Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC)

Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) - www.gurnulis.id
Bahasan mengenai model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) yang terdiri dari fase pengenalan konsep, fase eksplorasi dan aplikasi, dan fase publikasi.
Halo sahabat Gurnulis, salam pembelajaran. Kalau sebelumnya penulis telah berbagi mengenai teori belajar, baik itu teori belajar kognitivisme, konstruktivisme, humanisme, maupun behaviorisme, kini penulis memfokuskan artikel pada model pembelajaran. Sudah pernahkah sahabat mendengar istilah model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC)? Kalau belum, tepat sekali karena penulis hendak mengupasnya secara mendalam. Yuk, sama-sama kita simak.
 

Pengertian Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC)

Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) jika diterjemahkan secara bebas ke dalam Bahasa Indonesia memiliki arti model pembelajaran Kooperatif Terpadu Membaca dan Menulis. Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) adalah model pembelajaran khusus mata pelajaran Bahasa Indonesia yang digunakan untuk membaca dan menemukan ide pokok, pokok pikiran, ataupun tema sebuah wacana atau kliping.
 

Pentingnya Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC)

Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) termasuk rumpun model pembelajaran terpadu. Berdasarkan sifat keterpaduannya, pembelajaran terpadu dapat dikelompokkan menjadi:
  • model dalam satu disiplin ilmu yang meliputi model connected (keterhubungan) dan model nested (terangkai);
  • model antar bidang studi yang meliputi model sequenced (urutan), model shared (perpaduan), model webbed (jaring laba-laba), model theaded (bergalur) dan model integreted (terpadu);
  • model dalam lintas peserta didik.
Dalam pembelajaran CIRC ini, setiap peserta didik bertanggung jawab terhadap tugas kelompok. Setiap anggota kelompok saling mengeluarkan ide-ide untuk memahami suatu konsep dan menyelesaikan tugas (task), sehingga terbentuk pemahaman yang dan pengalaman belajar yang lama. Model pembelajaran CIRC ini terus mengalami perkembangan mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga tingkah Sekolah Menengah Atas. Proses pembelajaran ini mendidik peserta didik berinteraksi sosial dengan lingkungan.
Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) - www.gurnulis.id
 
Ada empat pilar pembelajaran terpadu yang dianut oleh model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC), yaitu:
  1. belajar untuk mengetahui (learning to know);
  2. belajar untuk berbuat (learning to do);
  3. belajar untuk menjadi diri sendiri (learning to be);
  4. belajar hidup dalam kebersamaan (learning to live together).

Langkah-langkah atau Sintaks Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC)

Langkah-langkah atau sintaks model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) adalah sebagai berikut.
  1. Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang peserta didik secara heterogen.
  2. Guru memberikan wacana atau kliping sesuai topik pembelajaran.
  3. Peserta didik bekerja sama saling membacakan dan menemukan ide pokok dan memberi tanggapan terhadap wacana atau kliping dan ditulis pada lembar kertas.
  4. Mempresentasikan atau membacakan hasil kelompok.
  5. Guru dan peserta didik membuat kesimpulan bersama.
  6. Penutup.
Fase-fase dalam sintaks model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) adalah sebagai berikut.
  1. Fase pertama: pengenalan konsep. Pada fase pengenalan konsep ini guru mulai mengenalkan suatu konsep ataupun istilah baru yang mengacu pada hasil penemuan selama eksplorasi. Pengenalan bisa didapat dari keterangan guru, buku paket, atau media lainnya.
  2. Fase kedua: eksplorasi dan aplikasi. Pada fase eksplorasi dan aplikasi ini, guru memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengungkap pengetahuan awalnya, mengembangkan pengetahuan baru, dan menjelaskan fenomena yang mereka alami dengan bimbingan guru minimal. Hal ini menyebabkan terjadinya konflik kognitif pada diri mereka dan berusaha melakukan pengujian dan berdiskusi untuk menjelaskan hasil observasinya. Pada dasarnya, tujuan fase ini adalah untuk membangkitkan minat, rasa ingin tahu serta menerapkan konsepsi awal peserta didik terhadap kegiatan pembelajaran dengan memulai dari hal yang konkret. Selama proses ini peserta didik belajar melalui tindakan-tindakan mereka sendiri dan reaksi-reaksi dalam situasi baru yang masih berhubungan, juga terbukti menjadi sangat efektif untuk menggiring peserta didik merancang eksperimen, demonstrasi untuk diujikannya.
  3. Fase ketiga: publikasi. Pada fase ini peserta didik mampu mengkomunikasikan hasil temuan-temuan, membuktikan, memperagakan tentang materi yang dibahas. Penemuan itu dapat berupa sesuatu yang baru atau sekedar membuktikan hasil pengamatannya. Peserta didik dapat memberikan pembuktian terkaan gagasan barunya untuk diketahui oleh teman-teman sekelasnya. Peserta didik siap untuk menerima kritikan, saran, atau sebaliknya: saling memperkuat argumen.

Kelebihan Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC)

Mode pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) memiliki kelebihan sebagai berikut.
  • Pengalaman dan kegiatan belajar peserta didik akan selalu relevan dengan tingkat perkembangannya.
  • Kegiatan yang dipilih sesuai dengan dan bertolak dari minat dan kebutuhan perserta didik.
  • Seluruh kegiatan belajar lebih bermakna bagi peserta didik sehingga hasil belajarnya dapat bertahan lebih lama.
  • Pembelajaran terpadu dapat menumbuh-kembangkan keterampilan berpikir peserta didik.
  • Pembelajaran terpadu menyajikan kegiatan pragmatis yang sesuai dengan permasalahan yang sering ditemuai dalam lingkungan anak.
  • Pembelajaran terpadu dapat menumbuhkan motivasi belajar siswa ke arah belajar yang dinamis, optimal dan tepat guna.
  • Menumbuhkembangkan interaksi sosial anak seperti kerjasama, toleransi, komunikasi, dan respek terhadap gagasan orang lain.
  • Membangkitkan motivasi belajar, memperluas wawasan dan aspirasi guru dalam mengajar.

Kelemahan Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC)

Model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) memilki kelemahan yang berupa hanya dapat dipakai untuk mata pelajaran yang menggunakan bahasa. Model pembelajaran ini tidak dapat dipakai untuk mata pelajaran matematika dan mata pelajaran lain yang menggunakan prinsip menghitung.
 
Pada mata pelajaran bahasa, Model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) ini sangat bagus untuk dipakai karena mempermudah peserta didik memahami langsung peristiwa yang terjadi di dalam kehidupan dengan materi yang dijelaskan.
 
Bagaimana sahabat pendidik, cukup menginspirasi bukan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) ini? Silahkan diterapkan di kelas.
 
Salam literasi guru ndeso.
Munasifatut Thoifah Guru yang selalu ingin berbagi inspirasi.

Belum ada Komentar untuk "Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC)"

Posting Komentar

Iklan atas artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah artikel