Asesmen Nasional (AN) Itu Apa Sih?

Asesmen Nasional (AN) Itu Apa Sih? - www.gurnulis.id
Penjelasan mengenai Asesmen Nasional atau AN yang digalakkan oleh Pusat Asesmen dan Pembelajaran Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Assalamualaikum, halo sahabat pendidik! Alhamdulillah kita masih bertemu lagi melalui tulisan blog ya. Bagaimana kabar pembelajaran yang telah dilakukan? Semua berjalan baik-baik saja bukan? Kali ini penulis akan membahas tentang salah satu kegiatan yang digalakkan oleh Pusmenjar Balitbang dan Perbukuan Kemendikbud yang berkaitan dengan evaluasi pembelalajaran. Kira-kira apa yang hendak penulis bahas? Sudah tahukah sahabat pendidik? Ya, jika sudah terbaca judul artikel ini pasti sahabat bisa menebaknya kalau penulis hendak membahas tentang Asesmen Nasional atau AN. Mungkin sahabat pendidik sudah merasa familier dengan istilah AKM ya? Tulisan kali ini ada kaitannya juga degan AKM. AKM malah sudah penulis bahas terlebih dahulu pada artikel sebelumnya yang berjudul "Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) itu Apa Sih?". 
 
Oke, sebelum membahas tentang Asesmen Nasional, sahabat masih ingat bukan dengan tiga komponen penting dalam pendidikan? Ya, komponen itu terdiri dari:
  1. kurikulum;
  2. pembelajaran; dan
  3. asesmen.
 
Setiap kali mendengar kata asesmen, benak kita pasti langsung terpikir dengan penilaian, evaluasi, dan sebagainya. Pemikiran ini tidak salah. Dalam pendidikan, asesmen diperlukan untuk menilai afektivitas pembelajaran dan pencapaian kurikulum. Ilustrasi keterkaitan dari asesmen terhadap kurikulum dan pembelajaran adalah sebagai berikut.
Asesmen Nasional (AN) Itu Apa Sih? - www.gurnulis.id

Sebagaimana yang telah kita ketahui, Asesmen Nasional ini mulai gencar disosialisasikan tahun 2020 ini dan dilaksanakan pada tahun 2021 mendatang. Sebenarnya apa sih Asesmen Nasional atau AN itu? Yuk, ikuti pemaparan penulis berikut.

Pengertian Asesmen Nasional

Asesmen Nasional (AN) adalah program evaluasi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan memotret input, proses, dan output pembelajaran di seluruh satuan pendidikan. Asesmen Nasional merupakan program penilaian terhadap mutu setiap sekolah, madrasah, dan program kesetaraan pada jenjang dasar dan menengah.

Tujuan Asesmen Nasional

Mungkin sahabat pendidik bertanya-tanya, "Tujuan dari diselenggarakannya Asesmen Nasional itu untuk apa sih?" Asesmen Nasional perlu dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Asesmen ini dirancang untuk menghasilkan informasi akurat untuk memperbaiki kualitas belajar-mengajar, yang pada gilirannya akan meningkatkan hasil belajar murid.

Asesmen Nasional menghasilkan informasi untuk memantau hal-hal berikut.
  1. Perkembangan mutu dari waktu ke waktu.
  2. Kesenjangan antar bagian di dalam sistem pendidikan (misalnya di satuan pendidikan: antara kelompok sosial ekonomi, di satuan wilayah antara sekolah negeri dan swasta, antar daerah, ataupun antar kelompok berdasarkan atribut tertentu).

Asesmen Nasional bertujuan untuk menunjukkan apa yang seharusnya menjadi tujuan utama sekolah, yakni pengembangan kompetensi dan karakter murid. Asesmen Nasional juga memberi gambaran tentang karakteristik esensial sebuah sekolah yang efektif untuk mencapai tujuan utama tersebut. Hal ini diharapkan dapat mendorong sekolah dan Dinas Pendidikan untuk memfokuskan sumber daya pada perbaikan mutu pembelajaran.

Ilustrasi dari tujuan asesmen adalah sebagai berikut.
Asesmen Nasional (AN) Itu Apa Sih? - www.gurnulis.id

Asesmen Nasional akan menghasilkan sejumlah informasi mengenai mutu pendidikan dari suatu sekolah. Informasi-informasi ini digunakan oleh sekolah dan Dinas Pendidikan untuk memperbaiki kualitas pembelajaran. Dari adanya perbaikan kualitas pembelajaran ini diharapkan hasil belajar murid akan optimal.

Peserta Asesmen Nasional

Siapa yang menjadi peserta Asesmen Nasional? Asesmen Nasional akan diikuti oleh seluruh satuan pendidikan tingkat dasar dan menengah di Indonesia, serta program kesetaraan yang dikelola oleh PKBM. Pada tiap satuan pendidikan, Asesmen Nasional akan diikuti oleh sebagian peserta didik kelas V, VIII, dan XI yang dipilih secara acak oleh Pemerintah. Untuk program kesetaraan, Asesmen Nasional akan diikuti oleh seluruh peserta didik yang berada pada tahap akhir program belajarnya. Selain peserta didik, Asesmen Nasional juga akan diikuti oleh guru dan kepala sekolah di setiap satuan pendidikan. Informasi dari peserta didik, guru, dan kepala sekolah diharapkan memberi informasi yang lengkap tentang kualitas proses dan hasil belajar di setiap satuan pendidikan.
Asesmen Nasional (AN) Itu Apa Sih? - www.gurnulis.id

Mengapa Asesmen Nasional hanya diikuti oleh sebagaian murid, tidak keseluruhan murid? Ini berkaitan dengan tujuan dan fungsi dari Asesmen Nasional itu sendiri. Asesmen Nasional tidak digunakan untuk menentukan kelulusan menilai prestasi murid sebagai seorang individu. Evaluasi hasil belajar setiap individu murid menjadi kewenangan pendidik. Pemerintah melalui Asesmen Nasional melakukan evaluasi sistem. Asesmen Nasional merupakan cara untuk memotret dan memetakan mutu sekolah dan sistem pendidikan secara keseluruhan. Karena itu, tidak semua murid perlu menjadi peserta dalam Asesmen Nasional. Yang diperlukan adalah informasi dari sampel yang mewakili populasi murid di setiap sekolah pada jenjang kelas yang menjadi target dari Asesmen Nasional.

Mengapa yang menjadi sampel adalah murid kelas V, VIII dan XI? Pemilihan jenjang kelas V, VIII dan XI dimaksudkan agar murid yang menjadi peserta Asesmen Nasional dapat merasakan perbaikan pembelajaran ketika mereka masih berada di sekolah tersebut. Selain itu, Asesmen Nasional juga digunakan untuk memotret dampak dari proses pembelajaran di setiap satuan pendidikan. Murid kelas V,VIII, dan XI telah mengalami proses pembelajaran di sekolahnya, sehingga sekolah dapat dikatakan telah berkontribusi pada hasil belajar yang diukur dalam Asesmen Nasional.

Instrumen Asesmen Nasional

Asesmen Nasional (AN) memiliki tiga intrumen, yaitu sebagai berikut.
  1. Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang mengukur literasi membaca dan literasi matematika (numerasi) murid. AKM ini dikerjakan oleh murid. Bahasan tentang AKM dapat sahabat pendidik akses pada tautan ini.
  2. Survei Karakter yang mengukur sikap, nilai, keyakinan, dan kebiasaan yang mencerminkan karakter murid. Survei karakter ini dikerjakan oleh murid. Bahasan tentang surveri karakter dapat sahabat pendidik akses pada tautan ini.
  3. Survei Lingkungan Belajar yang mengukur kualitas berbagai aspek input dan proses belajar-mengajar di kelas maupun di tingkat sekolah. Survei lingkungan belajar ini dikerjakan oleh murid, guru, dan kepala sekolah. Bahasan tentang survei lingkungan belajar dapat sahabat pendidik akses pada tautan ini.

Mengapa pada AKM yang diukur adalah kemampuan literasi dan numerasi? Keduanya dipilih karena merupakan kemampuan atau kompetensi yang mendasar dan diperlukan oleh semua murid, terlepas dari profesi dan cita-citanya di masa depan. Literasi dan numerasi juga merupakan kompetensi yang perlu dikembangkan secara lintas mata pelajaran. Kemampuan membaca yang diukur melalui AKM Literasi sebaiknya dikembangkan tidak hanya melalui pelajaran Bahasa Indonesia, tapi juga pelajaran agama, IPA, IPS, dan pelajaran lainnya.

Mengapa ada survei karakter dalam Asesmen Nasional? Asesmen Nasional tidak hanya ditujukan untuk memotret hasil belajar kognitif murid namun juga memotret hasil belajar sosial emosional. Asesmen nasional diharapkan dapat memotret sikap, nilai, keyakinan, serta perilaku yang dapat memprediksi tindakan dan kinerja murid di berbagai konteks yang relevan. Hal ini penting untuk menyampaikan pesan bahwa proses belajar-mengajar harus mengembangkan potensi murid secara utuh baik kognitif maupun non kognitif.

Hubungan antara Asesmen Nasional (AN) dengan Kurikulum

Asesmen Nasional mengukur kompetensi mendasar (general capabilities) yang dapat diterapkan secara luas dalam segala situasi. Kompetensi mendasar ini perlu dipelajari oleh semua murid dan sekolah, sehingga dibangun melalui pembelajaran beragam materi kurikulum lintas mata pelajaran.

Target asesmen yang sekedar mengukur penguasaan murid akan konten atau materi kurikulum menjadi tidak relevan karena di era informasi saat ini, pengetahuan faktual semakin mudah diperoleh dan diakses oleh hampir setiap orang. Sekedar mengetahui menjadi tidak cukup dan kurang relevan.

Asesmen Nasional berfokus mengukur pada kemampuan murid untuk menggunakan dan mengevaluasi pengetahuan yang diperoleh dari beragam materi kurikulum untuk merumuskan serta menyelesaikan masalah. Asesmen Nasional menggeser fokus dari keluasan pengetahuan menuju kedalaman kompetensi dari kurikulum.

Hubungan antara Asesmen Nasional (AN) dengan Kelulusan Peserta Didik dan Ujian Nasional

Ini adalah poin yang informasinya ditunggu-tunggu oleh sahabat pendidik.

Apakah Asesmen Nasional menentukan kelulusan peserta didik? Tidak. Asesmen Nasional tidak menentukan kelulusan. Asesmen Nasional diberikan kepada murid bukan di akhir jenjang satuan pendidikan. Asesmen Nasional juga tidak digunakan untuk menilai peserta didik yang menjadi peserta asesmen. Hasil Asesmen Nasional tidak akan memuat skor atau nilai peserta didik secara individual. Seperti dijelaskan sebelumnya, hasil Asesmen Nasional diharapkan menjadi dasar dilakukannya perbaikan pembelajaran.

Apakah Asesmen Nasional (AN) menggantikan Ujian Nasional (UN)? Tidak. Asesmen Nasional tidak menggantikan peran Ujian Nasional dalam mengevaluasi prestasi atau hasil belajar murid secara individual. Namun Asesmen Nasional menggantikan peran UN sebagai sumber informasi untuk memetakan dan mengevaluasi mutu sistem pendidikan. Sebagai alat untuk mengevaluasi mutu sistem, Asesmen Nasional akan menghasilkan potret yang lebih utuh tentang kualitas hasil belajar serta proses pembelajaran di sekolah.

Demikian bahasa tentang Asesmen Nasional. Semoga informatif ya, sahabat pendidik.

Salam literasi guru ndeso.
Munasifatut Thoifah Guru yang selalu ingin berbagi inspirasi.

Belum ada Komentar untuk "Asesmen Nasional (AN) Itu Apa Sih?"

Posting Komentar

Iklan atas artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah artikel