Model Pembelajaran Project Based Learning

Model Pembelajaran Project Based Learning - www.gurnulis.id
Bahasan mengenai model pembelajaran project based learning atau pembelajaran berbasis proyek, mulai dari pengertian, prinsip, manfaat, langkah-langkah pembelajaran atau sintaks, hingga kesimpulan.

Halo Sahabat Gurnulis, kita bertemu kembali dengan blog pembelajaran tercinta ini ya. Penulis tidak henti-hentinya membagikan referensi-referensi pembelajaran. Sebagaimana yang tertulis pada judul, kali ini penulis hendak mengajak Sahabat berliterasi mengenai model pembelajaran project based learning atau pembelajaran berbasis proyek. Oh ya, sebelumnya penulis pun telah berbagi mengenai model-model pembelajaran berkut.
Oke, tanpa berlama-lama mari kita bahas model pembelajaran project based learning ini.

Pengertian Model Pembelajaran Project Based Learning atau Pembelajaran Berbasis Proyek

Model pembelajaran project based learning ini secara bahasa diartikan sebagai model yang menekankan pada pengadaan proyek atau kegiatan penelitian kecil dalam pembelajaran. Klein dan teman-temannya mendefinisikan pembelajaran berbasis proyek (project based learning) sebagai berikut.
The instructional strategy of empowering learners to pursue content knowledge on their own and demonstrate their new understandings through a variety of presentation modes.
Sementara itu, Intel Corporation memberikan definisi terhadap pembelajaran berbasis proyek sebagai berikut.
An instructional model that involves students in investigations of compelling problems that culminate in authentic products.
Definisi yang lebih lengkap terhadap pembelajaran berbasis proyek dapat ditemukan dalam pendapat Barell, Baron, dan Grant yang memberikan pengertian Project Based Learning sebagai berikut.
Using authentic, real world project, based on a highly motivating and engaging question, task, or problem to teach students academic content in the context of working cooperatively to solve the problem.
Sementara itu, sebagian ahli mengemukakan pendapat sebagai berikut.
Project based learning a systematic teaching method that engages students in learning essential knowledge and life-enhancing skills through an extended, student-influenced inquiry process structured around complex, authentic questions and carefully designed products and tasks.
Terry dan kawan-kawan juga mengemukakan project based learning sebagai berikut.
Project based learning is a model for classroom activity that shifts away from the classroom practices of short, isolated. teacher-centered lessons and instead emphasizes learning activities that are long-term, interdisciplinary, and student-centered.
Menurut CORD dan kawan-kawan yang dikutip oleh Made Wena, pembelajaran berbasis proyek (project based learning) adalah sebuah model pembelajaran yang inovatif dan lebih menekankan pada belajar kontekstual melalui kegiatan-kegiatan yang kompleks. Fokus pembelajaran berbasis proyek (project based learning) terletak pada prinsip dan konsep inti dari disiplin ilmu, melibatkan peserta didik dalam investigasi pemecahan masalah dan kegiatan tugas-tugas bermakna lain, memberi kesempatan peserta didik bekeja secara otonom dalam mengonstruksi pengetahuan mereka sendiri, serta mencapai puncaknya untuk menghasilkan produk nyata.

Pembelajaran berbasis proyek (project based learning) adalah model pembelajaran yang melibatkan suatu proyek dalam proses Proyek yang dikerjakan oleh peserta didik dapat berupa proyek perseorangan atau kelompok dan dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu secara kolaboratif, menghasilkan sebuah produk, yang hasilnya kemudian akan ditampilkan atau dipresentasikan. Pelaksanaan proyek dilakukan secara kolaboratif, inovatif, unik, dan yang berfokus pada pemecahan masalah yang berhubungan dengan kehidupan peserta didik. Pembelajaran berbasis proyek (project based learning) merupakan bagian dari metode instruksional yang berpusat pada pembelajar. Model ini sebagai ganti penggunaan suatu model pembelajaran yang masih bersifat teacher-centered yang cenderung membuat pembelajar lebih pasif dibandingkan dengan guru. Hal tersebut mengakibatkan motivasi belajar peserta didik menjadi rendah sehingga kinerja ilmiah mereka pun menurun.
 
Berpijak dari beberapa definisi di atas, dapat dipahami bahwa pembelajaran berbasis proyek (project based learning) adalah model pembelajaran yang menggunakan proyek/kegiatan sebagai sarana pembelajaran untuk mencapai kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Penekanan pembelajaran terletak pada aktivitas peserta didik untuk memecahkan masalah dengan menerapkan keterampilan meneliti, menganalisis, membuat, hingga mempresentasikan produk pembelajaran berdasarkan pengalaman nyata. Model pembelajaran ini memperkenankan peserta didik untuk bekerja secara mandiri maupun berkelompok dalam mengkonstruksikan produk autentik yang bersumber dari masalah nyata dalam kehidupan sehari-hari. Definisi tersebut sejalan dengan uraian yang dipaparkan oleh Bell, yaitu sebagai berikut.
  • Project based learning is curriculum fueled and standards based. Model pembelajaran berbasis proyek merupakan model pembelajaran yang menghendaki adanya standar isi dalam kurikulumnya. Melalui pembelajaran berbasis proyek, proses inkuiri dimulai dengan memunculkan pertanyaan penuntun dan membimbing peserta didik dalam sebuah proyek kolaboratif yang mengintegrasikan berbagai subjek (materi) dalam kurikulum.
  • Project based learning asks a question or poses a problem that each student can answer. Pembelajaran berbasis proyek adalah model pembelajaran yang menuntut pengajar dan atau peserta didik mengembangkan pertanyaan penuntun. Mengingat bahwa masing-masing peserta didik memiliki gaya belajar yang berbeda, maka pembelajaran berbasis proyek memberikan kesempatan kepada para peserta didik untuk menggali konten (maten) dengan menggunakan berbagai cara yang bermakna bagi dirinya dan melakukan eksperimen secara kolaboratif. Hal ini memungkinkan setiap peserta didik pada akhirnya mampu menjawab pertanyaan penuntun.
  • Project based learning asks students to investigate issues and topics addressing real-world problems while integrating subjects across the curriculum. Pembelajaran berbasis proyek merupakan model pembelajaran yang menuntut peserta didik membuat "jembatan" yang menghubungkan antarberbagai subjek materi. Selain itu, pembelajaran berbasis proyek merupakan investigasi mendalam tentang sebuah topik dunia nyata.
  • Project based learning is a models that fosters abstract, intellectual tasks to explore complex issues. Pembelajaran berbasis proyek merupakan model pembelajaran yang memerhatikan pemahaman peserta didik dalam melakukan eksplorasi, penilaian, interpretasi, dan mensintesis informasi melalui cara yang bermakna. Pembelajaran berbasis proyek juga merupakan suatu model pembelajaran yang menyangkut pemusatan pertanyaan yang dan bermakna, pemecahan masalah, pengambilan keputusan, proses pencarian berbagai sumber, pemberian kesempatan kepada anggota untuk bekerja secara kolaborasi, dan menutup dengan presentasi produk nyata. Pembelajaran berbasis proyek ini tidak hanya mengkaji hubungan antara informasi teoretis dan praktik, tetapi juga memotivasi peserta didik untuk merefleksi apa yang mereka pelajari dalam pembelajaran dalam sebuah proyek nyata serta dapat meningkatkan kinerja ilmiah mereka.
Pembelajaran berbasis proyek (project based learning) merupakan model pembelajaran yang menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalaman nyata. dilakukan secara sistematik yang mengikutsertakan peserta didik dalam pembelajaran sikap, pengetahuan, dan keterampilan melalui investigasi dalam perancangan produk. Pembelajaran berbasis proyek (project based learning) merupakan model pembelajaran yang inovatif, yang menekankan belajar kontekstual melalui kegiatan-kegiatan yang kompleks. Pelaksanaan pembelajaran berbasis proyek (project based learning) memberi kesempatan peserta didik berpikir kritis dan mampu mengembangkan kreativitasnya melalui pengembangan inisiatif untuk menghasilkan produk nyata berupa barang atau jasa.

Pada pembelajaran berbasis proyek (project based learning), peserta didik terlibat secara aktif dalam memecahkan masalah yang ditugaskan oleh guru dalam bentuk suatu proyek. Peserta didik aktif mengelola pembelajarannya dengan bekerja secara nyata yang menghasilkan produk real. Jadi, hasil akhir dari proses pembelajaran adalah produk yang bisa bermakna dan bermanfaat. Pembelajaran berbasis proyek (project based learning) dapat mereduksi kompetisi di dalam kelas dan mengarahkan peserta didik lebih kolaboratif daripada bekerja sendiri-sendiri. Di samping itu, pembelajaran berbasis proyek (project based learning) dapat juga dilakukan secara mandiri melalui bekerja mengkonstruk pembelajarannya melalui pengetahuan serta keterampilan baru, dan mewujudkannya dalam produk nyata.

Prinsip-prinsip Model Pembelajaran Project Based Learning atau Pembelajaran Berbasis Proyek

Sebagaimana telah diuraikan di atas bahwa sarana pembelajaran untuk mencapai kompetensi dalam pembelajaran berbasis proyek (project based learning) menggunakan tugas proyek sebagai strategi pembelajaran. Para peserta didik bekerja secara nyata, memecahkan persoalan di dunia nyata yang dapat menghasilkan solusi berupa produk atau hasil karya secara nyata atau realistis. Menurut Thomas, pembelajaran berbasis proyek mempunyai beberapa prinsip, yaitu (a) sentralistik (centrality), (b) pertanyaan pendorong/ penuntun (driving question), (c) investigasi konstruktif (constructive investigation), (d) otonomi (autonomy), dan (e) realistis (realism). Prinsip yang mendasari pembelajaran berbasis proyek adalah sebagai berikut.
  • Pembelajaran berpusat pada peserta didik yang melibatkan tugas-tugas pada kehidupan nyata untuk memperkaya pembelajaran.
  • Tugas proyek menekankan pada kegiatan penelitian berdasarkan suatu tema atau topik yang telah ditentukan dalam pembelajaran. Pembelajaran model ini lebih tepat dan praktis apabila diterapkan di laboratorium.
  • Penyelidikan atau eksperimen dilakukan secara autentik dan menghasilkan produk nyata yang telah dianalisis dan dikembangkan berdasarkan tema atau topik yang disusun dalam bentuk produk (laporan atau hasil karya). Produk, laporan atau hasil karya tersebut selanjutnya dikomunikasikan untuk mendapat tanggapan dan umpan balik untuk perbaikan proyek berikutnya.
  • Kurikulum. Pembelajaran berbasis proyek (project based learning) tidak seperti pada kurikulum tradisional karena memerlukan suatu strategi sasaran di mana proyek sebagai pusat.
  • Responsibility. Pembelajaran berbasis proyek (project based learning) menekankan responsibility dan answerability para peserta didik ke diri dan panutannya.
  • Realisme. Kegiatan peserta didik difokuskan pada pekerjaan yang serupa dengan situasi yang sebenarnya. Aktivitas ini mengintegrasikan tugas autentik dan menghasilkan sikap profesional.
  • Active Learning. Menumbuhkan isu yang berujung pada pertanyaan dan keinginan peserta didik untuk menentukan jawaban yang relevan sehingga terjadi proses pembelajaran yang mandiri.
  • Umpan balik. Diskusi, presentasi, dan evaluasi terhadap para peserta didik menghasilkan umpan balik yang berharga. Hal ini mendorong ke arah pembelajaran berdasarkan pengalaman.
  • Keterampilan umum. Pembelajaran berbasis proyek (project based learning) dikembangkan tidak hanya pada keterampilan pokok dan pengetahuan saja, tetapi juga mempunyai pengaruh besar pada keterampilan yang mendasar seperti pemecahan masalah, keja kelompok. dan self management.
  • Driving Questions. Pembelajaran berbasis proyek (project based learning) difokuskan pada pertanyaan atau permasalahan yang memicu peserta didik untuk menyelesaikan permasalahan dengan konsep, prinsip, dan ilmu pengetahuan yang sesuai.
  • Constructive Investigation. Pembelajaran berbasis proyek (project based learning) sebagai titik pusat, proyek harus disesuaikan dengan pengetahuan para peserta didik.
  • Autonomy. Proyek menjadikan aktivitas peserta didik yang penting. Blumenfeld mendeskripsikan model pembelajaran berbasis proyek berpusat pada proses relatif berkangka waktu, unit pembelajaran bermakna.

Manfaat Model Pembelajaran Project Based Learning atau Pembelajaran Berbasis Proyek

Pembelajaran berbasis proyek (project based learning) merupakan strategi pembelajaran yang berfokus pada peserta didik dalam kegiatan pemecahan masalah dan tugas-tugas bermakna lainya. Pelaksanaan pembelajaran berbasis proyek (project based learning) dapat memberi peluang pada peserta didik untuk bekerja mengkonstruksi tugas yang diberikan guru yang puncaknya dapat menghasilkan produk karya peserta didik. Manfaat Pembelajaran berbasis proyek (project based learning) adalah sebagai berikut.
  • Memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru dalam pembelajaran.
  • Meningkatkan kemampuan peserta didik dalam pemecahan masalah.
  • Membuat peserta didik lebih aktif dalam memecahkan masalah yang kompleks dengan hasil produk nyata berupa barang atau jasa.
  • Mengembangkan dan meningkatkan keterampilan peserta didik dalam mengelola sumber/ bahan/ alat untuk menyelesaikan tugas.
  • Meningkatkan kolaborasi peserta didik khususnya pada pembelajaran berbasis proyek (project based learning) yang bersifat kelompok.
  • Peserta didik membuat keputusan dan membuat kerangka keja.
  • Terdapat masalah yang pemecahannya tidak ditentukan sebelumnya.
  • Peserta didik merancang proses untuk mencapai hasil.
  • Peserta didik bertanggung jawab untuk mendapatkan dan mengelola informasi yang dikumpulkan.
  • Peserta didik melakukan evaluasi secara berkelanjutan.
  • Peserta didik secara teratur melihat kembali apa yang mereka kerjakan.
  • Hasil akhir berupa produk dan dievaluasi kualitasnya.
  • Kelas memiliki atmosfer yang memberi toleransi kesalahan dan perubahan.
 

Karakteristik Model Pembelajaran Project Based Learning atau Pembelajaran Berbasis Proyek

Pembelajaran berbasis proyek (project based learning) yang efektif, menurut Klein dan kawan-kawan harus memiliki karakteristik sebagai berikut. 
  • Leads students to investigate important ideas and questions.
  • Is framed around an inquiry process.
  • Is differentiated according to student needs and interests.
  • Is driven by student independent production and presentation rather than teacher delivery of information.
  • Requires the use of creative thinking, critical thinking, and information skills to investigate, draw.
  • Conclusions about, and create content.
  • Connects to real world and authentic problems and issues.
 

Langkah-langkah (Sintaks) Model Pembelajaran Project Based Learning atau Pembelajaran Berbasis Proyek

Pembelajaran berbasis proyek (project based learning) sebagai salah satu wahana yang memaksimalkan aktivitas peserta didik dalam pembelajaran dapat meningkatkan motivasi belajar dan kinerja ilmiah peserta didik dan membantu para peserta didik mengembangkan keterampilan belajar jangka panjang. Para peserta didik mengetahui bahwa mereka adalah mitra penuh dalam lingkungan pelajaran ini dan bertanggung jawab dalam proses pelajaran. Selain itu, pembelajaran berbasis proyek (project based learning) juga dapat meningkatkan keyakinan diri para peserta didik, motivasi untuk belajar, kemampuan kreatif, dan mengagumi diri sendiri.
 
Pembelajaran berbasis proyek (project based learning) merupakan integrasi dari pembelajaran berbasis sains dan teknologi. Dalam pembelajaran berbasis proyek (project based learning), peserta didik diberikan tugas dengan mengembangkan tema atau topik dalam pembelajaran dengan melakukan kegiatan proyek yang realistik. Di samping itu, penerapan pembelajaran berbasis proyek (project based learning) ini mendorong tumbuhnya kreativitas, kemandirian, tanggung jawab, kepercayaan diri, serta berpikir kritis dan analitis pada peserta didik.

Secara umum, langkah-langkah pembelajaran berbasis proyek (project based learning) dijelaskan pada bagan berikut.
Model Pembelajaran Project Based Learning - www.gurnulis.id
Berdasarkan bagan di atas, langkah-langkah atau sintaks dari model pembelajaran berbasis proyek (project based learning) adalah sebagai berikut.
  1. Penentuan proyek. Pada langkah ini, peserta didik menentukan tema atau topik proyek berdasarkan tugas proyek yang diberikan oleh guru. Peserta didik diberi kesempatan untuk memilih atau menentukan proyek yang akan dikerjakannya baik secara ataupun mandiri dengan catatan tidak menyimpang dari tugas yang kelompok diberikan guru.
  2. Perancangan langkah-langkah penyelesaian proyek. Peserta didik merancang langkah-langkah kegiatan penyelesaian proyek dari awal sampai akhir beserta pengelolaannya. Kegiatan perancangan proyek ini berisi aturan main dalam pelaksanaan tugas proyek, pemilihan aktivitas yang dapat mendukung tugas proyek, pengintegrasian berbagai kemungkinan penyelesaian tugas proyek, perencanaan sumber atau bahan atau alat yang dapat mendukung penyelesaian tugas proyek, dan kerja sama antaranggota kelompok.
  3. Penyusunan jadwal pelaksanaan proyek. Peserta didik di bawah pendampingan guru melakukan penjadwalan semua kegiatan yang telah dirancangnya. Berapa lama proyek itu harus diselesaikan tahap demi tahap.
  4. Penyelesaian proyek dengan fasilitasi dan monitoring guru. Langkah ini merupakan langkah pengimplementasian rancangan proyek yang telah dibuat. Aktivitas yang dapat dilakukan dalam kegiatan proyek di antaranya adalah dengan
    • membaca;
    • meneliti;
    • observasi;
    • interview;
    • merekam;
    • berkarya seni;
    • mengunjungi objek proyek;
    • akses internet.
    Guru bertanggung jawab memonitor aktivitas peserta didik dalam melakukan tugas proyek mulai proses hingga penyelesaian proyek. Pada kegiatan monitoring, guru membuat rubrik yang akan dapat merekam aktivitas peserta didik dalam menyelesaikan tugas proyek.
  5. Penyusunan laporan dan presentasi atau publikasi hasil proyek. Hasil proyek dalam bentuk produk, baik itu berupa produk karya tulis, karya seni, atau karya teknologi atau prakarya dipresentasikan dan/ atau dipublikasikan kepada peserta didik yang lain dan guru atau masyarakat dalam bentuk pameran produk pembelajaran.
  6. Evaluasi proses dan hasil proyek. Guru dan peserta didik pada akhir proses pembelajaran melakukan refleksi terhadap aktivitas dan hasil tugas proyek. Proses refleksi pada tugas proyek dapat dilakukan secara individu maupun kelompok. Pada tahap evaluasi, peserta didik diberi kesempatan mengemukakan pengalamannya selama menyelesaikan tugas proyek yang berkembang dengan diskusi untuk memperbaiki kinerja selama menyelesaikan tugas proyek. Pada tahap ini juga dilakukan umpan balik terhadap proses dan produk yang telah dihasilkan.
 

Kesimpulan

Dalam mengerjakan proyek, peserta didik dapat berkolaborasi dan melakukan investigasi dalam kelompok kolaboratif antara empat sampai dengan lima orang. Keterampilan-keterampilan yang dibutuhkan dan dikembangkan oleh peserta didik dalam tim adalah merencanakan, mengorganisasikan, negosiasi, membuat konsensus tentang tugas yang dikerjakan, siapa yang mengerjakan apa, dan bagaimana mengumpulkan informasi yang dibutuhkan dalam berinvestigasi. Keterampilan yang dibutuhkan dan yang akan dikembangkan oleh peserta didik merupakan keterampilan yang esensial sebagai landasan untuk keberhasilan proyek mereka. Keterampilan-keterampilan yang dikembangkan melalui kolaborasi dalam tim menyebabkan pembelajaran menjadi aktif. Sebab, setiap individu memiliki keterampilan yang bervariasi sehingga setiap individu mencoba menunjukkan keterampilan yang mereka miliki dalam kerja tim mereka. Pembelajaran secara aktif dapat memimpin peserta didik ke arah peningkatan keterampilan dan kinerja ilmiah. Kinerja ilmiah tersebut mencakup prestasi akademis, mutu interaksi hubungan antarpribadi, rasa harga diri, persepsi dukungan sosial lebih besar, dan keselarasan antarpara peserta didik.
 
Implikasi model pembelajaran berbasis proyek (project based learning) dalam proses belajar mengajar adalah memberikan kebebasan kepada peserta didik untuk merencanakan aktivitas belajar, melaksanakan proyek secara kolaboratif, dan pada akhirnya menghasilkan produk kerja yang dapat dipresentasikan kepada orang lain. Selain itu, dalam pembelajaran berbasis proyek peserta didik menjadi terdorong lebih aktif berakitivitas dalam belajar sehingga dapat meningkatkan kinerja ilmiah peserta didik. Sementara itu, guru hanya sebagai fasilitator dan mengevaluasi proses dan produk hasil kinerja peserta didik meliputi outcome yang mampu ditampilkan dari hasil proyek yang dikerjakan.
 
Ellis juga memaparkan bahwa pembelajaran berbasis proyek (project based learning) merupakan ajang kesempatan berdiskusi yang bagus bagi peserta didik, mengasuh penemuan langsung peserta didik terhadap masalah dunia nyata, memberi mereka kesenangan dalam pembelajaran dan dapat dijadikan strategi mengajar yang efektif. Dalam konteks ini, peserta didik mempunyai pilihan untuk menginvestigasi topik-topik yang berkaitan dengan masalah dunia nyata, saling bertukar pendapat antara kelompok yang membahas topik yang berbeda, mencari pengetahuan dari berbagai sumber, mengambil keputusan dan mempresentasikan proyek atau hasil diskusi mereka. Selain itu, pemakaian proyek dengan flow visualisation (gambar alir) yang dikaitkan dengan kinerja ilmiah dapat meningkatkan keterampilan dan pemahaman peserta didik tentang proyek yang mereka kerjakan. Jadi, dengan menggunakan flow visualisation dalam penerapan pembelajaran berbasis proyek dapat meningkatkan keterampilan peserta didik, khususnya kinerja ilmiah dalam merancang proyek sebagai refleksi antara teori dan praktik dalam pembelajaran.
 
Pembelajaran berbasis proyek (project based learning) telah menjadi bagian dari kurikulum sekolah yang memiliki ciri khas melibatkan para peserta didik di dalam desain proyek, penyelidikan pemecahan masalah, atau pengalaman yang memberi perluasan waktu kepada para peserta didik untuk bekerja secara otonomi. Pembelajaran berbasis proyek (project based learning) juga dapat menyediakan peluang bagi pengembangan keterampilan baru, eksplorasi, praktik, dan manajemen proyek. Dalam bidang sains, dukungan guru dan penemuan proyek dapat menyediakan pengalaman pribadi dalam proses penemuan dan pemahaman. Tidak hanya mengerjakan proyek secara alami dan menguatkan filosofi ilmu pengetahuan, tetapi mereka juga membantu para peserta didik untuk membangun koneksi di antara pengalaman kelas mereka, lingkungan, dan minat mereka.
 
Uraian tersebut sesuai dengan pendapat Doppelt yang menyatakan bahwa pembelajaran berbasis proyek mempunyai nilai keaslian di dalam dunia pendidikan  yang mampu peserta didik menuju ke riset, rencana, desain, dan mencerminkan ciptaan atau hasil kreasi dari proyek teknologi dan peran guru seyogianya membantu peserta didik mengintegrasikan pengetahuan dari ilmu pengetahuan dan disiplin ilmu lainnya ke dalam proses desain.
 
Pembelajaran berbasis proyek (project based learning) yang berpusat pada pembelajar dan memberikan kesempatan kepada pembelajar untuk menyelidiki topik permasalahan, membuat pembelajar menjadi lebih otonomi sehingga mereka dapat membangun pengetahuan mereka sendiri serta pembelajaran menjadi lebih bermakna.
 
Aplikasi model pembelajaran berbasis proyek (project based learning) ini mempunyai beberapa alasan, yaitu:
  • menawarkan potensi produksi dan tindakan pengetahuan kolektif di dalam proyek sosial;
  • dalam tradisi pendidikan masyarakat radikal, pengajaran merupakan underpinned oleh kepercayaan yang bermanfaat pada pengembangan pengetahuan yang melibatkan pengembangan pemikiran;
  • proses kerja kelompok yang saling mendukung dapat membuka berbagai peluang untuk kreativitas karena para peserta didik mengadakan percobaan dengan penafsiran berpikir dan data berbeda untuk menyelesaikan permasalahan dalam proyek mereka yang dapat diterapkan untuk mengembangkan pembentukan masyarakat praktik.
 
Keberhasilan penerapan pembelajaran berbasis proyek (project based learning) pada peserta didik tergantung dari rancangan tahap pembelajaran. Tahap pelajaran yang dirancang harus dapat menggali penemuan penemuan mereka sendiri. Peran pendidik dalam pembelajaran ini adalah sebagai mediator dan fasilitator, di mana dalam penerapan pembelajaran berbasis proyek, pendidik harus mampu memotivasi peserta didik untuk mengemukakan pendapat mereka dalam presentasi proyek secara demokratis.
 

Penutup

Demikianlah bahasan mengenai model pembelajaran berbasis proyek atau project based learning ya Sahabat Gurnulis. Semoga bahasan sederhana ini informatif. Salam literasi guru ndeso.
Munasifatut Thoifah Guru yang selalu ingin berbagi inspirasi.

Belum ada Komentar untuk "Model Pembelajaran Project Based Learning"

Posting Komentar

Iklan atas artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah artikel