Asesmen Kompetensi Minimum (AKM): Penjelasan dan Soal-soalnya

Asesmen Kompetensi Minimum (AKM): Penjelasan dan Soal-soalnya - www.gurnulis.id
Bahasan lengkap mengenai Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) beserta penjelasan soal-soal level 1, level 2, level 3, level 4, level 5, dan level 6

Halo sahabat pendidik. Samakah kesibukan kita di awal hingga pertengahan tahun 2021 ini? Kalau sahabat sedang  berfokus pada persiapan Asesmen Kompetensi Minimum artinya kita sama. Penulis yakin semua pendidik, mulai dari tingkat dasar, tingkat menengah pertama, hingga tingkat menengah atas saat ini sedang berupaya merpersiapkan siswanya untuk menghadapi Asesmen Kompetensi Minimum ini. Nah, karenanya artikel kali ini berisikan bahasan lengkap mengenai AKM.

AKM merupakan  bagian dari Asesmen Nasional atau AN. Asesmen Nasional ini telah digaungkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui serangkaian sosialisasi sejak pertengahan tahun lalu. Meski demikian tidak menutup kemungkinan beberapa pendidik belum memahami hakikat dari Asesmen Nasional ini. Bahkan, ada yang beranggapan bahwa Asesmen Nasional ini bakal menjadi pengganti ujian-ujian penentu kelulusan peserta didik. Padahal sejatinya tidak demikian. Keterbatasan media penyampai informasi bisa saja menjadi salah satu penyebabnya.

Berangkat dari pentingya pemahaman mengenai AKM maupu AN dan sudah mepetnya waktu pelaksaan dari asesmen tersebut, penulis berupaya mengupasnya secara lebih dalam dalam artikel ini. Sabahat pendidik dapat memilih menu pada daftar isi di bawah ini untuk menuju pada bahasan yang diperlukan. Semua tautan dalam daftar isi akan menuju pada subjudul tertentu yang ada pada artikel ini, jadi sahabat tidak perlu merasa cemas akan tertimpanya artikel ini.

 

Asesmen Nasional atau AN

Bahasan yang lebih spesifik mengenai asesmen nasional dapat diakses pada artikel yang berjudul “Asesmen Nasional (AN) Itu Apa Sih?”.

Asesmen Kompetensi Minimum (AKM): Penjelasan dan Soal-soalnya - www.gurnulis.id
Asesmen berkaitan dengan pengukuran. Asesmen Nasional (AN) merupakan adalah pemetaan mutu pendidikan pada seluruh sekolah, madrasah, dan program kesetaraan jenjang dasar dan menengah yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Asesmen Nasional merupakan sebuah program penilaian yang ditujukan terhadap mutu setiap sekolah, madrasah, dan program kesetaraan pada jenjang dasar dan menengah. Mutu setiap satuan pendidikan dalam proses asesmen dinilai berdasarkan hasil belajar murid yang mendasar yang meliputi kompetensi literasi, kompetensi numerasi, dan karakter serta kualitas proses belajar-mengajar dan iklim satuan pendidikan yang  mendukung pembelajaran.

Mengapa Asesmen Nasional diperlukan untuk semua jenjang pendidikan? Asesmen Nasional perlu ditujukan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Pelaksanaan asesmen ini ditujukan untuk menghasilkan informasi yang akurat untuk memperbaiki kualitas belajar-mengajar, yang pada gilirannya akan meningkatkan hasil belajar murid atau peserta didik.

Informasi yang didapatkan dari Asesmen Nasional atan AN digunakan untuk memantau:

  • perkembangan mutu pendidikan satuan pendidikan dari waktu ke waktu;
  • kesenjangan antarbagian yang ada dalam sistem pendidikan, contohnya kensejangan antara kelompok sosial ekonomi, di satuan wilayah antara sekolah negeri dan swasta, antar daerah, ataupun antar kelompok berdasarkan atribut tertentu. 

Tujuan dari dilakukannya Asesmen Nasional adalah untuk menunjukkan apa yang seharusnya menjadi tujuan utama sekolah. Tujuan yang dimaksud adalah untuk mengembangkan kompetensi dan karakter murid. Dengan adanya Asesmen Nasional, akan diperoleh gambaran mengenai karakteristik esensial sebuah sekolah yang efektif untuk mencapai tujuan utama tersebut. Dengan demikian, diharapkan dapat mendorong sekolah dan Dinas Pendidikan untuk memusatkan perhatian pada pencapaian tujuan tersebut.

Pertanyaan yang biasanya muncul terkait dengan Asesmen Nasional (AN) ini adalah “Apakah Asesmen Nasional digunakan sebagai ujian untuk menentukan kelulusan peserta didik layaknya Ujian Sekolah ataupun Ujian Nasional?”. Jawaban dari pertanyaan tersebut adalah “tidak”. Asesmen Nasional tidak ditujukan untuk menentukan kelulusan. Asesmen Nasional tidak ditujukan untuk peserta didik pada akhir jenjang satuan pendidikan. Asesmen Nasional juga tidak digunakan untuk menilai peserta didik yang menjadi peserta asesmen. Hasil Asesmen Nasional bukan ditujukan untuk memberikan skor atau nilai peserta didik secara individual. Asesmen Nasional tidak terkait dengan kelulusan peserta didik pada satuan pendidikan di tempat mereka belajar. Penentuan kelulusan peserta didik sepenuhnya menjadi kewenangan pendidik dan satuan pendidikan, bukan dari hasil Asesmen Nasional.

Asesmen Nasional akan diikuti oleh seluruh satuan pendidikan tingkat dasar dan menengah di Indonesia, serta program kesetaraan yang dikelola oleh PKBM. Asesmen Nasional akan diikuti oleh sebagian peserta didik kelas V SD/ MI, kelas VIII SMP/ MTs, dan kelas XI SMA/  MA serta SMK yang dipilih secara acak oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Untuk program kesetaraan, Asesmen Nasional akan diikuti oleh seluruh peserta didik yang berada pada tahap akhir program belajarnya. Selain akan diikuti oleh peserta didik, Asesmen Nasional juga akan diikuti oleh guru dan kepala sekolah dari setiap jenjang pendidikan. Informasi yang diperoleh dari peserta didik, guru, dan kepala sekolah diharapkan memberi informasi yang lengkap tentang kualitas proses dan hasil belajar di setiap satuan pendidikan.

Instrumen Asesmen nasional terdiri dari 3 macam, yaitu sebagai berikut.

  1. Asesmen Kompetensi Minumum atau disebut AKM yang mengukur kemampuan literasi membaca dan numerasi peserta didik. Asesmen Komptensi Minimum ini akan diikuti oleh peserta didik.
  2. Survei Karakter yang mengukur sikap, nilai, keyakinan, dan kebiasaan yang mencerminkan karakter murid. Survei Karakter ini akan diikuti oleh peserta didik.
  3. Surveri Lingkungan Belajar yang mengukur kualitas berbagai aspek  input dan proses belajar-mengajar di kelas maupun di tingkat sekolah. Survei Lingkungan Belajar ini akan diikuti oleh peserta didik, guru, dan kepala sekolah.

Alasan Asesmen Nasional mengukur kompetensi literasi dan numerasi (melalui AKM) adalah sebagai berikut.

  1. Literasi membaca dan numerasi adalah dua kompetensi minimum bagi murid untuk bisa belajar sepanjang hayat dan berkontribusi pada masyarakat.
  2. Menurut studi nasional dan internasional, tingkat literasi murid Indonesia masih rendah.

Alasan Asesmen Nasional mengukur karakter peserta didik adalah sebagai berikut.

  1. Pendidikan bertujuan mengembangkan potensi murid secara utuh.
  2. Asesmen nasional mendorong  mengembangkan sikap, nilai (values), dan  perilaku yang mencirikan Pelajar Pancasila.

Digunakan untuk apakah hasil Asesmen Nasional? Hasil Asesmen Nasional digunakan untuk pemetaan mutu sistem pendidikan dan untuk penyetaraan hasil belajar. Penjelasan dari keduanya adalah sebagai berikut.

  1. Pemetaan mutu sistem pendidikan. Hasil Asesmen Nasional 2021 tidak digunakan untuk menilai prestasi murid ataupun kinerja guru dan  sekolah. Laporan hasil Asesmen Nasional 2021 diberikan kepada guru dan sekolah sebagai alat untuk melakukan evaluasi diri dan perbaikan pembelajaran. Murid, orangtua, guru, dan sekolah tidak perlu cemas dan tidak perlu melakukan persiapan khusus untuk menghadapi Asesmen Nasional.
  2. Penyetaraan hasil belajar. Khusus untuk program pendidikan kesetaraan, Asesmen Nasional memiliki fungsi ganda, yaitu sebagai alat pemetaan mutu dan ujian penyetaraan  hasil belajar bagi peserta didik yang memerlukan. Instrumen yang digunakan sebagai ujian penyetaraan adalah AKM Literasi dan  AKM Numerasi.

Asesmen Kompetensi Minimum (AKM): Penjelasan dan Soal-soalnya - www.gurnulis.id

Asesmen Nasional dilaksanakan berdasarkan koordinasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan Dinas Pendidikan dan Kantor Wilayah dan Kantor Kemenag. Asesmen Nasional dilaksanakan berbasis komputer dalam jaringan (daring). Murid mengerjakan pada sesi dengan jadwal yang ditentukan dan dengan  diawasi. Guru dan kepala satuan pendidikan  mengerjakan survei secara mandiri dengan periode waktu yang cukup panjang. Untuk melaksanakannya, diperlukan koordinasi dalam hal pemetaan dan penyiapan komputer dan sarana pendukung, pemetaaan sekolah secara spasial untuk   sharing resources, penyiapan teknisi TIK terutama untuk  jenjang SD.

 

Asesmen Kompetensi Minimum atau AKM

Bahasan yang lebih spesifik mengenai Asesmen Kompetensi Minimum dapat diakses pada artikel yang berjudul “Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) Itu Apa Sih?”.

Asesmen Kompetensi Minimum (AKM): Penjelasan dan Soal-soalnya - www.gurnulis.id
Sebagaimana yang telah terurai di atas, Asesmen Kompetensi Minimum atau AKM merupakan salah satu instrumen dari Asesmen Nasional atau AN. Asesmen Komeptensi Minimum (AKM) merupakan serangkaian kegiatan penilaian terhadap kompetensi mendasar yang diperlukan oleh semua peserta didik untuk mampu mengembangkan kapasitas diri dan berpartisipasi positif pada masyarakat.

AKM mengukur dua kompetensi dari peserta didik, yaitu kompetensi literasi dan kompetensi numerasi. Kedua kompetensi ini meliputi keterampilan berpikir logis-sistematis, keterampilan bernalar menggunakan konsep dan pengetahuan yang telah dipelajari, serta keterampilan memilah serta mengolah informasi. AKM memberikan masalah-masalah dengan beragam konteks yang diharapkan mampu diselesaikan oleh peserta didik dengan menggunakan kompetensi literasi membaca dan numerasi yang dimilikinya. AKM dimaksudkan untuk mengukur kompetensi secara mendalam, tidak sekedar penguasaan konten.

AKM mengandung kata “minimum” apa maksudnya? Kata minimum mengacu pada lingkup kompetensi yang hendak diuji. AKM hanya mengukur konten pada literasi membaca dan numerasi yang bersifat esensial serta berkelanjutan lintas kelas ataupun jenjang. Tidak semua konten pada kurikulum yang tengah berlaku pada setiap satuan pendidikan diujikan pada AKM.

Bagaimana dengan tujuan AKM? Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) disusun untuk memberikan informasi yang memicu perbaikan kualitas belajar-mengajar, yang pada gilirannya dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Pelaporan hasil AKM dimaksudkan untuk memberikan informasi mengenai tingkat kompetensi yang telah dikuasai oleh peserta didik. Tingkat kompetensi tersebut dapat dimanfaatkan guru berbagai mata pelajaran untuk menyusun strategi pembelajaran yang efektif dan berkualitas sesuai dengan tingkat capaian belajar pesereta didik. Pada akhirnya, pendidik dapat menerapkan konsep “teaching at the right level”. Pembelajaran yang dirancang dengan memperhatikan tingkat capaian peserta didik akan memudahkan murid menguasai konten atau kompetensi yang diharapkan pada suatu mata pelajaran.

AKM memiliki bentuk soal yang bervariasi. Ada lima bentuk soal yang digunakan dalam ujian, yaitu pilihan ganda (PG), pilihan ganda kompleks, menjodohkan, isian, dan esai atau uraian. Pembahasannya adalah sebagai berikut.

  1. Pilihan ganda. Soal dengan jenis pilihan ganda terdiri dari pokok soal dan beberapa piliham jawaban. Peserta didik diminta untuk memilih salah satu jawaban yang tepat dari beberapa pilihan jawaban yang tersaji. Jumlah pilihan jawaban untuk soal kelas 1 SD/ MI sampai dengan kelas 3 SD/ MI sebanyak  3 pilihan (A, B, C), kelas 4 SD/ MI sampai dengan kelas 9 SMP/ MTs sebanyak 4 pilihan (A, B, C, D), dan kelas 10 SMA/ MA serta SMK sampai dengan kelas 12 SMA/ MA serta SMK sebanyak 5 pilihan (A, B, C, D, E).
  2. Pilihan ganda kompleks. Soal dengan jenis pilihan ganda kompleks terdiri dari pokok soal dan beberapa pernyataan yang harus dipilih peserta didik dengan memberi tanda centang (✓) pada kotak yang disediakan di depan setiap pernyataan yang dianggap sesuai dengan permasalahan pada pokok soal, pada kolom Ya/ Tidak, pada kolom Benar/ Salah, atau pilihan lain yang sesuai.
  3. Menjodohkan. Soal dengan  jenis menjodohkan mengukur kemampuan peserta tes dalam mencocokkan, menyesuaikan, dan menghubungkan antardua pernyataan yang disediakan. Soal dengan tipe menjodohkan ini terdiri atas dua lajur. Lajur pertama (sebelah kiri) berupa pokok soal dan lajur kedua (sebelah kanan) berupa jawaban. Jumlah jawaban sebaiknya lebih banyak daripada jumlah pokok soal di sebelah kiri.
  4. Isian atau jawaban singkat. Soal dengan jenis isian dan jawaban singkat soal menuntut peserta didik untuk memberikan jawaban secara singkat, berupa kata, frasa, angka, atau simbol. Perbedaannya adalah soal isian disusn dalam bentuk kalimat berita, sementara itu soal jawaban singkat disusun dalam bentuk pertanyaan.
  5. Esai atau uraian. Soal dengan jenis esai atau uraian jawabannya menuntut peserta didik untuk mengingat dan mengorganisasikan gagasan-gagasan dengan cara mengemukakan atau mengekspresikan gagasan tersebut dalam bentuk uraian tertulis. Pada soal uraian disediakan pedoman penskoran yang merupakan acuan dalam pemberian skor. Jawaban peserta didik akan diskor berdasarkan kompleksitas jawaban.

AKM terdiri dari dua macam, yaitu AKM survei nasional dan AKM kelas. AKM survei nasional dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk kepentingan Asesmen Nasional sebagaimana yang telah terpapar di atas. AKM Kelas dilaksanakan oleh guru kelas. Perbedaan secara spesifik dari AKM survei nasional dan AKM kelas adalah sebagai berikut.

  1. AKM survei nasional berfungsi untuk mengevaluasi sistem pendidikan, sedangkan AKM kelas berfungsi untuk memahami hasil belajar individu peserta didik.
  2. AKM surveri nasional mengambil sampel peserta didik kelas 5 SD/ MI, kelas 8 SMP/ MTs, dan kelas 11 SMA/ MA serta SMK dengan sampel ditentukan oleh Kemendikbud, sedangkan AKM kelas boleh menggunakan peserta didik kelas 2 SD/ MI sampai dengan kelas 12 SMA/ MA serta SMK sesuai dengan kebutuhan diagnosa guru di masing-masing satuan pendidikan.
  3. AKM suvei nasional pelaksanaannya terstandar oleh pusat, sedangkan AKM kelas cukup oleh guru di kelas.

AKM survei nasional dilaksanakan dengan sistem dalam jaringan menggunakan aplikasi Exam Browser Ujian Berbasis Komputer Daring (UBKD) yang hanya dapat diakses menggunakan laptop atau komputer. AKM survei nasional ini akan diikuti oleh seluruh satuan pendidikan. Untuk jenjang SD/ MI akan diikuti maksimal 30 peserta didik. Untuk jenjang SMP/ MTs, SMA/ MA, serta SMK akan diikuti maksimal 45 peserta didik. Jika jumlah peserta didik yang ada dalam satuan pendidikan kurang dari yang disebutkan, maka semua peserta didik akan menjadi peserta AKM-nya. AKM survei nasional akan dilaksanakan dalam dua hari. Hari pertama adalah tes untuk literasi bacaan dengan alokasi waktu 75 menit untuk tingkat SD/ MI dan 90 menit untuk tingkat SMP/ MTs, SMA/ MA serta SMK. Hari kedua adalah tes untuk numerasi dengan alokasi waktu 75 menit untuk tingkat SD/ MI dan 90 menit untuk tingkat SMP/ MTs, SMA/ MA serta SMK. Bagaimana jika satuan pendidikan tidak memiliki sarana pendukung untuk melaksanakan AKM survei nasional?  Ada dua alternatif yang dapat digunakan, yaitu:

  1. satuan pendidikan dapat menumpang ke satuan pendidikan lain yang terdekat yang memiliki  infrastruktur lebih memadai;
  2. satuan pendidikan dapat meminjam komputer/ laptop dari orang tua atau dari instansi lain.

Komponen instrumen AKM terdiri dari Literasi Membaca dan Numerasi. Soal-soal AKM dideskripsikan berdasarkan aspek konten, konteks, dan proses kognitifnya. Aspek konten berkenaan dengan materi dari soal yang hendak diujikan. Aspek konteks berkenaan dengan aspek kehidupan atau situasi untuk konten yang digunakan. Aspek proses kognitif berkenaan dengan proses berpikir yang dituntut atau diperlukan untuk dapat menyelesaikan masalah atau soal. Penjelasan lebih lanjutnya adalah sebagai berikut.


AKM Literasi Membaca

Dari aspek konten, AKM literasi membaca terdiri dari literasi membaca teks fiksi dan literasi membaca teks fiksi. Teks fiksi merupakan teks yang ditujukan untuk memberikan pengalaman mendapatkan hiburan, menikmati cerita, dan melakukan perenungan kepada para pembacanya. Teks informasi merupakan teks yang  ditujukan untuk memberikan fakta, data, dan informasi dalam rangka pengembangan wawasan serta ilmu pengetahuan yang bersifat ilmiah.

Asesmen Kompetensi Minimum (AKM): Penjelasan dan Soal-soalnya - www.gurnulis.id
Dari aspek konteks, AKM literasi membaca terdiri dari literasi konteks personal, literasi konteks sosial budaya, dan literasi konteks saintifik. Literasi konteks persolan berkenaan dengan kepentingan diri secara pribadi. Literasi konteks sosial budaya berkenaan dengan kepentingan antarindividu, budaya, dan isu kemasyarakatan. Literasi konteks saintifik berkenaan dengan isu, aktivitas, serta fakta ilmiah baik yang telah dilakukan maupun futuristic.

Dari aspek proses kognitif, AKM literasi membaca terdiri dari literasi dalam menemukan informasi, literasi dalam interpretasi dan integrasi, dan literasi dalam evaluasi dan refleksi. Literasi dalam menemukan informasi meliputi keterampilan dalam mencari, mengakses serta menemukan informasi tersurat dari wacana. Literasi dalam interpretasi dan integrasi meliputi keterampilan dalam memahami informasi tersurat maupun tersirat, memadukan interpretasi antar bagian teks untuk menghasilkan inferensi. Literasi dalam evaluasi dan freleksi meliputi keterampilan dalam menilai kredibilitas, kesesuaian maupun keterpercayaan teks serta mampu mengaitkan isi teks dengan hal lain di luar teks.

Kompetensi dan subkompetensi dari AKM literasi membaca tertuang dalam learning progression sebagai berikut.

  1. Kompetensi menemukan informasi (access and retrieve) terdiri dari subkompetensi mengakases dan subkompetensi mencari informasi dalam teks dan mencari dan memilih informasi yang relevan.
  2. Kompetensi memahami (interpet and integrate) terdiri dari subkompetensi memahami teks secara literal dan subkompetensi menyusun inferesni, membuat koneksi, dan prediksi baik tes tunggal maupun teks jamak.
  3. Kompetensi mengevaluasi dan merefleksi (evaluate and reflect) terdiri dari subkompetensi menilai kualitas dan kredibilitas konten pada teks informasi tunggal maupun jamak, subkompetensi menilai  format penyajian dalam teks, dan subkompetensi merefleksi isi wacana untuk pengambilan keputusan, menetapkan pilihan, dan mengaitkan isi teks terhadap pengalaman pribadi.

Bahasan lebih lanjut mengenai learning progression AKM literasi membaca dapat diakases pada artikel “Learning Progression AKM Literasi Membaca”. Di sana lebih dibahas secara lengkap dan spesifik.

 

AKM Numerasi

Dari aspek konten, AKM numerasi terdiri dari domain bilangan, pengukuran dan geometri, data dan ketidakpastian, dan aljabar. Numerasi bilangan meliputi meliputi representasi, sifat urutan, dan operasi beragam jenis bilangan (cacah, bulat, pecahan, desimal). Numerasi pengukuran dan geometri meliputi mengenal bangun datar hingga menggunakan volume dan luas permukaan dalam kehidupan sehari-hari. Juga menilai pemahaman peserta didik tentang pengukuran panjang, berat, waktu, volume dan debit, serta satuan luas menggunakan satuan baku. Numerasi data dan ketidakpastian meliputi pemahaman, interpretasi serta penyajian data maupun peluang. Numerasi aljabar meliputi persamaan  dan pertidaksamaan, relasi dan fungsi (termasuk pola bilangan), serta rasio dan proporsi.

Asesmen Kompetensi Minimum (AKM): Penjelasan dan Soal-soalnya - www.gurnulis.id
Dari aspek konteks, AKM numerasi terdiri dari numerasi personal, numerasi sosial budaya, dan numerasi siantifik. Numerasi personal berkenaan dengan dengan kepentingan diri secara pribadi. Numerasi sosial budaya berkenaan dengan kepentingan antarindividu, budaya dan isu kemasyarakatan. Numerasi saintifik berkenaan dengan isu, aktivitas, serta fakta ilmiah baik yang telah dilakukan maupun futuristic.

Dari aspek proses kognitif, AKM numerasi terdiri dari pemahaman, penerapan, dan penalaran. Pemahaman dalam numerasi meliputi keterampilan dalam memahami fakta, prosedur serta alat matematika. Penerapan dalam numerasi meliputi keterampilan dalam menerapkan konsep matematika dalam situasi nyata yang bersifat rutin. Penalaran dalam numerasi meliputi ketermpilan dalam bernalar dengan konsep matematika untuk menyelesaikan masalah bersifat non rutin.

Kompetensi dan subkompetensi AKM numerasi yang tertuang dalam learning progession dikelompokkan dalam domain dan subdomain berikut.

  1. Domain bilangan terdiri dari subdomain representasi, subdomain sifat urutan, dan subdomain operasi.
  2. Domain geometri dan pengukuran terdiri dari subdomain bangun geometri dan subdomain pengukuran.
  3. Domain aljabar terdiri dari subdomain persamaan dan pertidaksamaan, subdomain relasi dan fungsi (termasuk pola bilangan), dan subdomain rasio dan proporsi.
  4. Domain data dan ketidakpastian terdiri dari subdomain data dan representasinya dan subdomain ketidakpastian dan peluang.

Bahasan lebih lanjut mengenai learning progression AKM numerasi dapat diakases pada artikel “Learning Progression AKM Numerasi”. Di sana lebih dibahas secara lengkap dan spesifik.


Bentuk Soal AKM Level 1 (Kelas 1 SD/ MI dan Kelas 2 SD/ MI)

Bahasan yang lebih spesifik dan lengkap mengenai bentuk soal AKM level 1 dapat diakses pada artikel-artikel berikut.

Bentuk dan contoh soal AKM literasi membaca level 1 adalah sebagai berikut.

Komodo
Asesmen Kompetensi Minimum (AKM): Penjelasan dan Soal-soalnya - www.gurnulis.id
Apakah kamu tahu komodo? Komodo salah satu hewan yang sangat besar. Ia tinggal di Pulau Komodo. Pulau Komodo ada di Indonesia. Komodo mempunyai gigi yang panjang. Panjang gigi komodo lebih kurang 2,5 sentimeter. Jumlah gigi komodo ada sekitar 60 buah. Lidah komodo juga panjang dan bercabang. Fungsi lidah komodo untuk mencium bau mangsa. Komodo dikenal sebagai kadal yang paling besar di Bumi. Itu karena berat badan komodo bisa sampai 200 kilogram.
 
Pertanyaan 1
Identitas
  • Jenjang: Level 1 (Kelas 1 SD/ MI dan kelas 2 SD/ MI).
  • Konten: Teks informasi.
  • Konteks: Saintifik.
  • Kompetensi: Menemukan informasi (access and retrieve).
  • Subkompetensi: Mengakses dan mencari informasi dalam teks.
  • Rincian Kompetensi: Menemukan informasi tersurat (siapa, kapan, di mana,  mengapa, bagaimana) pada teks sastra atau teks informasi yang terus meningkat sesuai jenjangnya.
  • Bentuk Soal: Jawaban singkat.
 
Bunyi Pertanyaan
Berapa panjang gigi komodo?
 
Penskoran
  • Nilai penuh: kode 1 apabila menjawab “2,5 cm atau 2,5 sentimeter”.
  • Tidak ada nilai: kode 0 apabila menjawab dengan jawaban lain; kode 9 apabila kosong.
 
Pertanyaan 2
Identitas 
  • Jenjang: Level 1 (Kelas 1 SD/ MI dan kelas 2 SD/ MI).
  • Konten: Teks informasi.
  • Konteks: Saintifik.
  • Kompetensi: Memahami (interpret and Integrate).
  • Subkompetensi: Memahami teks secara literal Rincian Kompetensi: Mengidentifkasi topik atau fokus pembahasan pada teks informasi yang sesuai jenjangnya. Bentuk Soal: Pilihan ganda.
 
Bunyi Pertanyaan
Bacaan itu menceritakan tentang ….
A. gambaran komodo
B. jenis-jenis komodo
C. Pulau Komodo yang indah
 
Penskoran 
  • Nilai penuh: kode 1 apabila menjawab “A. gambaran komodo”.
  • Tidak ada nilai: kode 0 apabila menjawab dengan jawaban lain; kode 9 apabila kosong.
 

Bentuk dan contoh soal AKM numerasi level 1 adalah sebagai berikut.

Perhatikan gambar kartu-kartu berisi bilangan di bawah ini.
Asesmen Kompetensi Minimum (AKM): Penjelasan dan Soal-soalnya - www.gurnulis.id

Pertanyaan 1

Identitas
  • Domain: Bilangan.
  • Subdomain: Representasi.
  • Kelas: 2 SD/ MI.
  • Konteks stimulus: Personal.
  • Kompetensi: Memahami bilangan cacah (maksimal tiga angka).
  • Level kognitif: Knowing (pemahaman).
  • Bentuk soal: Pilihan ganda kompleks.
 
Bunyi Pertanyaan
Desi ingin mengambil beberapa kartu bilangan yang nilai angka satuannya lebih kecil dari 5. Kartu-kartu apa saja yang dapat diambil Desi?
Asesmen Kompetensi Minimum (AKM): Penjelasan dan Soal-soalnya - www.gurnulis.id
a
Asesmen Kompetensi Minimum (AKM): Penjelasan dan Soal-soalnya - www.gurnulis.id
b
Asesmen Kompetensi Minimum (AKM): Penjelasan dan Soal-soalnya - www.gurnulis.id
c
Asesmen Kompetensi Minimum (AKM): Penjelasan dan Soal-soalnya - www.gurnulis.id
d
Asesmen Kompetensi Minimum (AKM): Penjelasan dan Soal-soalnya - www.gurnulis.id
e
 
Penskoran
  • Nilai penuh: kode 1 apabila menjawab “B dan C”.
  • Tidak ada nilai: kode 0 apabila menjawab dengan jawaban lain; kode 9 apabila kosong.
 

Bentuk Soal AKM Level 2 (Kelas 3 SD/ MI dan Kelas 4 SD/ MI)

Bahasan yang lebih spesifik dan lengkap mengenai bentuk soal AKM level 2 dapat diakses pada artikel-artikel berikut.

Bentuk dan contoh soal AKM literasi membaca level 2 adalah sebagai berikut.

KUE TRADISIONAL INDONESIA
 
Kelapa, gula nira, dan aneka beras sering digunakan untuk membuat kue tradisional. Sehingga banyak kue Indonesia yang memiliki rasasama meskipun namanya berbeda. Contohnya adalah kue klepon yang berbentuk bola, terbuat dari tepung beras ketan dan gula merah. Di Jawa, kue tersebut disebut klepon, sementara di Sumatra dan Sulawesi disebut onde-onde. Kerupuk yang terbuat dari beras kering dan dilumuri gula nira cair disebut intip di Solo, sementara di Minang disebut batiah. 
Asesmen Kompetensi Minimum (AKM): Penjelasan dan Soal-soalnya - www.gurnulis.id
Walaupun terbuat dari bahan yang sama, cara masak yang berbeda akan menghasilkan  rasa yang berbeda pula. Contoh kue-kue itu adalah serabi dan putu. Kedua kue terbuat dari campuran tepung beras, santan kelapa, dan gula merah. Bedanya, serabi dibuat dengan cara dipanggang, sementara putu dikukus. Bentuk yang dihasilkan kedua kue tersebut juga berbeda.
Asesmen Kompetensi Minimum (AKM): Penjelasan dan Soal-soalnya - www.gurnulis.id

Pertanyaan 1
Identitas
  • Jenjang: Level 2 (Kelas 3 SD/ MI dan kelas 4 SD/ MI).
  • Konten: Teks informasi.
  • Konteks: Sosial - budaya.
  • Kompetensi: Menemukan informasi (access and retrieve).
  • Subkompetensi: Mengakses dan mencari informasi dalam teks.
  • Rincian Kompetensi: Menemukan informasi tersurat (siapa, kapan, di mana,  mengapa, bagaimana) pada teks sastra atau teks informasi yang terus meningkat sesuai jenjangnya.
  • Bentuk Soal: Isian singkat.
 
Bunyi Pertanyaan
Apa bahan yang sering digunakan untuk membuat kue tradisional Indonesia menurut teks?
 
Penskoran
  • Nilai penuh: kode 1 apabila menjawab “Kelapa, gula nira, dan aneka beras”.
  • Tidak ada nilai: kode 0 apabila menjawab dengan jawaban lain; kode 9 apabila kosong.

Pertanyaan 2
Identitas
  • Jenjang: Level 2 (Kelas 3 SD/ MI dan kelas 4 SD/ MI).
  • Konten: Teks informasi.
  • Konteks: Sosial - budaya.
  • Kompetensi: Menemukan informasi (access and retrieve).
  • Subkompetensi: Mengakses dan mencari informasi dalam teks.
  • Rincian Kompetensi: Menemukan informasi tersurat (siapa, kapan, di mana,  mengapa, bagaimana) pada teks sastra atau teks informasi yang terus meningkat sesuai jenjangnya.
  • Bentuk Soal: Pilihan ganda kompleks.
 
Bunyi Pertanyaan
Apa nama kue yang terbuat dari tepung beras ketan dan gula merah?
  • Onde-onde.
  • Batiah.
  • Klepon.
 
Penskoran
  • Nilai penuh: kode 1 apabila menjawab “Onde-onde dan klepon”.
  • Tidak ada nilai: kode 0 apabila menjawab dengan jawaban lain; kode 9 apabila kosong.

Pertanyaan 3
Identitas
  • Jenjang: Level 2 (Kelas 3 SD/ MI dan kelas 4 SD/ MI).
  • Konten: Teks informasi.
  • Konteks: Sosial - budaya.
  • Kompetensi: Memahami (interpret and integrate).
  • Subkompetensi: Memahami teks secara literal.
  • Rincian Kompetensi: Mengidentifikasi topik atau fokus pembahasan pada teks  informasi yang sesuai jenjangnya.
  • Bentuk Soal: Esai/ uraian.
 
Bunyi Pertanyaan
Serabi dan putu dibuat dari bahan yang sama. Mengapa rasanya berbeda?
 
Penskoran
  • Nilai penuh: kode 1 apabila menjawab “Karena cara memasaknya berbeda.”.
  • Tidak ada nilai: kode 0 apabila menjawab dengan jawaban lain; kode 9 apabila kosong.

Pertanyaan 4
Identitas
  • Jenjang: Level 2 (Kelas 3 SD/ MI dan kelas 4 SD/ MI).
  • Konten: Teks informasi.
  • Konteks: Sosial - budaya.
  • Kompetensi: Mengevaluasi dan merefleksi (evaluate and reflect).
  • Subkompetensi: Merefleksi isi wacana untuk pengambilan keputusan,  menetapkan pilihan, dan mengaitkan isi teks terhadap pengalaman pribadi.
  • Rincian Kompetensi: Mengaitkan isi teks sastra atau teks informasi dengan  pengalaman pribadi sesuai jenjangnya.
  • Bentuk Soal: Esai/ uraian.
 
Bunyi Pertanyaan
Sebutkan satu jenis kue tradisional di daerahmu yang terbuat dari kelapa, gula nira, dan aneka beras! Jelaskan bentuk dan rasanya!
 
Penskoran
  • Nilai penuh: kode 2 apabila menjawab satu jenis kue dengan penjelasan bentuk dan rasa benar, misalnya "apem, bentuk bulat dan rasa manis"; kode 1 apabila menjawab satu jenis kue dengan penjelasan bentuk atau rasa benar atau menyebutkan satu jenis kue dengan penjelasan salah atau tanpa penjelasan.
  • Tidak ada nilai: kode 0 apabila menjawab dengan jawaban lain; kode 9 apabila kosong.

Bentuk dan contoh soal AKM numerasi level 2 adalah sebagai berikut.


Perhatikan gambar garis bilangan di bawah ini!
Asesmen Kompetensi Minimum (AKM): Penjelasan dan Soal-soalnya - www.gurnulis.id
P dan Q merepresentasikan bilangan pecahan pada garis bilangan di atas.

Pertanyaan 1

Identitas
  • Domain: Bilangan.
  • Subdomain: Representasi.
  • Kelas: 4 SD/ MI.
  • Konteks stimulus: Saintifik intra matematika.
  • Kompetensi: Mengetahui posisi pecahan pada garis.
  • Level kognitif: Knowing (Pemahaman).
  • Bentuk soal: Menjodohkan.
 
Bunyi Pertanyaan 
Pasangkan P dan Q dengan nilai pecahan yang mungkin.
Asesmen Kompetensi Minimum (AKM): Penjelasan dan Soal-soalnya - www.gurnulis.id


Bentuk Soal AKM Level 3 (Kelas 5 SD/ MI dan Kelas 6 SD/ MI)

Bahasan yang lebih spesifik dan lengkap mengenai bentuk soal AKM level 3 dapat diakses pada artikel-artikel berikut.

Bentuk dan contoh soal AKM literasi membaca level 3 adalah sebagai berikut.

SEPEDA MOTOR
 
Pernahkah kamu terbangun dan merasakan ada sesuatu yang tidak beres? Itulah persis dengan yang saya rasakan pada suatu hari. Saya duduk di tempat tidur. Tidak berapa lama kemudian saya membuka tirai jendela. Cuaca hari itu buruk sekali – hujan turun sangat deras. Kemudian saya melihat ke arah halaman rumah. Aduh! Ternyata benar! Itu dia – sepeda motor saya. Kondisinya dalam keadaan rusak berat seperti keadaan tadi malam. Dan kaki saya mulai terasa sakit.
 
Pertanyaan 1
Identitas
  • Jenjang: Level 3 (Kelas 5 SD/ MI dan kelas 6 SD/ MI).
  • Konten: Teks sastra.
  • Konteks: Sosial - budaya.
  • Kompetensi: Memahami (interpret and integrate).
  • Subkompetensi: Menyusun inferensi, membuat koneksi dan prediksi baik teks  tunggal maupun teks jamak.
  • Rincian Kompetensi: Menyimpulkan perasaan dan sifat tokoh serta elemen intrinsik  lain seperti latar cerita, kejadian-kejadian dalam cerita berdasarkan informasi rinci di dalam teks sastra yang terus meningkat sesuai jenjangnya.
  • Bentuk Soal: Pilihan ganda.
 
Bunyi Pertanyaan
Sesuatu telah terjadi pada orang dalam cerita di atas malam sebelumnya. Apakah peristiwa itu?
A. Cuaca buruk telah merusak sepeda motornya.
B. Cuaca buruk telah menyebabkan dia tidak jadi keluar rumah.
C. Orang itu telah membeli sepeda motor baru.
D. Orang itu telah mengalami kecelakaan sepeda motor.
 
Penskoran
  • Nilai penuh: kode 1 apabila menjawab “D. Orang itu telah mengalami kecelakaan sepeda motor”.
  • Tidak ada nilai: kode 0 apabila menjawab dengan jawaban lain; kode 9 apabila kosong.
 
Pertanyaan 2
Identitas
  • Jenjang: Level 3 (Kelas 5 SD/ MI dan kelas 6 SD/ MI).
  • Konten: Teks sastra.
  • Konteks: Personal.
  • Kompetensi: Memahami (interpret and integrate).
  • Subkompetensi: Memahami teks secara literal.
  • Rincian Kompetensi: Mengidentifikasi perubahan dalam elemen intrinsik  (kejadian/ karakter/ setting/ konflik/ alur cerita) pada teks sastra sesuai jenjangnya.
  • Bentuk Soal: Pilihan ganda.
 
Bunyi Pertanyaan
Pada baris ke 8 terdapat kata: “Aduh!” Mengapa orang dalam cerita mengucapkan kata ini?
A. Orang itu telah berhasil mengerjakan sesuatu yang sulit.
B. Orang itu baru saja menyadari bahwa cuaca hari itu tidak jelek.
C. Orang itu baru menyadari memang ada sesuatu yang tidak beres.
D. Orang itu merasa senang dapat melihat sepeda motornya kembali.
 
Penskoran
  • Nilai penuh: kode 1 apabila menjawab “C. Orang itu baru menyadari memang ada sesuatu yang tidak beres”.
  • Tidak ada nilai: kode 0 apabila menjawab dengan jawaban lain; kode 9 apabila kosong.
 
Pertanyaan 3
Identitas
  • Jenjang: Level 3 (Kelas 5 SD/ MI dan kelas 6 SD/ MI).
  • Konten: Teks sastra.
  • Konteks: Personal.
  • Kompetensi: Memahami (interpret and integrate).
  • Subkompetensi: Menyusun inferensi, membuat koneksi dan prediksi baik teks  tunggal maupun teks jamak.
  • Rincian Kompetensi: Menyusun inferensi (kesimpulan) berdasarkan unsur-unsur pendukung (grafik, gambar, tabel, dll)  di dalam teks  sastra atau teks informasi sesuai jenjangnya.
  • Bentuk Soal: Pilihan ganda.
 
Bunyi Pertanyaan
“Itulah persis dengan yang saya rasakan pada suatu hari.” Hari seperti apakah yang dimaksud dalam cerita ini?
A. Hari yang baik.
B. Hari yang jelek.
C. Hari yang menyenangkan.
D. Hari yang membosankan.
 
Penskoran
  • Nilai penuh: kode 1 apabila menjawab “D. Orang itu telah mengalami kecelakaan sepeda motor”.
  • Tidak ada nilai: kode 0 apabila menjawab dengan jawaban lain; kode 9 apabila kosong.
 

Bentuk dan contoh soal AKM numerasi level 3 adalah sebagai berikut.


Pat memiliki kepingan berbentuk persegi yang berwarna merah dan hitam. Pat menggunakan kepingan-kepingan tersebut untuk membentuk bentuk persegi yang lebih besar.
Asesmen Kompetensi Minimum (AKM): Penjelasan dan Soal-soalnya - www.gurnulis.id
Persegi ukuran 3 x 3 dengan 1 keping hitam dan 8 keping merah.

Asesmen Kompetensi Minimum (AKM): Penjelasan dan Soal-soalnya - www.gurnulis.id
Persegi ukuran 4 x 4 dengan 4 keping hitam dan 12 keping merah.

Pat melanjutkan untuk membentuk persegi ukuran 4 x 4, 5 x 5, 6 x 6, dan seterusnya menggunakan kepingan-kepingan tersebut dengan pola yang sama seperti pola pada kedua persegi di atas.

Pertanyaan 1

Identitas
  • Domain: Aljabar.
  • Subdomain: Personal.
  • Kelas: 6 SD/ MI.
  • Konteks stimulus: Personal.
  • Kompetensi: Menentukan suku ke-n pada suatu pola bilangan sederhana.
  • Level kognitif: Reasoning (penalaran).
  • Bentuk soal: Isian singkat.
 
Bunyi Pertanyaan
Pat berhasil membentuk persegi dengan total kepingan hitam dan merah yang digunakan sebanyak 64 keping. Berapa banyak kepingan hitam dan kepingan merah?

Persegi yang berhasil dibentuk oleh Pat memiliki 49 kepingan hitam. Berapa banyak kepingan merah yang digunakan Pat untuk membentuk persegi tersebut?

Bentuk Soal AKM Level 4 (Kelas 7 SMP/ MTs dan Kelas 8 SMP/ MTs)

Bahasan yang lebih spesifik dan lengkap mengenai bentuk soal AKM level 4 dapat diakses pada artikel-artikel berikut.

Bentuk dan contoh soal AKM literasi membaca level 4 adalah sebagai berikut.

MENGGOSOK GIGI

Apakah dengan menggosok gigi semakin lama dan semakin keras gigi kita akan semakin  bersih?
 
Peneliti dari Inggris menjawab tidak. Mereka sudah mencoba berbagai alternatif, dan akhirnya menemukan cara yang sempurna untuk menggosok gigi. Cukup menggosok gigi selama 2 menit, tanpa harus menggosok dengan keras, akan memberikan hasil terbaik. Menggosok terlalu keras akan membahayakan email gigi dan gusi kita tanpa melepaskan sisa makanan dan plak yang menempel di gigi kita.
 
Bente Hansen, seorang pakar di bidang menggosok gigi, mengatakan bahwa cara yang paling baik untuk memegang sikat gigi adalah seperti kita memegang pulpen. “Dimulai dari satu sudut dan gosok seluruh barisan gigi,” Jangan lupa menggosok lidah! Pada lidah biasanya terkandung banyak bakteri yang dapat menyebabkan bau mulut.
Asesmen Kompetensi Minimum (AKM): Penjelasan dan Soal-soalnya - www.gurnulis.id
“Menggosok Gigi” adalah artikel yang diambil dari majalah Norwegia.
 
Gunakan bacaan “Menggosok Gigi” untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut.

Pertanyaan 1
Identitas
  • Jenjang: Level 4 (Kelas 7 SMP/ MTs dan kelas 8 SMP/ MTs).
  • Konten: Teks informasi.
  • Konteks: Saintifik.
  • Kompetensi: Memahami (interpret and integrate).
  • Subkompetensi: Menyusun inferensi, membuat koneksi dan prediksi baik teks  tunggal maupun teks jamak.
  • Rincian Kompetensi: Menyimpulkan kejadian, prosedur, gagasan atau konsep  berdasarkan informasi rinci di dalam teks informasi  yang  sesuai jenjangnya.
  • Bentuk Soal: Pilihan ganda.
 
Bunyi Pertanyaan
Artikel ini menceritakan tentang apa?
A. Cara terbaik untuk menggosok gigi.
B. Jenis sikat gigi yang terbaik untuk digunakan.
C. Pentingnya gigi yang sehat.
D. Perbedaan cara menggosok gigi.
 
Penskoran
  • Nilai penuh: kode 1 apabila menjawab “A. Cara terbaik untuk menggosok gigi”.
  • Tidak ada nilai: kode 0 apabila menjawab dengan jawaban lain; kode 9 apabila kosong.

Pertanyaan 2
Identitas
  • Jenjang: Level 4 (Kelas 7 SMP/ MTs dan kelas 8 SMP/ MTs).
  • Konten: Teks informasi.
  • Konteks: Saintifik.
  • Kompetensi: Menemukan informasi (access and retrieve).
  • Subkompetensi: Mengakses dan mencari informasi dalam teks.
  • Rincian Kompetensi: Menemukan informasi tersurat (siapa, kapan, di mana,  mengapa, bagaimana) pada  teks sastra atau teks informasi yang terus meningkat sesuai jenjangnya.
  • Bentuk Soal: Pilihan ganda.
 
Bunyi Pertanyaan
Apakah yang direkomendasikan oleh peneliti dari Inggris ?
A. Menggosok gigi sesering mungkin.
B. Jangan pernah mencoba untuk menggosok lidah kita.
C. Jangan menggosok gigi terlalu keras.
D. Gosoklah lidah lebih sering dari menggosok gigi.
 
Penskoran
  • Nilai penuh: kode 1 apabila menjawab “C. Jangan menggosok gigi terlalu keras”.
  • Tidak ada nilai: kode 0 apabila menjawab dengan jawaban lain; kode 9 apabila kosong.

Pertanyaan 3
Identitas
  • Jenjang: Level 4 (Kelas 7 SMP/ MTs dan kelas 8 SMP/ MTs).
  • Konten: Teks informasi.
  • Konteks: Saintifik.
  • Kompetensi: Menemukan informasi (access and retrieve).
  • Subkompetensi: Mengakses dan mencari informasi dalam teks.
  • Rincian Kompetensi: Menemukan informasi tersurat (siapa, kapan, di mana,  mengapa, bagaimana) pada  teks sastra atau teks informasi yang terus meningkat sesuai jenjangnya.
  • Bentuk Soal: Esai/ uraian.
 
Bunyi Pertanyaan
Menurut Bente Hansen, mengapa kita harus menggosok lidah kita?
 
Penskoran
  • Nilai penuh: kode 1 apabila menjawab “ Merujuk pada  bakteri   ATAU  menghilangkan   bau   mulut  ATAU  keduanya.”. Peserta didik dapat menjawab dengan kata-kata sendiri atau mengutip langsung dari bacaan. .
  • Tidak ada nilai: kode 0 apabila menjawab dengan jawaban lain; kode 9 apabila kosong.

Pertanyaan 4
Identitas
  • Jenjang: Level 4 (Kelas 7 SMP/ MTs dan kelas 8 SMP/ MTs).
  • Konten: Teks informasi.
  • Konteks: Saintifik.
  • Kompetensi: Mengevaluasi dan merefleksi (evaluate and reflect).
  • Subkompetensi: Merefleksi isi wacana untuk pengambilan keputusan,  menetapkan pilihan, dan mengaitkan isi teks terhadap pengalaman pribadi.
  • Rincian Kompetensi: Merefleksi pengetahuan baru yang diperoleh dari teks sastra atau teks informasi  terhadap pengetahuan yang dimiliknya yang terus meningkat sesuai jenjangnya.
  • Bentuk Soal: Pilihan ganda.
 
Bunyi Pertanyaan
Mengapa pulpen dibahas pada bacaan di atas?
A. Untuk membantu kita mengerti cara memegang sikat gigi.
B. Karena kita memulai pada salah satu sudut menggunakan pulpen dan sikat gigi.
C. Untuk menunjukkan berbagai cara untuk menggosok gigi.
D. Karena menggosok gigi harus kita lakukan secara serius seperti kita sedang  menulis.
 
Penskoran
  • Nilai penuh: kode 1 apabila menjawab “A. Untuk membantu kita mengerti cara memegang sikat gigi”.
  • Tidak ada nilai: kode 0 apabila menjawab dengan jawaban lain; kode 9 apabila kosong.

Bentuk dan contoh soal AKM numerasi level 4 adalah sebagai berikut.

BIANGLALA
 
Sebuah bianglala raksas ada di tepi sungai. Lihat gambar dan diagram berikut!
Asesmen Kompetensi Minimum (AKM): Penjelasan dan Soal-soalnya - www.gurnulis.id
Bianglala itu mempunyai diameter luar 140 meter dan titik tertingginya adalah 150 meter dari dasar sungai. Bianglala itu berputar sesuai dengan arah panah yang ditunjukkan pada gambar.

Pertanyaan 1
Identitas
  • Domain: Geometri dan Pengukuran.
  • Subdomain: Sosial - budaya.
  • Kelas: 8 SMP/ MTs.
  • Konteks stimulus: Personal.
  • Kompetensi: Memahami sifat-sifat bangun datar dan  hubungan antara bangun datar sertaTeorema Pythagoras.
  • Level kognitif: Applying (Penerapan).
  • Bentuk soal: Pilihan ganda.
 
Bunyi Pertanyaan
Bianglala berputar dengan kecepatan konstan. Satu putaran penuh bianglala tersebut membutuhkan waktu 40 menit. John mulai menaiki bianglala dari titik naik yaitu P. Di manakah John akan berada 30 menit kemudian?
A. Pada titik R.
B. Di antara R dan S.
C. Pada titik S.
D. Di antara titik S dan P.

Bentuk Soal AKM Level 5 (Kelas 9 SMP/ MTs dan Kelas 10 SMA/ MA serta SMK)

Bahasan yang lebih spesifik dan lengkap mengenai bentuk soal AKM level 5 dapat diakses pada artikel-artikel berikut.

Bentuk dan contoh soal AKM literasi membaca level 5 adalah sebagai berikut.

BERTELEKOMUNIKASI
 
Cara Masa Depan
Coba bayangkan bagaimana enaknya kalau kita bisa “bertelekomunikasi” 1  dengan tempat bekerja menggunakan jalan raya elektronik, dengan semua pekerjaan dilakukan di komputer atau melalui telepon! Tidak perlu lagi berdesak-desakan di dalam bis atau kereta api atau membuang waktu berjam-jam di jalan dari dan ke tempat kerja. Kamu bisa bekerja dimana pun kamu mau – coba bayangkan semua kesempatan kerja yang dapat terbuka dengan cara ini!
Molly
 
Kehancuran Sedang dalam Proses 
Memperpendek waktu berkendaraan dan mengurangi penggunaan bahan bakar jelas adalah suatu ide yang bagus. Tetapi ide itu seharusnya disertai dengan peningkatan transportasi umum atau dengan menjamin bahwa tempat bekerja terletak dekat dengan tempat tinggal pekerja. Ide yang ambisius bahwa bertelekomunikasi seharusnya merupakan bagian dari cara hidup setiap orang hanya akan menjadikan kita makin lama makin asyik dengan diri sendiri. Apakah kita benar-benar menginginkan perasaan kita sebagai bagian dari masyarakat menjadi hancur lebih jauh?
Richard
 
“Bertelekomunikasi” adalah istilah yang diciptakan oleh Jack Nilles pada awal tahun 1970 untuk mendeskripsikan situasi di mana pekerja bekerja di depan komputer jauh dari kantor pusat (misalnya, di rumah) dan mengirimkan data dan dokumen ke kantor pusat melalui saluran telepon.
 
Gunakan “Bertelekomunikasi” di atas untuk menjawab pertanyaan berikut.
 
Pertanyaan 1
Identitas
  • Jenjang: Level 5 (Kelas 9 SMP/ MTs dan kelas 10 SMA/ MA serta SMK).
  • Konten: Teks informasi.
  • Konteks: Sosial - budaya.
  • Kompetensi: Memahami (interpret and integrate).
  • Subkompetensi: Menyusun inferensi, membuat koneksi dan prediksi baik teks  tunggal maupun teks jamak.
  • Rincian Kompetensi: Membandingkan hal-hal utama yang berbeda (misalnya  perbedaan kejadian, prosedur, ciri-ciri benda) dalam teks informasi yang terus meningkat sesuai jenjangnya.
  • Bentuk Soal: Pilihan ganda.
 
Bunyi Pertanyaan
Apa hubungan antara “Cara Masa Depan” dan “Kehancuran Sedang dalam Proses”?
A. Mereka menggunakan argumen yang berbeda untuk mencapai kesimpulan umum  yang sama.
B. Mereka ditulis dengan gaya yang sama, tetapi tentang topik yang sama sekali  berbeda.
C. Mereka mengutarakan pandangan umum yang sama, tetapi mencapai kesimpulan  yang berbeda.
D. Mereka mengutarakan pandangan yang berlawanan mengenai topik yang sama.
 
Penskoran
  • Nilai penuh: kode 1 apabila menjawab “D. Mereka mengutarakan pandangan yang berlawanan mengenai topik yang sama”.
  • Tidak ada nilai: kode 0 apabila menjawab dengan jawaban lain; kode 9 apabila kosong.
 
Pertanyaan 2
Identitas
  • Jenjang: Level 5 (Kelas 9 SMP/ MTs dan kelas 10 SMA/ MA serta SMK).
  • Konten: Teks informasi.
  • Konteks: Sosial - budaya.
  • Kompetensi: Mengevaluasi dan merefleksi (evaluate and reflect).
  • Subkompetensi: Menilai  format penyajian dalam teks.
  • Rincian Kompetensi: Menilai tujuan penulis dalam menggunakan diksi dan kosa kata  pada teks sastra sesuai  jenjangnya.
  • Bentuk Soal: Pilihan ganda.
 
Bunyi Pertanyaan
Apakah maksud pertanyaan pada bagian akhir tulisan “Kehancuran Sedang dalam Proses”?
A. Mengajak pembaca setuju dengan penulis.
B. Membuat pembaca meragukan akan arti nilai dirinya sebagai bagian dari masyarakat.
C. Memberi kesan bahwa belum ada orang yang betul-betul memahami topik ini.
D. Mengajak pembaca membentuk opininya sendiri tentang topik itu. 
 
Penskoran
  • Nilai penuh: kode 1 apabila menjawab “A. Untuk membuat pembaca setuju dengan penulis”.
  • Tidak ada nilai: kode 0 apabila menjawab dengan jawaban lain; kode 9 apabila kosong.
 
Pertanyaan 3
Identitas
  • Jenjang: Level 5 (Kelas 9 SMP/ MTs dan kelas 10 SMA/ MA serta SMK).
  • Konten: Teks informasi.
  • Konteks: Sosial - budaya.
  • Kompetensi: Memahami (interpret and integrate).
  • Subkompetensi: Memahami teks secara literal.
  • Rincian Kompetensi: Menjelaskan ide pokok dan beberapa ide pendukung pada teks  informasi yang terus meningkat sesuai jenjangnya.
  • Bentuk Soal: Pilihan ganda.
 
Bunyi Pertanyaan
Manakah pernyataan yang disetujui oleh keduanya baik Molly maupun Richard?
A. Orang-orang seharusnya dibiarkan bekerja selama yang mereka inginkan.
B. Menghabiskan waktu terlalu banyak ke tempat bekerja adalah tidak baik.
C. Bertelekomunikasi tidak akan berhasil untuk setiap orang.
D. Membentuk hubungan sosial adalah bagian terpenting dari pekerjaan. 
 
Penskoran
  • Nilai penuh: kode 1 apabila menjawab “B. Menghabiskan waktu terlalu banyak ke tempat bekerja adalah tidak baik”.
  • Tidak ada nilai: kode 0 apabila menjawab dengan jawaban lain; kode 9 apabila kosong.
 
Pertanyaan 4
Identitas
  • Jenjang: Level 5 (Kelas 9 SMP/ MTs dan kelas 10 SMA/ MA serta SMK).
  • Konten: Teks informasi.
  • Konteks: Sosial - budaya.
  • Kompetensi: Mengevaluasi dan merefleksi (evaluate and reflect).
  • Subkompetensi: Merefleksi isi wacana untuk pengambilan keputusan, menetapkan pilihan, dan mengaitkan isi teks terhadap pengalaman pribadi.
  • Rincian Kompetensi: Menjustifikasi pendapat orang lain berdasarkan isi teks sastra atau teks informasi sesuai jenjangnya.
  • Bentuk Soal: Esai/ uraian.
 
Bunyi Pertanyaan
Richard menulis bahwa bertelekomunikasi hanya akan menjadikan kita makin lama makin asyik dengan diri sendiri. Apakah kamu setuju dengan pendapatnya ini? Lingkari “Ya” atau “Tidak” dan berikan alasan untuk jawabanmu.
  • Ya.
  • Tidak.
 
Penskoran
  • Nilai penuh: kode 1 apabila melingkari “Ya” ATAU “Tidak” dan memberikan penjelasan yang secara  tersurat atau tersirat mengaitkan bertelekomunikasi dengan berkurangnya interaksi sosial atau perorangan dengan teman sekerja. Harus konsisten dengan pemahaman yang tepat terhadap bertelekomunikasi yang dipaparkan di dalam bacaan. Boleh merujuk pada kesempatan untuk berinteraksi sosial di luar tempat kerja. .
  • Tidak ada nilai: kode 0 apabila menjawab dengan jawaban lain; kode 9 apabila kosong.
 

Bentuk dan contoh soal AKM numerasi level 5 adalah sebagai berikut.

PEMUTAR YANG RUSAK
 
Perusahaan Elektrik memproduksi dua tipe alat elektronik yaitu pemutar video dan pemutar audio. Di akhir produksi harian, pemutar yang diproduksi diuji dan pemutar yang rusak akan disingkirkan untuk diperbaiki.
 
Tabel berikut menunjukkan rata-rata jumlah pemutar pada tiap tipe yang dibuat per hari dan rata-rata persentase pemutar yang rusak per hari.
Asesmen Kompetensi Minimum (AKM): Penjelasan dan Soal-soalnya - www.gurnulis.id
 

Pertanyaan 1
Identitas
  • Domain: Geometri dan Pengukuran.
  • Subdomain: Sosial - budaya.
  • Kelas: 10 SMA/ MA serta SMK.
  • Konteks stimulus: Personal.
  • Kompetensi: Memahami dan menggunakan sifat-sifat peluang kejadian.
  • Level kognitif: Knowing (pemahaman).
  • Bentuk soal: Pilihan ganda kompleks.
 
Bunyi Pertanyaan
Berikut adalah tiga pernyataan mengenai produks harian pada perusahaan Elektrik. Apakah pernyataan-pernyataan berikutbenar? Beri tanda cek (✓) pada kolom Benar atau Salah untuk setiap pernyataan
  • Sepertiga pemutar yang diproduksi tiap hari adalah pemutar video.
  • Dari setiap produksi 100 pemutar video, ada tepat 5 pemutar yang rusak.
  • Jika sebuah pemutar audio dipilih secara acak dari produksi harian untuk diuji, probabilitas jika pemutar itu perlu diperbaiki adalah  0,03.
 
Pertanyaan 2
Identitas
  • Domain: Geometri dan Pengukuran.
  • Subdomain: Sosial - budaya.
  • Kelas: 10 SMA/ MA serta SMK.
  • Konteks stimulus: Personal.
  • Kompetensi: Memahami dan menggunakan sifat-sifat peluang kejadian.
  • Level kognitif: Reasoning (Penalaran).
  • Bentuk soal: Esai/ uraian.
 
Bunyi Pertanyaan
Salah satu penguji mengatakan:
“Rata-rata pemutar video yang dikirim untuk diperbaiki lebih banyak daripada pemutar audio per hari”
 
Apakah pernyataan penguji tersebut benar? Berikan alasan/argumen matematis untuk mendukung jawabanmu!
 
Pertanyaan 3
Identitas
  • Domain: Geometri dan Pengukuran.
  • Subdomain: Sosial - budaya.
  • Kelas: 10 SMA/ MA serta SMK.
  • Konteks stimulus: Personal.
  • Kompetensi: Memahami dan menggunakan sifat-sifat peluang kejadian.
  • Level kognitif: Applying (Penerapan).
  • Bentuk soal: Esai/ uraian.
 
Bunyi Pertanyaan
Perusahaan Tronik juga memproduksi pemutar video dan audio. Di akhir produksi harian, Perusahaan Tronik juga melakukan pengujian pada hasil produksinya dan produk yang rusak akan disingkirkan untuk diperbaiki.
 
Tabel berikut membandingkan rata-rata jumlah pemutar pada tiap tipe yang diproduksi per hari dan rata-rata persentase pemutar yang rusak per hari untuk dua perusahaan.
Asesmen Kompetensi Minimum (AKM): Penjelasan dan Soal-soalnya - www.gurnulis.id
 
Manakah dari dua perusahaan tersebut yang secara keseluruhan mempunyai persentase pemutar yang rusak paling rendah? Tuliskan perhitunganmu menggunakan data pada tabel di atas!

Bentuk Soal AKM Level 6 (Kelas 11 SMA/ MA serta SMK dan Kelas 12 SMA/ MA serta SMK)

Bahasan yang lebih spesifik dan lengkap mengenai bentuk soal AKM level 6 dapat diakses pada artikel-artikel berikut.

Bentuk dan contoh soal AKM literasi membaca level 6 adalah sebagai berikut.

DEMOKRASI DI ATHENA
 
BAGIAN A
 
Thucydides adalah seorang sejarawan dan anggota militer yang hidup pada abad ke lima SM di masa Yunani Kuno. Dia lahir di Athena. Selama Perang Peloponnesia (431 SM to 404 SM) antara Athena dan Sparta, dia mengepalai sebuah armada yang mempunyai misi untuk melindungi kota Amphipolis di Thrace. Dia gagal untuk mencapai kota itu pada waktunya. Kota itu jatuh ke tangan Brasidas, jenderal Spartan, yang memaksa Thucydides ke pengasingan selama dua puluh tahun. Hal ini memberi dia kesempatan untuk mengumpulkan informasi yang rinci dari kedua pihak yang berperang dan kemungkinan untuk melakukan penelitian untuk karyanya Sejarah Perang Peloponnesia.
 
Thucydides dianggap sebagai salah seorang sejarawan besar zaman dulu. Dia memfokuskan perhatiannya lebih kepada sebab-sebab alami dan tingkah laku individu daripada kepada nasib atau kehendak Tuhan untuk menjelaskan perubahan Sejarah. Di dalam karyanya, fakta-fakta tidak disajikan hanya sebatas catatan, tetapi dijelaskan sebagai upaya untuk menemukan alasan yang menyebabkan seorang pelaku sejarah bertindak sebagaimana yang mereka lakukan. Penekanan Thucydides pada perilaku individual kadang-kadang menyebabkan dia memperkenalkan berbagai pidato khayalan: semuanya ini membantu dia menjelaskan motivasi para pelaku sejarah.
 
BAGIAN B
 
Thucydides mempersembahkan pidato berikut kepada Pericles (abad kelima SM), seorang penguasa Athena, sebagai penghormatan kepada para prajurit yang gugur pada tahun pertama Perang Peloponnesia.
 
Sistem pemerintahan kami tidak mencontoh hukum negara-negara tetangga; kami sebenarnya justru menjadi contoh bagi yang lain, bukan sebagai peniru. Sistem kami disebut demokrasi, karena administrasinya bergantung pada orang banyak, bukan pada segelintir orang. Hukum kami menjamin persamaan hak untuk semua dalam segala urusan, sementara prestise di dalam kehidupan publik bergantung pada nilai, bukan pada kelas sosial.
 
Kelas sosial juga tidak melarang seseorang untuk memegang jabatan publik (…). Dan, pada waktu yang bersamaan, kami tidak ikut campur dalam persoalan pribadi, kami tidak melanggar hukum yang berkaitan dengan kepentingan publik. Kami mematuhi siapa pun yang kami pilih sebagai penguasa, dan kami mematuhi hukum itu sendiri, terutama hukum yang memberikan perlindungan kepada kaum tertindas, dan berbagai hukum yang tidak tertulis yang membuat malu untuk dilanggar.
 
Lebih jauh, kami memberikan banyak sarana untuk kesenangan pikiran. Segala macam permainan dan pengorbanan yang kami rayakan sepanjang tahun, dan kenyamanan tempat kami tinggal, membentuk kesenangan yang kami nikmati sehari-sehari yang dapat membantu menghilangkan segala bentuk kekhawatiran; sementara banyak penduduk kota mendatangkan barang-barang produksi dunia ke Athena, sehingga bagi orang-orang Athena, buah-buahan dari negara lain sudah sangat dikenal dengan baik seperti mengenal buah-buah dari negerinya sendiri.
 
Thucydides, History of the Peloponnesian War (suatu kutipan)
 
Gunakan “Demokrasi di Athena” pada halaman di atas untuk menjawab pertanyaan berikut!
 
Pertanyaan 1
Identitas
  • Jenjang: Level 6 (Kelas 11 SMA/ MA serta SMK dan kelas 12 SMA/ MA serta SMK).
  • Konten: Teks informasi.
  • Konteks: Sosial - budaya.
  • Kompetensi: Menemukan informasi (access and retrieve).
  • Subkompetensi: Mengakses dan mencari informasi dalam teks.
  • Rincian Kompetensi: Menemukan informasi tersurat (siapa, kapan, di mana,  mengapa, bagaimana) pada  teks sastra atau teks informasi yang terus meningkat sesuai jenjangnya.
  • Bentuk Soal: Pilihan ganda.
 
Bunyi Pertanyaan
Kenapa Thucydides dipaksa ke pengasingan?
A. Dia tidak berhasil mencapai kemenangan untuk orang Athena di Amphipolis.
B. Dia mengambil alih armada di Amphipolis.
C. Dia mengumpulkan informasi dari dua pihak yang berperang.
D. Dia meninggalkan orang Athena untuk berperang di pihak Spartans.
 
Penskoran
  • Nilai penuh: kode 1 apabila menjawab “A. Dia tidak berhasil mencapai kemenangan untuk orang Athena di Amphipolis”.
  • Tidak ada nilai: kode 0 apabila menjawab dengan jawaban lain; kode 9 apabila kosong.
 
Pertanyaan 2
Identitas
  • Jenjang: Level 6 (Kelas 11 SMA/ MA serta SMK dan kelas 12 SMA/ MA serta SMK).
  • Konten: Teks informasi.
  • Konteks: Sosial - budaya.
  • Kompetensi: Menemukan informasi (access and retrieve).
  • Subkompetensi: Mencari dan memilih informasi yang relevan.
  • Rincian Kompetensi: Mengidentifikasi kata kunci yang efektif untuk menemukan  sumber informasi yang relevan  pada teks sastra atau teks informasi yang terus meningkat sesuai jenjangnya.
  • Bentuk Soal: Pilihan ganda.
 
Bunyi Pertanyaan
Seandainya pidato Pericles itu adalah peristiwa bersejarah, kira-kira tahun berapa pidato itu terjadi?
A. 404 SM.
B. 430 SM.
C. 500 SM.
D. 5 SM.
 
Penskoran
  • Nilai penuh: kode 1 apabila menjawab “B. 430 SM”.
  • Tidak ada nilai: kode 0 apabila menjawab dengan jawaban lain; kode 9 apabila kosong.
 
Pertanyaan 3
Identitas
  • Jenjang: Level 6 (Kelas 11 SMA/ MA serta SMK dan kelas 12 SMA/ MA serta SMK).
  • Konten: Teks informasi.
  • Konteks: Sosial - budaya.
  • Kompetensi: Memahami (interpret and integrate).
  • Subkompetensi: Menyusun inferensi, membuat koneksi dan prediksi baik teks  tunggal maupun teks jamak.
  • Rincian Kompetensi: Menyusun generalisasi (kesimpulan umum) dari hasil inferensi  terhadap ide-ide yang terkandung di dalam teks sastra atau teks informasi.
  • Bentuk Soal: Esai/ uraian.
 
Bunyi Pertanyaan
Satu tujuan pidato di Bagian B adalah untuk menghormati para prajurit yang gugur pada tahun pertama Perang Peloponnesia.
 
Apa tujuan lain dari pidato ini?
 
Penskoran
  • Nilai penuh: kode 2 apabila memberikan jawaban yang masuk akal dan sejalan dengan isi bacaan, jawaban  boleh merujuk pada satu atau lebih maksud pidato; kode 1 apabila jawaban merujuk hanya pada penjelasan bagaimana demokrasi berhasil.
  • Tidak ada nilai: kode 0 apabila memberikan jawaban yang tidak cukup atau tidak jelas; kode 9 apabila kosong.
 
Pertanyaan 4
Identitas
  • Jenjang: Level 6 (Kelas 11 SMA/ MA serta SMK dan kelas 12 SMA/ MA serta SMK).
  • Konten: Teks informasi.
  • Konteks: Sosial - budaya.
  • Kompetensi: Memahami (interpret and integrate).
  • Subkompetensi: Menyusun inferensi, membuat koneksi dan prediksi baik teks  tunggal maupun teks jamak.
  • Rincian Kompetensi: Menyusun generalisasi (kesimpulan umum) dari hasil inferensi  terhadap ide-ide yang terkandung di dalam teks sastra atau teks informasi.
  • Bentuk Soal: Esai/ uraian.
 
Bunyi Pertanyaan
Siapa yang menulis pidato pada Bagian B? Gunakan isi bacaan untuk mendukung jawabanmu.
Apa tujuan lain dari pidato ini?
 
Penskoran
  • Nilai penuh: kode 2 apabila Mengidentifikasi Thucydides (secara tersurat atau tersirat) sebagai penulis  pidato DAN merujuk pada Thucydides yang mempersembahkan pidato itu untuk Pericles, boleh menggunakan kata-kata sendiri atau mengutip langsung; kode 1 apabila mengidentifikasi Thucydides sebagai penulis pidato tanpa penjelasan..
  • Tidak ada nilai: kode 0 apabila memberikan jawaban yang tidak cukup atau tidak jelas; kode 9 apabila kosong.
 
Pertanyaan 5
Identitas
  • Jenjang: Level 6 (Kelas 11 SMA/ MA serta SMK dan kelas 12 SMA/ MA serta SMK).
  • Konten: Teks informasi.
  • Konteks: Sosial - budaya.
  • Kompetensi: Menemukan informasi (access and retrieve).
  • Subkompetensi: Mengakses dan mencari informasi dalam teks.
  • Rincian Kompetensi: Menemukan informasi tersurat (siapa, kapan, di mana,  mengapa, bagaimana) pada  teks sastra atau teks informasi yang terus meningkat sesuai jenjangnya.
  • Bentuk Soal: Pilihan ganda.
 
Bunyi Pertanyaan
Menurut isi bacaan, apa yang membuat Thucydides berbeda dengan para sejarawan lainnya pada zaman itu?
A. Dia menulis tentang orang kebanyakan, tidak tentang para pahlawan.
B. Dia menggunakan catatan-catatan kecil, bukan hanya berbagai fakta.
C. Dia menjelaskan kejadian-kejadian bersejarah dengan merujuk pada penyebab yang bersifat gaib.
D. Dia memfokuskan pada apa yang menyebabkan orang bertindak dengan cara yang dia lakukan.  
 
Penskoran
  • Nilai penuh: kode 1 apabila menjawab "D. Dia memfokuskan pada apa yang menyebabkan orang bertindak dengan  cara yang dia lakukan".
  • Tidak ada nilai: kode 0 apabila memberikan jawaban lain; kode 9 apabila kosong.
 
Pertanyaan 6
Identitas
  • Jenjang: Level 6 (Kelas 11 SMA/ MA serta SMK dan kelas 12 SMA/ MA serta SMK).
  • Konten: Teks informasi.
  • Konteks: Sosial - budaya.
  • Kompetensi: Memahami (interpret and integrate).
  • Subkompetensi: Menyusun inferensi, membuat koneksi dan prediksi baik teks  tunggal maupun teks jamak.
  • Rincian Kompetensi: Menyusun generalisasi (kesimpulan umum) dari hasil inferensi  terhadap ide-ide yang terkandung di dalam teks sastra atau teks informasi.
  • Bentuk Soal: Pilihan ganda.
 
Bunyi Pertanyaan
Perhatikan bagian bacaan berikut yang diambil dari  akhir Bagian B:
“Lebih jauh, kami memberikan banyak sarana untuk kesenangan pikiran. Segala macam permainan dan pengorbanan yang kami rayakan sepanjang tahun, dan kenyamanan tempat kami tinggal, membentuk kesenangan yang kami nikmati sehari-sehari yang dapat membantu menghilangkan segala bentuk kekhawatiran.”
 
Dari kalimat di bawah ini, kalimat mana yang paling tepat menyimpulkan bagian bacaan di atas?
A. Sistem pemerintahan di Athena membolehkan setiap orang membuat undangundang.
B. Hiburan dan keindahan adalah bagian dari hidup senang yang dapat dinikmati di Athena.
C. Orang-orang Athena hidup terlalu mewah dan hidup santai.
D. Kehidupan publik dan pribadi dilihat sebagai hal yang sama.
 
Penskoran
  • Nilai penuh: kode 1 apabila menjawab "B. Hiburan dan kecantikan adalah bagian dari hidup enak yang dapat  dinikmati di Athena".
  • Tidak ada nilai: kode 0 apabila memberikan jawaban lain; kode 9 apabila kosong.

Asesmen Kompetensi Minimum (AKM): Penjelasan dan Soal-soalnya - www.gurnulis.id
Demikianlah bahasan lengkap mengenai Asesmen Kompetensi Minimum atau AKM. Untuk mendapatkan bahasan yang lebih spesifik, sahabat pendidik dapat mencarinya pada tautan-tautan yang telah penulis sajikan per subjudul di atas. Semoga tulisan ini menginspirasi.

Salam literasi guru ndeso.

Munasifatut Thoifah Guru yang selalu ingin berbagi inspirasi.

Belum ada Komentar untuk "Asesmen Kompetensi Minimum (AKM): Penjelasan dan Soal-soalnya"

Posting Komentar

Iklan atas artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah artikel