Kumpulan Soal PPPK Guru - Tes Bakat Skolastik Materi Penalaran Logis

Kumpulan Soal PPPK Guru - Tes Bakat Skolastik Materi Penalaran Logis - www.gurnulis.id
Bank soal dan materi PPPK Guru tes bakat skolastik kemampuan analitik materi penalaran logis
Assalamualaikum sahabat Gurnulis. Sahabat pendidik semua apa kabar? Semua dalam kondisi yang baik, bukan? Pada artikel sebelumnya penulis telah mengupas tes seleksi PPPK guru pada kemampuan numerik, ya. Nah, pada artikel kali ini penulis masih tetap berkutat dengan kumpulan soal dan materi tes seleksi PPPK guru juga. Penulis hendak mengupas tentang tes bakat skolastik kemampuan analitik materi penalaran logis. Yuk, sama-sama kita kupas.

Sebelum memasuki bahasan materi penalaran logis, penulis sentil hakikat PPPK dulu ya, sahabat pendidik. PPPK atau yang dikenal sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja adalah warga negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu, yang diangkat berdasarkan perjanjian kerja untuk jangka waktu tertentu dalam rangka melaksanakan tugas pemerintahan. Bersyukurnya kini pemerintah hendak mengisi PPPK ini dengan formasi guru, ASN di Pemerintahan Daerah, dan ASN di Pemerintahan Pusat atau Kementerian/Kelembagaan.
 
PPPK dari formasi guru menempati porsi yang terbesar pada tahun ini. Kriteria guru SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, serta SMK yang dapat mendaftar tes seleksi PPPK adalah
  • guru honorer yang terdaftar dalam Dapodik Kemendikbud;
  • guru honorer eks THK-2;
  • lulusan PPG yang tidak mengajar.
Bagaimana materi dari tes seleksi PPPK ini? Materinya terdiri dari:
  • tes kemampuan verbal;
  • tes kemampuan numerik;
  • tes kemampuan analitik;
  • tes kemampuan spasial.
Materi analitik yang terdapat pada poin di atas terdiri dari materi penalaran logis dan materi penalaran umum. Nah, kali ini kita fokuskan diri pada materi penalaran logis ya, sahabat pendidik.
 

Bahasan tes PPPK Guru pada Bakat Skolastik Materi Penalaran Logis

Penalaran logis adalah langkah berpikir untuk menarik kesimpulan secara logis dalam memecahkan masalah. Penalaran logis ini meliputi kemampuan dalam berpikir secara runtut, memberikan argumen secara tepat, dan menarik kesimpulan. Pada tes PPPK, penalaran logis ditekankan pada silogisme.

Silogisme adalah upaya penarikan kesimpulan dari dua keputusan atau pernyataan atau premis hingga menjadi suatu keputusan atau pernyataan yang baru. Keputusan yang baru itu berhubungan erat dengan premis-premisnya. Keeratannya yang dimaksud adalah "jika premis-premisnya benar, dengan sendirinya kesimpulannya akan benar pula".
 
Ada dua macam silogisme, yaitu silogisme kategoris dan silogisme hipotesis.
 
Silogisme kategoris adalah silogisme yang premis-premis dan kesimpulannya berupa keputusan kategoris. Silogisme kategoris dapat dibedakan menjadi:
  • silogisme kategoris tunggal, karena terdiri atas dua premis;
  • silogisme kategoris tersusun, karena terdiri atas lebih dari dua premis.
 
Silogisme hipotetis, adalah silogisme yang terdiri atas satu premis atau lebih yang berupa keputusan hipotetis. Silogisme hipotesis dapat dibedakan menjadi:
  • silogisme hipotetis kondisional, yang ditandai dengan ungkapan- ungkapan "jika ..., maka...";
  • silogisme hipotetis disjungtif, yang ditandai dengan ungkapan "... atau ...";
  • silogisme hipotetis konjungtif, yang ditandai dengan ungkapan "tidak sekaligus… dan …".
 

Silogisme Kategoris

Bahasan mengenai silogisme kategoris kita fokuskan pada silogisme tunggal, ya sahabat pendidik. Silogisme kategoris tunggal merupakan bentuk silogisme yang terpenting. Silogisme ini terdiri atas tiga term, yakni subjek (S), predikat (P), dan term-antara (M).Contohnya adalah pernyataan berikut.
  • Setiap manusia (M) dapat mati (P) atau M – P.
  • Si Fulan (S) adalah manusia (M) atau S – M.
  • Jadi, Si Fulan (S) dapat mati (P) atau S – P.
Pada silogisme kategoris tunggal perlu ditentukan:
  • kesimpulan mana yang akan ditarik;
  • alasan yang disajika (M, term-antara);
  • silogisme berdasarkan subjek dan predikat (kesimpulan) serta term-antara.
 

Hukum-hukum yang Perlu Ditaati pada Silogisme Kategoris

Ada dua kategori hukum yang perlu ditaati pada silogisme kategoris, yaitu hukum yang menyangkung term dan hukum yang menyangkut keputusan.

Hukum yang menyangkut term pada silogisme kategoris adalah sebagai berikut.
  1. Silogisme tidak boleh mengandung lebih atau kurang dari tiga term. Kurang dari tiga term berarti tidak ada silogisme. Lebih dari tiga term berarti tidak adanya perbandingan. Kalaupun ada tiga term, ketiga term itu haruslah digunakan dalam arti yang sama tepatnya. Kalau tidak, hal itu sama saja dengan menggunakan lebih dari tiga term. Misalnya:
    - kucing itu mengeong;
    - binatang itu kucing;
    - jadi, binatang itu mengeong.
  2. Term subjek dan predikat dalam kesimpulan tidak boleh lebih luas daripada dalam premis-premisnya. Artinya, term subjek dan predikat dalam kesimpulan tidak boleh bersifat universal kalau dalam premis-premis partikular. Ada bahaya yang disebut latius hos. Istilah ini sebenarnya merupakan singkatan dari hukum silogisme yang berbunyi "latius hos quam praemissae conclusion non vult". Isi ungkapan yang panjang ini sama saja dengan generalisasi. Baik latius hos maupun generalisasi menyatakan ketidakberesan atau kesalahan penyimpulan, yakni menarik kesimpulan yang terlalu luas. Menarik kesimpulan yang universal pada hal yang benar hanyalah kesimpulan dalam bentuk keputusan yang partikular saja. Misalnya:
    - kucing adalah makhluk hidup;
    - manusia bukan kucing;
    - jadi, manusia bukan makhluk hidup.
  3. Term-antara (M) harus sekurang-kurangnya satu kali universal. Jika term-antara partikular baik dalam premis mayor maupun premis minor, mungkin sekali term-antara itu menunjukkan bagian-bagian yang berlainan dari seluruh luasnya. Kalau begitu term-antara tidak lagi berfungsi sebagai term-antara dan tidak lagi menghubungkan (memisahkan) subjek dan predikat. Misalnya:
    - banyak orang kaya yang kikir;
    - Si Fulan adalah orang kaya;
    - jadi, Si Fulan adalah orang yang kikir.
Hukum yang menyangkut keputusan pada silogisme kategoris adalah sebagai berikut.
  1. Jika kedua premis (yakni premis mayor dan premus minor) afirmatif atau positif, maka kesimpulannya harus afirmatif dan positif pula.
  2. Kedua premis tidak boleh negatif, sebab term-antara (M) tidak lagi berfungsi sebagai penghubung atau pemisah subjek dan predikat. Dalam silogisme sekurang-kurangnya ada satu, yakni subjek atau predikat, harus dipersamakan dengan term-antara  (M). Misalnya:
    - batu bukan binatang;
    - kucing bukan batu;
    - jadi, kucing bukan binatang.
  3. Kedua premis tidak boleh partikular. Sekurang-kurangnya satu premis harus universal. Misalnya:
    - ada orang kaya yang tidak tenteram hatinya;
    - banyak orang yang jujur teteram hatinya;
    - jadi, orang-orang kaya tidak jujur.
  4. Kesimpulan harus sesuai dengan premis yang paling lemah. Keputusan partikular adalah keputusan yang lemah dibandingkan dengan keputusan yang universal. Keputusan negatif adalah keputusan yang lemah dibandingkan dengan keputusan afirmatif atau positif. Oleh karena itu:
    - jika satu premis partikular, kesimpulan juga particular;
    - jika salah satu premis negatif, kesimpulan juga harus negatif;
    - jika salah satu premis negatif dan partikular, kesimpulan juga harus negatif dan partikular.
    Kalau tidak, ada bahaya latius hos lagi. Misalnya:
    - beberapa anak puteri tidak jujur;
    - semua anak puteri itu manusia (orang);
    - jadi, beberapa manusia (orang) itu tidak jujur.
Kumpulan Soal PPPK Guru - Tes Bakat Skolastik Materi Penalaran Logis - www.gurnulis.id

Kumpulan Soal PPPK Materi Penalaran Logis

Berikut adalah kumpulan soal PPPK guru materi penalaran logis. Soal-soal ini merupakan bagian dari soal analitik.

Soal nomor 1

Jika Reva membeli rok, maka ia juga membeli syal.
Jika Reva membeli syal, maka Sasa membeli jaket.
Sasa membeli celana.
A. Sasa dan Reva membeli rok.
B. Reva tidak membeli rok.
C. Reva membeli syal dan jaket.
D. Reva dan Sasa membeli celana.
E. Reva membeli rok dan syal.
 
Kunci jawaban:
B 
 
Pembahasan:
Reva tidak membeli celana. Jika Reva membeli rok, maka ia juga membeli syal. Jika Reva membeli syal maka Sasa membeli jaket. Jika Sasa membeli celana maka Sasa tidak membeli jaket. Reva pun juga tidak membeli syal. Artinya, Reva tidak membeli rok.

Soal nomor 2

Setiap pembelian 4 celana gratis 1 kaus.
Setiap pembelian 12 kaus gratis 1 celana.
Luna membeli 10 celana dan 25 kaus.
A. Luna mendapat 12 celana dan 27 kaus.
B. Luna mendapat 10 celana dan 26 kaus.
C. Luna mendapat 12 celana dan 25 kaus.
D. Luna mendapat 11 celana dan 27 kaus.
E. Luna mendapat 11 celana dan 26 kaus

Kunci jawaban:
A
 
Pembahasan:
Luna mendapat 12 celana dan 27 kaus. Setiap pembelian 4 celana gratis 1 kaus. Setiap pembelian 12 kaus gratis 1 celana. Jika Luna membeli 10 celana, maka ia mendapat gratis 2 kaus. Jika Luna membeli 25 kaus, maka ia mendapat gratis 2 celana. Luna akhirnya mendapat 12 celana dan 27 kaus.
 

Soal nomor 3

Semua buku pelajaran berada di rak baris A.
Buku sejarah berada di baris A dan novel di rak baris B.
A. Buku sejarah bukan termasuk buku pelajaran.
B. Novel dan buku sejarah berada di rak yang bersebelahan.
C. Novel bukan termasuk buku pelajaran.
D. Semua novel berada di rak baris A.
E. Buku kesehatan dan novel berada di rak yang bersebelahan.

Kunci jawaban:
C
 
Pembahasan:
Novel bukan termasuk buku pelajaran. Semua buku pelajaran berada di rak baris A. Jika buku sejarah berada di baris A dan novel berada di rak baris B, maka novel bukan termasuk buku pelajaran.
 

Soal nomor 4

Tidak diizinkan membawa makanan dan minuman di dalam perpustakaan.
Ada murid yang membawa makanan dan minuman.
A. Beberapa murid minum jus di dalam perpustakaan.
B. Beberapa murid juga membawa makanan dan minuman.
C. Beberapa murid tidak mematuhi peraturan perpustakaan.
D. Murid yang tidak membawa makanan dan minuman tidak masuk ke perpustakaan.
E. Murid yang membawa makanan dan minuman tidak diperbolehkan masuk perpustakaan 

Kunci jawaban:
E
 
Pembahasan:
Murid yang membawa makanan dan minuman tidak diperbolehkan masuk perpustakaan. Peraturan di perpustakaan adalah tidak diperbolehkan membawa makanan dan minuman di dalam perpustakaan. Jika ada murid yang membawa makanan dan minuman, maka ia tidak diperboehkan masuk perpustakaan.
 

Soal nomor 5

Semua hewan herbivora memakan daun-daunan.
Harimau memakan daging.
A. Harimau makan daun-daunan.
B. Semua hewan herbivora memakan daging.
C. Harimau adalah hewan herbivora.
D. Harimau bukan hewan herbivora.
E. Semua hewan herbivora adalah harimau.
 
Kunci jawaban:
D
 
Pembahasan:
Harimau bukan hewan herbivora. Semua hewan herbivora memakan daun-daunan. Jika harimau memakan daging, maka harimau bukan termasuk hewan herbivora.
 

Soal nomor 6

Calon mahasiswa harus mengikuti Ospek di universitasnya masing-masing.
Desta adalah calon mahasiswa.
A. Semua calon mahasiswa tidak mengikuti Ospek di universitasnya.
B. Desta harus mengikuti Ospek di universitasnya.
C. Desta tidak harus mengikuti Ospek di universitasnya.
D. Desta lulus Ospek di universitasnya.
E. Desta tidak boleh mengikuti Ospek di universitasnya.
 
Kunci jawaban:
B
 
Pembahasan:
Desta harus mengikuti Ospek di universitasnya. Calon mahasiswa harus mengikuti Ospek di universitasnya masing-masing. Jika Desta adalah calon mahasiswa, maka ia harus mengikuti Ospek di universitasnya.
 

Soal nomor 7

Semua kaftan terbuat dari sutra.
Sebagian kain sutra bermotif bunga-bunga.
Semua kain sutra berasal dari ulat sutra.
A. Kaftan bermotif polos tidak terbuat dari kain sutra.
B. Semua kaftan bermotif bunga-bunga terbuat dari kain sutra.
C. Kain sutra yang polos bukan berasal dari ulat sutra.
D. Beberapa kaftan berasal dari ulat sutra.
E. Semua bahan kaftan terbuat dari ulat sutra.
 
Kunci jawaban:
E
 
Pembahasan:
Semua kaftan terbuat dari ulat sutra. Semua kaftan terbuat dari kain sutra. Semua kain sutra berasal dari ulat sutra. Namun sebagian kain sutra bermotif bunga-bunga. Artinya, semua kaftan terbuat dari ulat sutra, dengan corak yang berbeda-beda salah satunya bunga-bunga.
 

Soal nomor 8

Pohon mangga madu lebih tinggi dari pohon rambutan.
Pohon mangga madu paling rendah dibanding dengan jenis pohon mangga lainnya.
A. Pohon mangga arum manis lebih tinggi dibanding pohon rambutan.
B. Pohon rambutan lebih tinggi dibanding pohon mangga madu.
C. Semua pohon mangga tingginya sama dengan pohon rambutan.
D. Pohon rambutan lebih tinggi dibanding dengan pohon mangga arum manis.
E. Pohon rambutan tingginya sama dengan pohon mangga tali jiwo.

Kunci jawaban:
A
 
Pembahasan:
Pohon mangga arum manis lebih tinggi dibanding pohon rambutan. Pohon mangga madu lebih tinggi daripada pohon rambutan. Jika pohon mangga madu paling rendah dibanding dengan jenis pohon mangga lainnya, maka semua pohon mangga lebih tinggi daripada pohon rambutan. Semua jenis pohon mangga, seperti pohon mangga madu, pohon mangga arum manis dan pohon mangga tali jiwo lebih tinggi dibanding pohon rambutan.
 

Soal nomor 9

Semua jepit yang berwarna merah muda diletakkan di atas meja rias.
Beberapa jepit yang berwarna emas diletakan diatas meja rias.
A. Ada jepit berwarna merah muda yang dimasukan dalam laci.
B. Semua jepit berwarna merah muda dimasukan dalam laci.
C. Beberapa jepit berwarna emas di masukan dalam laci.
D. Beberapa jepit berwarna merah muda dan semua jepit berwarna emas diletakkan di meja rias.
E. Semua jepit berwarna merah muda dan emas di letakkan di atas meja rias

Kunci jawaban:
C
 
Pembahasan:
Beberapa jepit berwarna emas di masukkan dalam laci.  Semua jepit yang berwarna merah muda diletakkan di atas meja rias. Jika beberapa jepit yang berwarna emas diletakkan di atas meja rias, maka ada beberapa jepit berwarna emas yang dimasukkan dalam laci atau dimasukkan dalam tas rias.
 
Ternyata tidak sulit bukan materi analitik penalaran logis ini, sahabat pendidik? Penulis menuliskan artikel ini berdasarkan modul pembimbingan seleksi guru PPPK hasil karya PGRI Provinsi Gorontalo sebagai berikut. Sahabat pendidik boleh memilikinya dengan mengeklik tautan pengunduhan di bawahnya.
Kumpulan Soal PPPK Guru - Tes Bakat Skolastik Materi Penalaran Logis - www.gurnulis.id

 
Terima kasih sebesar-besarnya kepada PGRI Provinsi Gorontalo yang telah berbagi modul program pembimbingan seleksi guru PPPK ini. Demikianlah bahasan dan kumpulan soal PPPK guru pada tes bakat skolastik kemampuan analitik materi penalaran logis.
 
Salam literasi guru ndeso.
Munasifatut Thoifah Guru yang selalu ingin berbagi inspirasi.

Belum ada Komentar untuk "Kumpulan Soal PPPK Guru - Tes Bakat Skolastik Materi Penalaran Logis"

Posting Komentar

Iklan atas artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah artikel