pencernaan dan dan fungsinya pada hewan dan manusia serta cara memelihara kesehatan organ pencernaan manusia”. Pada pembelajaran luring, siswa penulis ajak untuk mengamati video pembelajaran yang berupa animasi proses pencernaan manusia milik saluran YouTube Sisi Terang. Narasi dari video tersebut kurang lebih sebagai berikut.
 
“Hai namaku Gilberd, Gilberd si anggur. Ya, nama itu adalah ide ayahku. Ngomong-ngomong, hari ini aku akan mengadakan perjalanan seru ke dalam tubuh manusia. Jadi, mau menonton?”
 
Video ini dapat dilihat pada tautan https://youtu.be/g9LvjUavRMg. Penulis menampilkan video tersebut dengan bantuan proyektor. Penulis menghindari penyematan video ke dalam artikel ini untuk mempercepat loading blog.

Dari kegiatan menyimak video, siswa akhirnya penasaran. Mereka dengan mudahnya penulis ajak untuk bertanya jawab, mengumpulkan informasi, akhirnya berdiskusi secara klasikal mengenai bagian-bagian alat pencernaan.

Tiga jam sudah berlalu. Akhirnya kesempatan peserta didik untuk mengomunikasikan hasil diskusinya terpenggal. Kegiatan mengomunikasikan ini penulis sambung secara daring pada hari selanjutnya. Aplikasi yang penulis gunakan adalah Google Classroom.

Melalui Google Classroom, penulis memberikan tantangan kepada peserta didik untuk mengomunikasikan hasil diskusinya ke dalam bentuk kliping digital dengan bantuan aplikasi penyunting foto Android. Tantangan lain yang penulis berikan adalah mendokumentasikan cara pembuatan kliping, kegiatan membantu orang tua di rumah, dan upaya pencegahan Covid-19. Dokumentasinya dalam bentuk video.

Pelaksanaan pada Bulan Kedua hingga Sekarang

Pembelajaran Kring-kring Pinter tahap ini penulis laksanakan pada bulan Juni 2020 hingga bulan ini, bulan November 2020. Sebagaimana yang penulis paparkan pada alur pembelajaran Kring-kring Pinter, pembelajaran dilakukan dengan mengombinasikan daring-luring pada hari yang sama selama enam hari belajar efektif. Pada pagi harinya siswa belajar secara luring dan pada siang sampai sore harinya siswa belajar secara daring.

Pembelajaran luring ditempuh dalam durasi waktu 3 jam dengan pendekatan saintifik. Yang berbeda dari pembelajaran ini adalah pendekatannya tidak lagi terpenggal. Pendekatan saintifik dilaksanakan secara utuh dalam durasi waktu 3 jam pada materi yang dibatasi. Tidak lupa, dalam pembelajaran ini siswa diwajibkan menjaga protokol kesehatan. Pembelajaran ini penulis berikan kode pembelajaran “pinter”.

Pembelajaran daring pada siang sampai sore harinya penulis berikan kode “kring-kring”. Penulis berfokus pada pengayaan materi belajar, pembinaan karakter, dan peningkatan keterampilan dengan berkolaborasi dengan orang tua siswa.

Penulis mempunyai praktik baik pada pembelajaran ini. Praktik baiknya terdapat pada pembelajaran dengan materi iklan dengan kompetensi dasar “memeragakan kembali informasi yang disampaikan paparan iklan dari media cetak atau elektronik dengan bantuan lisan, tulis, dan visual”.

Pada pagi harinya, siswa diajak untuk belajar menggunakan pendekatan saintifik dengan urutan mengamati, bertanya jawab, mengumpulkan informasi mengenai iklan, mendiskusikan (masih secara klasikal), dan mengomunikasikan. Penulis menggunakan media video yang ditayangkan menggunakan proyektor.

Pada siang hingga sore harinya, siswa diajak untuk belajar daring melalui Google Classroom. Penulis memberikan pengayaan dan tantangan bagi siswa. Pengayaannya berupa tata cara perekaman video pemeragaan iklan dengan ponsel pintar. Tantangannya berupa pendokumentasian cara pembuatan video dan upaya berbuat baik kepada orang tua di rumah. Hasil pembelajaran yang sempat didokumentasikan adalah sebagai berikut.
Kring-kring Pinter, Cara Jitu Wujudkan Siswa Cerdas Berkarakter di Tengah Pandemi yang Sedang Santer, www.gurnulis.id
Gambar Hasil Pembinaan Karakter

Hasil yang Dicapai

Meski berada dalam terpaan badai Covid-19, penulis masih bisa menarik napas lega. Pasalnya, pembelajaran yang penulis lakukan untuk sementara waktu ini mulai terlihat hasil baiknya. Kompetensi dasar esensial selama pandemi telah tercapai secara signifikan oleh peserta didik. Proses penilaian memang belum mencapai fase ujian akhir semester, namun pencapaian kompetensi-kompetensi dasar pada aspek sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan sudah mulai terlihat.

Kring-kring pinter bisa jadi hanya berupa satu butir pasir di antara ratusan strategi pembelajaran inovatif dalam masa pandemi. Dari pengalaman yang telah penulis paparkan tersebut, para pembaca bisa jadi terinspirasi. Penulis tidak melarang para pendidik untuk menerapkannya dalam pembelajaran. Oh ya, pastinya pembaca penasaran ya dengan kelas yang penulis ampu? Penulis mengampu kelas 5 Sekolah Dasar. Penulis sengaja memberikan informasi ini pada akhir tulisan agar pembaca penasaran.

Penulis adalah anggota PGRI. Berikut foto kartu PGRI penulis.

Salam mendidik, salam Hari Guru Nasional.
Munasifatut Thoifah Guru yang selalu ingin berbagi inspirasi.

3 Komentar untuk "Kring-kring Pinter, Cara Jitu Wujudkan Siswa Cerdas Berkarakter di Tengah Pandemi yang Sedang Santer"

Iklan atas artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah artikel