Iklan Header

Unduh Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4 SD MI Fase B Kurikulum Merdeka

Unduh Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4 SD MI Fase B Kurikulum Merdeka - www.gurnulis.id
Unduhan lengkap Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4 SD/ MI Kurikulum Merdeka. Modul ajar adalah RPP.

Ulasan Modul Ajar

Halo Sahabat Gurnulis. Sudahkah Sahabat membaca artikel "Menyusun Modul Ajar Kurikulum Merdeka" yang telah penulis sajikan sebelumnya? Modul ajar berfungsi sebagaimaan RPP atau Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Modul ajar dalam Kurikulum Merdeka ditujukan untuk membantu pendidik mengajar secara lebih fleksibel dan kontekstual, tidak selalu menggunakan buku teks pelajaran. Modul ajar dapat menjadi pilihan lain atau alternatif strategi pembelajaran. 
 
Pada Kurikulum Merdeka, guru memiliki keleluasaan untuk memilih dan memodifikasi contoh-contoh modul ajar yang tersedia atau mengembangkan modul ajar sendiri, sesuai dengan konteks, kebutuhan, dan karakteristik peserta didik. 

Pada kesempatan ini, penulis berbagi sarana download Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4 SD/ MI Fase B Kurikulum Merdeka. Tautannya terdapat di bawah deskripsi.

Deskripsi Kumpulan Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4 SD/ MI Fase B Kurikulum Merdeka

Format
 : Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Jenjang  : Sekolah Dasar
Mata Pelajaran  : Bahasa Indonesia
Fase  : Fase B
Kelas  : Kelas 4
Bab  : Bab 1 sampai dengan Bab 8
 
 

Bentuk Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4 SD/ MI Fase B Kurikulum Merdeka

Salah satu modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4 (satu) SD/ MI Fase B Kurikulum Merdeka adalah sebagai berikut.

MODUL AJAR BAHASA INDONESIA

INFORMASI UMUM
A.  Identitas Modul
Penyusun
 : Nama Guru
Instansi
 : SD Negeri Gurnulis
Tahun Penyusunan
 : Tahun 2022
Jenjang Sekolah
 : Sekolah Dasar
Mata Pelajaran
 : Bahasa Indonesia
Fase/ Kelas
 : Fase B/ Kelas 4
Bab
 : Bab 1 - Sudah Besar
Tema
 : Aku
Alokasi Waktu
 : 6 Minggu
 
B. Kompetensi Awal
  • Peserta didik dapat memahami dan menjelaskan permasalahan yang dihadapi tokoh cerita.
  • Peserta didik dapat mengucapkan kata-kata yang panjang.
  • Peserta didik dapat membedakan antara kalimat transitif dan kalimat intransitif, serta menggunakannya.
  • Peserta didik dapat mencari arti kata di dalam kamus dan membuat Proyek Kamus Kelas Empat.

C. Profil Pelajar Pancasila
  • Mandiri.
  • Bernalar kritis.
  • Kreatif.

D. Sarana dan Prasarana
  • Buku Siswa: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia, 2021, Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar, SD Kelas IV, Penulis: Eva Y. Nukman, Cicilia Erni Setyowati.
  • Buku cerita anak.
  • Media cetak dan elektronik.
  • Brosur dan poster tentang hemat listrik.
  • Internet.

E. Target Peserta Didik
  • Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar.
  • Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat, mampu mencapai keterampilan berfikir aras tinggi (HOTS), dan memiliki keterampilan memimpin.

F. Jumlah Peserta Didik
Minimal 15 peserta didik dan maksimal 25 peserta didik.

G. Model Pembelajaran
Model pembelajaran tatap muka, pembelajaran jarak jauh dalam jaringan (PJJ Daring), pembelajaran jarak jauh luar jaringan (PJJ Luring), dan blended learning.

KOMPONEN INTI
A. Tujuan Kegiatan Pembelajaran
Alur Konten Capaian Pembelajaran
  • Pertemuan 1.
    • Memahami dan menjelaskan permasalahan yang dihadapi tokoh cerita serta mengaitkannya dengan pengalaman pribadi.
  • Pertemuan 2.
    • Berbicara dengan santun, menggunakan kata maaf, tolong, permisi, dan terima kasih.
    • Berbicara dengan volume yang tepat sesuai konteks dan tempat berbicara, berbicara dengan jelas sehingga dipahami oleh lawan bicara.
  • Pertemuan 3.
    • Mengidentifikasi kalimat transitif dan intransitif di dalam cerita.
    • Menuliskan kalimat menggunakan tanda baca yang tepat sesuai fungsinya dan sesuai kaidah bahasa Indonesia.
  • Pertemuan 4.Membaca dan mengucapkan katakata yang panjang (tiga suku kata atau lebih) menggunakan pengetahuannya terhadap kombinasi huruf.
  • Pertemuan 5.
    • Menyimak dengan saksama dan memahami informasi dalam teks yang dibacakan.
  • Pertemuan 6.
    • Menjelaskan makna kosakata baru pada teks yang dibacakan berdasarkan pemahamannya terhadap tulisan dan gambar pendukung.
    • Menuliskan kalimat dengan struktur SPOK menggunakan tanda baca yang tepat dan kosakata yang sesuai.
Tujuan Pembelajaran.
  • Pertemuan 1.
    • Melalui kegiatan membaca cerita, peserta didik dapat menyimpulkan permasalahan yang dihadapi tokoh dan mengaitkannya dengan pengalaman pribadi.
  • Pertemuan 2.
    • Melalui kegiatan diskusi, peserta didik mampu mengemukakan pendapat atau menceritakan pengalaman dengan santun.
  • Pertemuan 3.
    • Melalui kegiatan mencari kalimat di dalam cerita, peserta didik dapat memahami pemakaian kalimat transitif dan intransitif dengan baik.
    • Melalui kegiatan latihan ini, peserta didik dapat menggunakan tanda baca serta kalimat transitif dan intransitif dengan tepat.
  • Pertemuan 4.
    • Melalui kegiatan membaca nyaring, peserta didik dapat mengucapkan kata-kata yang panjang dengan benar.
  • Pertemuan 5.
    • Melalui kegiatan menyimak cerita yang dibacakan, peserta didik dapat menemukan, menyimpulkan informasi, serta menyampaikan kembali simpulannya dengan tepat.
  • Pertemuan 6.
    • Melalui kegiatan membuat kalimat, peserta didik menggunakan kosakata baru dalam kalimat dengan benar sesuai ketentuan bahasa Indonesia
    • Melalui kegiatan menulis surat, peserta didik dapat menggunakan tanda baca, kosakata baru, dan kalimat transitif dan intransitif dengan tepat.

B. Pemahaman Bermakna
  • Meningkatkan kemampuan siswa tentang memahami dan menjelaskan permasalahan yang dihadapi tokoh cerita serta mengaitkannya dengan pengalaman pribadi.
  • Meningkatkan kemampuan siswa tentang membaca dan mengucapkan kata-kata yang panjang (tiga suku kata atau lebih) menggunakan pengetahuannya terhadap kombinasi huruf.
  • Meningkatkan kemampuan siswa tentang menulis dengan menggunakan kosakata baru dan kalimat transitif/ intransitif.

C. Pertanyaan Pemantik
  • Apa saja perubahan pada diri kalian dibandingkan setahun lalu saat kalian di awal kelas tiga?
  • Bagaimana menurut kalian cerita berjudul “Tak Muat Lagi”?
  • Diskusikan bersama, seperti apakah hubungan kakak-adik yang baik?
  • Apakah baju, sepatu, tas, atau buku kalian dijual, diberikan kepada adik, atau disumbangkan?

D. Persiapan Belajar
Bab ini dimulai dengan tanya jawab santai tentang diri peserta didik dan perubahan yang mereka alami. Kegiatan pembuka dilanjutkan dengan permainan mengurutkan agar peserta didik bersemangat memulai pelajaran.

Tip Pembelajaran
  • Ini kegiatan pertama peserta didik di kelas 4. Hindarkan kesan bahwa “sudah besar” hanya terkait tinggi badan, karena pertumbuhan anak berbeda-beda.
  • Soroti perubahan positif sekecil apa pun yang terkait kemandirian pribadi, membantu orang lain, kegiatan keagamaan, dan lain-lain. Contoh:
    • sudah bisa menyiapkan sarapan sendiri;
    • sudah hafal dua surat pendek di kitab suci;
    • dan lain-lain.

E. Kegiatan Pembelajaran
Langkah-langkah pembelajaran.
Kegiatan Pendahuluan
  • Guru menyapa peserta didik dan mengajak mereka berbincang sebentar. Guru dapat menanyakan apakah ada peserta didik yang datang terlambat, dan apa alasannya.
  • Guru menjelaskan bahwa peserta didik akan membaca cerita berpasang-pasangan.
  • Guru mengajak peserta didik menyepakati aturan main saat membaca bersama. Misalnya, peserta didik membaca bergantian per panel komik dengan suara tidak terlalu keras, tetapi dapat didengar jelas oleh pasangannya. Sepakati pula apakah peserta didik yang sedang mendapat giliran menyimak boleh membantu atau memperbaiki kesalahan bacaan temannya atau tidak.
  • Guru menjelaskan bahwa setelah membaca mereka akan berdiskusi. Guru juga menjelaskan tata tertib dalam berdiskusi dengan baik
Kegiatan Inti
  • Guru mempersilakan peserta didik membaca cerita “Tak Muat Lagi”.Kosakata baru ditandai kuning agar peserta didik memberikan perhatian lebih.
  • Guru berkeliling untuk memeriksa jika ada peserta didik yang kesulitan.
  • Jika semua selesai membaca, guru mengajak peserta didik mendiskusikan isi cerita tersebut.
  • Guru memandu peserta didik berdiskusi menjawab pertanyaan yang ada di Buku Siswa, serta menambahkan pertanyaan-pertanyaan lain yang terkait. Peserta didik dipersilakan untuk menjawab atau bertanya.
Tips Pembelajaran
Perhatikan bahwa tidak semua pertanyaan memiliki jawaban eksplisit di dalam teks. Oleh karena itu, guru perlu membaca dan memahami semua pertanyaan terlebih dahulu.

Kegiatan Penutup
  • Guru memandu peserta didik untuk menyimpulkan permasalahan yang dihadapi tokoh dan mengaitkannya dengan pengalaman pribadi.
  • Guru memperlihatkan Peserta didik membaca teks dengan nyaring, lalu menjawab pertanyaan terkait teks.

F. Refleksi
Di bagian ini peserta didik diminta melengkapi daftar isian mengenai hal-hal yang telah dipelajari. Guru dapat menambahkan hal-hal lain yang dirasa perlu. Peserta didik melakukan hal ini secara mandiri, guru hanya mendampingi dan memberi penjelasan jika ditanya. Jangan mendesak peserta didik untuk menuliskan jawaban tertentu. Jika ada peserta didik yang mengisi kolom “Masih Perlu Belajar”, ajak peserta didik tersebut berdiskusi secara personal untuk mengetahui permasalahannya. Berikan padanya kegiatan pengayaan yang menyenangkan, dan jika perlu komunikasikan dengan orang tua.

Memetakan kemampuan awal peserta didik dengan rincian serbagi berikut.
  • Pada akhir Bab I ini, guru telah memetakan peserta didik sesuai dengan kemampuan masing-masing melalui asesmen formatif dalam:
    • memahami dan menjelaskan permasalahan yang dihadapi tokoh cerita serta mengaitkannya dengan pengalaman pribadi;
    • membaca dan mengucapkan kata-kata yang panjang (tiga suku kata atau lebih) menggunakan pengetahuannya terhadap kombinasi huruf;
    • menulis dengan menggunakan kosakata baru dan kalimat transitif/ intransitif.  Informasi ini menjadi pemetaan awal untuk merumuskan strategi pembelajaran pada bab berikutnya.
  • Mengisi nilai peserta didik dari setiap kegiatan menjawab pertanyaan, berdiskusi, menulis, dan presentasi pada tabel.
 
G. Asesmen/ Penilaian
Asesmen Formatif Asesmen formatif hanya dilakukan pada beberapa kegiatan yang ditandai dengan simbol seperti di samping ini. Contoh rubrik penilaian disediakan pada kegiatan tersebut. Asesmen ini merujuk kepada Alur Konten Capaian Pembelajaran yang dicantumkan pada skema pembelajaran dan uraian pembelajaran. Kegiatan lain dilakukan sebagai latihan, tidak diujikan.
 
H. Kegiatan Pengayaan dan Remedial
Kegiatan Pengayaan.
Apabila peserta didik sudah lancer menulis, minta mereka menuliskan jawaban di buku tulis mereka.

Kegiatan Perancah.
  • Untuk peserta didik yang belum lancer membaca, berikan kegiatan pendampingan. Guru dapat menyiapkan sejumlah kata sulit untuk peserta didik berlatih. Peserta didik dapat diminta bekerja berpasangan. Guru juga dapat meminta orang tua atau kakak peserta didik untuk mendengarkan peserta didik berlatih membaca.
  • Jika ada peserta didik yang belum lancar membaca dan menulis, mintalah tolong kepada orang tua untuk membacakan buku, kemudian peserta didik mempresentasikan jurnalnya secara lisan.
 
Nama Tempat,  Tanggal
Guru Kelas 4

Nama Guru Gurnulis
 
LAMPIRAN
A. Lampiran Lembar Kerja Peserta Didik
Berisikan lembar kerja peserta didik.
 
B. Bahan Bacaan 
Arti Kata
  • Jurnal: catatan yang biasanya dibuat setiap hari.
  • Penulis: orang yang mengarang cerita atau menulis teks.
  • Ilustrator: orang yang membuat gambar/ilustrasi. Pada sebagian buku, penulis dan ilustrator adalah orang yang sama.
Tip Pembelajaran
Berikan tugas yang berbeda-beda atau minta peserta didik menyoroti hal berbeda untuk setiap bacaan yang dibacanya. Misalnya:
  • Mengidentifikasi sifatsifat tokoh di dalam buku.
  • Menceritakan pengalaman serupa yang pernah dialami peserta didik.
  • Menuliskan jalan cerita seandainya peserta didik menjadi salah satu tokoh utama di dalam cerita tersebut.
  • Menjelaskan hal-hal yang membuat cerita tidak menarik, kalau ada; dan lain-lain yang.
  • Menurut guru menarik untuk dieksplorasi.
Kesalahan Umum
  • Tugas yang selalu sama.
    • Tugas yang lazim diberikan guru adalah merangkum atau menceritakan kembali isi bacaan. Ini tetap dapat dilakukan, tetapi jika selalu dilaksanakan dan berulang-ulang, peserta didik akan bosan. Banyak sisi menarik yang bisa dieksplorasi dari buku dan banyak kegiatan pasca-membaca lain yang dapat dikerjakan.
  • Menghilangkan unsur kesenangan dalam membaca.
    • Guru dapat meminta peserta didik memperhatikan hal-hal terkait materi kebahasa indonesiaan yang sedang dipelajari di dalam buku, misalnya mencari paragraf narasi atau mencari awalan ‘ber-’ dengan fungsi tertentu. Akan tetapi, jangan menjadikannya satusatunya tujuan utama membaca, karena hal itu akan mengurangi atau malah menghilangkan keasyikan membaca.

Inspirasi Kegiatan
Jika tidak tersedia banyak buku di sekolah, peserta didik boleh meminjamnya ke Taman Bacaan Masyarakat. Buku juga bisa didapat dari perpustakaan digital tak berbayar.

Kegiatan Perancah
Jika ada peserta didik yang belum lancar membaca dan menulis, mintalah tolong kepada orang tua untuk membacakan buku, kemudian peserta didik mempresentasikan jurnalnya secara lisan.

C. Glosarium
  • Alur konten capaian pembelajaran adalah elemen turunan dari capaian pembelajaran yang menggambarkan pencapaian kompetensi secara berjenjang.
  • Alat peraga: alat bantu yang digunakan guru dalam pembelajaran agar materi yang diajarkan mudah dipahami oleh peserta didik
  • Asesmen diagnosis adalah asesmen pada awal tahun ajaran untuk memetakan kompetensi peserta didik agar mereka mendapatkan penanganan yang tepat.
  • Asesmen formatif adalah pengambilan data kemajuan belajar yang dapat dilakukan oleh guru atau peserta didik dalam proses pembelajaran.
  • Asesmen sumatif adalah penilaian hasil belajar secara menyeluruh yang meliputi keseluruhan aspek kompetensi yang dinilai dan biasanya dilakukan pada akhir periode belajar.
  • Capaian pembelajaran adalah kemampuan pada akhir masa pembelajaran yang diperoleh melalui serangkaian proses pembelajaran.
  • Intonasi adalah ketepatan pengucapan dan irama dalam kalimat agar pendengar memahami makna kalimat tersebut dengan benar.
  • KBBI Daring adalah singkatan dari Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam Jaringan, artinya kamus yang bisa diakses dengan fasilitas internet.
  • Kegiatan pengayaan adalah kegiatan yang diberikan kepada peserta didik dengan tingkat pemahaman yang lebih cepat sehingga pengetahuan, keterampilan, dan penguasaan mereka terhadap materi lebih mendalam.
  • Kegiatan perancah adalah disebut juga sebagai scaffolding, memberikan dukungan belajar secara terstruktur berupa petunjuk, peringatan, dorongan, dan contoh secara bertahap sesuai kemampuan peserta didik sehingga peserta didik dapat belajar mandiri   lembar amatan: catatan yang berisi keterampilan peserta didik untuk diamati guru.
  • Membaca nyaring adalah membacakan buku atau kutipan dari buku kepada orang lain dengan suara nyaring dengan tujuan menarik minat baca.
  • Pojok baca kelas adalah bagian dari kelas yang dilengkapi dengan rak buku berisikan buku-buku pengayaan sesuai jenjang untuk dibaca peserta didik selama berada di kelas.
  • Proyek kelas adalah tugas pembelajaran yang melibatkan beberapa kegiatan untuk dilakukan seluruh peserta didik mulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan.
  • Teks deskripsi adalah teks yang melukiskan peristiwa atau perasaan sehingga pembaca seolah melihat, mendengar, mencium, dan merasakan apa yang dilukiskan.
  • Teks eksposisi adalah teks yang bertujuan untuk memberikan informasi tertentu, misalnya maksud dan tujuan sesuatu.
  • Teks naratif adalah teks yang bertujuan untuk menguraikan suatu peristiwa dan diceritakan secara runtut.
  • Teks prosedur adalah teks yang memuat cara, langkah, atau urutan melakukan sesuatu secara tepat agar tujuan tercapai dengan baik.
 
D. Daftar Pustaka
  • Adi, S. 2018: 301. Landasan Pengembangan Sekolah Olahraga, Malang: Penerbit Wineka Media.
  • Dananjaya, U. 2010. Media Pembelajaran Aktif. Bandung: Penerbit Nuansa.
  • Dewayani, Sofie. 2017. Menghidupkan Literasi di Ruang Kelas. Yogyakarta: Penerbit PT Kanisius.
  • Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. 2015. Buku Petunjuk Tata Cara Berlalu Lintas (Highway Code) di Indonesia. Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Departemen Perhubungan RI.
  • Farida, A. Rois, S., Ahmad, E.S. 2011. Sekolah yang Menyenangkan: Metode Kreatif Mengajar dan Mengembangkan Karakter Siswa. Bandung: Penerbit Nuansa.
  • Fisher, Douglas, dkk. This is Balanced Literacy. Corwin.
  • Fountas, Irene C. & Gay Su Pinnell. 2010. The Continuum of Literacy Learning. Grades PreK to 8. Heinemann.
  • Hancock, Marjorie R. 2004. A Celebration of Literature and Response: Children, Books and Teachers in K-8 Classrooms. Pearson.
  • Hernowo. 2003. Andaikan Buku itu Sepotong Pizza: Rangsangan Baru untuk Melejitkan Word Smart. Bandung: Kaifa.  Hidayatno, A., Destyanto, A.R. 2018. Bermain untuk Belajar: Merancang Permainan Sebagai Media Pembelajaran yang Efektif. Yogyakarta: Leutika Prio.
  • Lestari, A.S. 2018. “Meningkatkan Kreativitas dan Kemampuan Menulis Cerita Fabel Pelajaran Bahasa Indonesia Menggunakan Gambar Seri bagi Peserta Didik Kelas VII D SMP Negeri 5 Surakarta Semester 2 Tahun Ajaran 2017/2018”. Surakarta: Jurnal Pendidikan Dwija Utama Edisi Mei 2018.
  • Moeliono, Anton M., dkk. 2017. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia, Ed. Ke-4. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.
  • McGraw-Hill Reading Wonders. 2014. Balanced Literacy Guide. McGraw Hill Education.
  • Oliverio, Donna C. 2007. Painless Junior Writing. Barron’s Educational Series.
  • Pusat Asesmen dan Pembelajaran. 2020. Modul Asesmen Diagnosis di Awal Pembelajaran. Pusmenjar Kemendikbud RI.
  • Prihantini, Ainia. 2015. Majas, Idiom, dan Peribahasa Indonesia Superlengkap. Bentang B first.
  • Prihantini, Ainia. 2015. Master Bahasa Indonesia: Panduan Tata Bahasa Indonesia Terlengkap. Bentang B first.
  • Robb, Laura. 2003. Teaching Reading in Social Studies, Science, and Math. Scholastic Teaching Resources.
  • Santoso, S. 2016. Majas dalam Novel “Semesta Mendukung” Karya Ayu Widya. Kendari: Jurnal Bastra Vol. 2 No. 1, Juli 2016/ E-ISSN 2503-3875 (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Halu Oleo).
  • Simanjuntak, Truman, dkk. 2015. Diaspora Melanesia di Nusantara. Direktorat Sejarah, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. 
  • Sumarlam. 2007. Pembinaan dan Pengembangan Bahasa dan Budaya, Jurusan Sastra Daerah, Fakultas Sastra dan Seni Rupa, Universitas Sebelas Maret.
  • Tim Pengembang Pedoman Bahasa Indonesia. 2016. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.
  • Wiyanto, Agus. 2012. Kitab Bahasa Indonesia. Galangpress.
 

Penutup

Demikianlah unduhan Kumpulan Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4 SD MI Fase B Kurikulum Merdeka ya, sahabat Gurnulis. Tetap semangat menghadapi merdeka belajar. Salam literasi guru ndeso
Munasifatut Thoifah Guru yang selalu ingin berbagi inspirasi.

Belum ada Komentar untuk "Unduh Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4 SD MI Fase B Kurikulum Merdeka"

Posting Komentar

Iklan atas artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah artikel