Cara Merencanakan Asesmen dalam Kurikulum Merdeka

Cara Merencanakan Asesmen dalam Kurikulum Merdeka - www.gurnulis.id
Bahasan mengenai cara merencanakan asesmen dalam Kurikulum Merdeka yang terdiri dari langkah perencanaan, instrumen penilaian, dan teknik penilaian.

Halo sahabat Gurnulis, setelah penulis membahas literatur-literatur ini:
kini penulis hendak mengajak sahabat pendidik berliterasi mengenai cara merencanakan asesmennya. Asesmen ini tentunya asesmen dalam lingkup Kurikulum Merdeka. Ayo kita pelajari.

Langkah Perencanaan Asesmen

Jika pendidik menggunakan modul ajar yang disediakan, mereka tidak perlu membuat perencanaan asesmen. Namun, bagi pendidik yang mengembangkan sendiri rencana pelaksanaan pembelajaran dan/ atau modul ajar, ia perlu merencanakan asesmen formatif yang akan digunakan.

Langkah perencanaan asesmen adalah sebagai berikut.
  • Rencana asesmen dimulai dengan perumusan tujuan asesmen. Tujuan ini tentu berkaitan erat dengan tujuan pembelajaran.
  • Setelah tujuan dirumuskan, pendidik memilih dan/ atau mengembangkan instrumen asesmen sesuai tujuan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih atau mengembangkan instrumen,  antara lain:
    • (1) karakteristik peserta didik;
    • (2) kesesuaian asesmen dengan rencana atau tujuan pembelajaran dan tujuan asesmen;
    • (3) kemudahan penggunaan instrumen untuk memberikan umpan balik kepada peserta didik dan pendidik.

Instrumen Penilaian dalam Asesmen Pembelajaran Kurikulum Merdeka

Instrumen penilaian dalam asesmen pembelajaran Kurikulum Merdeka adalah sebagai berikut.
  1. Rubrik. Rubrik adalah pedoman yang dibuat untuk menilai dan mengevaluasi kualitas capaian kinerja peserta didik sehingga pendidik dapat menyediakan bantuan yang diperlukuntuk meningkatkan kinerja. Rubrik juga dapat digunakan oleh pendidik untuk memusatkan perhatian pada kompetensi yang harus dikuasai. Capaian kinerja dituangkan dalam bentuk kriteria atau dimensi yang akan dinilai yang dibuat secara bertingkat dari kurang sampai terbaik.
  2. Ceklis. Ceklis adalah daftar informasi, data, ciri-ciri, karakteristik, atau elemen yang dituju.
  3. Catatan Anekdotal. Catatan anekdotal adalah catatan singkat hasil observasi yang difokuskan pada performa dan perilaku  yang menonjol, disertai latar belakang kejadian dan hasil analisis atas observasi yang dilakukan.
  4. Grafik perkembangan (kontinum). Grafik perkembangan (kontinum) adalah Grafik atau infografik yang menggambarkan tahap perkembangan belajar.

Teknik Penilaian dalam Asesmen Pembelajaran Kurikulum Merdeka

Pada Kurikulum merdeka, teknik penilaian yang dapat digunakan adalah sebagai berikut.
  1. Observasi. Observasi adalah penilaian peserta didik yang dilakukan secara berkesinambungan melalui pengamatan perilaku yang diamati secara berkala. Observasi dapat difokuskan untuk semua peserta didik  atau per individu. Observasi dapat dilakukan dalam tugas atau aktivitas rutin atau harian.
  2. Kinerja. Penilaian kinerja adalah penilaian yang menuntut peserta didik untuk mendemonstrasikan dan mengaplikasikan pengetahuannya ke dalam berbagai macam konteks sesuai dengan kriteria yang diinginkan. Asesmen kinerja dapat berupa praktik, menghasilkan produk, melakukan projek, atau membuat portofolio.
  3. Projek. Projek adalah kegiatan penilaian terhadap suatu tugas meliputi kegiatan perancangan, pelaksanaan, dan pelaporan, yang harus diselesaikan dalam periode atau waktu tertentu.
  4. Tes tertulis. Tes tertulis adalah tes dengan soal dan jawaban disajikan secara tertulis untuk mengukur atau memperoleh informasi tentang kemampuan peserta didik. Tes tertulis dapat berbentuk esai, pilihan ganda, uraian, atau bentuk-bentuk tes tertulis lainnya.
  5. Tes lisan. Tes lisan adalah pemberian soal atau pertanyaan yang menuntut peserta didik menjawab secara lisan, dan dapat diberikan secara klasikal ketika pembelajaran.
  6. Penugasan. Penugasan adalah pemberian tugas kepada peserta didik untuk mengukur pengetahuan dan memfasilitasi peserta didik memperoleh atau meningkatkan pengetahuan.
  7. Portofolio. Portofolio adalah kumpulan dokumen hasil penilaian, penghargaan, dan karya peserta didik dalam bidang tertentu yang mencerminkan perkembangan (reflektif-integratif) dalam kurun waktu tertentu,
 

Karekteristik Asesmen Jenjang PAUD, Pendidikan Khusus (Diksus), dan SMK 

Asesmen dapat dilakukan secara berbeda di jenjang tertentu, sesuai dengan  karakteristiknya.
 
Pada jenjang PAUD,  teknik penilaian tidak menggunakan tes tertulis, melainkan dengan berbagai cara yang disesuaikan dengan kondisi satuan PAUD, dengan menekankan pengamatan pada anak secara autentik sesuai preferensi satuan pendidikan. Ragam bentuk asesmen yang dapat dilakukan, antara lain: catatan anekdot, ceklis, hasil karya, portofolio, dokumentasi, dan lain-lain.

Pada jenjang Pendidikan Khusus (Diksus), asesmen cenderung lebih beragam karena perlu  pendekatan individual. Pada Pendidikan  Kesetaraan, asesmen mata pelajaran keterampilan dapat berbentuk observasi, demonstrasi, tes lisan, tes tulis, portofolio, dan/atau uji kompetensi pada lembaga sertifikasi dan kompetensi.

Pada jenjang SMK, terdapat bentuk asesmen khas yang  membedakan dengan jenjang yang lain, yaitu asesmen Praktik Kerja Lapangan (PKL), Uji Kompetensi Kejuruan, Ujian Unit Kompetensi.

Referensi

Bahasan mengenai cara merencanakan asesmen dalam Kurikulum Merdeka ini diambil dari panduan pembelajaran dan asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah yang diterbitkan oleh Kemendibudristek. Berkasnya bisa sahabat Gurnulis unduh pada tautan berikut.

Penutup

Demikianlah bahasan mengenai cara merencanakan asesmen dalam Kurikulum Merdeka ya, sahabat Gurnulis. Salam merdeka belajar. Salam literasi guru ndeso.
Munasifatut Thoifah Guru yang selalu ingin berbagi inspirasi.

Belum ada Komentar untuk "Cara Merencanakan Asesmen dalam Kurikulum Merdeka"

Posting Komentar

Iklan atas artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah artikel